Beranda Daerah DPRD Rapat Paripurna Bahas Perubahan KUA PPAS Subang 2021

DPRD Rapat Paripurna Bahas Perubahan KUA PPAS Subang 2021

Jabarpress.com, Subang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang menggelar Rapat Paripurna Pembacaan Nota Pengantar Atas Rancangan Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS Subang Tahun 2021.

Rapat Paripurna DPRD dipimpin Ketua DPRD H Narca Sukanda S.Sos, didampingi Wakil Ketua II H.Aceng Kudus dan Wakil Ketua III Lina Marliana.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Subang H Ruhimat dan Wakil Bupati H Agus Maskur Rosyadi dan seluruh kepala OPD dan jajaran Forkopimda.

Dalam Rapat Paripurna, Bupati Subang membacakan nota 21 halaman sekaligus menyampaikan secara langsung Rancangan Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum APBD Perubahan PPAS Tahun 2021.

Menurut Bupati, didalam perjalanan Pembangunan Daerah tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan- perubahan kebijakan, baik pada sektor Pendapatan, Dana Alokasi Umum, dana alokasi khusus dan Asumsi APBN serta beberapa program dan kegiatan yang digulirkan terhadap APBD telah membawa Konsekwensi adanya beberapa kali perubahan tentang penjabaran ABPD tahun 2021.

Dalam peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 77 tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan Keuangan Daerah dijelaskan bahwa perubahan APBD dapat dilakukan apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan Asumsi Kebijakan Umum APBD (KUA).

“Hal ini terjadi disebabkan oleh adanya asumsi yang berubah diantaranya Pendapatan, asumsi belanja Daerah dan asumsi pembiayaan,” ujarnya.

Menurut Bupati, DAU Subang di tahun anggaran 2021 dari Rp1,22 Triliun mengalami penurunan sebesar Rp39,18 miliar menjadi Rp1,18 Triliun dikarenakan adanya rasionalisasi dan penyesuaian (Refoccusing) dari pusat sesuai peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 17 Tahun 2021 tentang pengelolaan keuangan transper ke daerah dan dana desa tahun 2021.

“Sdangkan dari Aspek belanja, adanya perubahan APBD disebabkan adanya penerimaan dana bagi hasil cukai hasil tembakau dan penerimaan dana bantuan dari Provinsi pada tahun anggaran berjalan yang penggunaannya telah diarahkan dan informasinya baru didapat setelah APBD ditetapkan,” ucapnya.

Bupati menjelaskan dari Aspek pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah Target Silpa APBD tahun anggaran 2020 sebesar Rp.88,98 miliar, kelebihan Silpa itu dari sisa dana yang dibatasi penggunaannya.

Bupati menyebutkan keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja itu bisa dilihat secara detail dalam lampiran rancangan perubahan PPAS tahun 2021.

Pada perubahan parsial1 penggunaan Saldo anggaran lebih telah dilakukan atas dasar surat direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemenkeu Nomor 910/870/ tentang pemanfaatan sisa dana BOK tambahan tahun anggaran 2020 untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan dengan mempedomani Keputusan Kemenkes.

“Pada perubahan APBD tahun 2021 dimana kebijakan dan suasana masih sangat banyak dipengaruhi oleh terjadinya Pandemi Covid-19. Semula PAD diproyeksikan menurun sebesar Rp40,39 miliar, sementara didalam buku KUA terjadi kenaikan pendapatan sebesar Rp194,73 miliar, hal itu terjadi dikarenakan masuknya pendapatan Transper yang berasal bantuan keuangan pemerintah Provinsi sebesar Rp240 miliar. Hal tersebut terjadi karena penetapan APBD 2021 dilakukan sebelum peraturan yang mengatur pendapatan tersebut terbit,” jelasnya.

Bupati Subang menyebutkan perubahan PAD sampai akhir tahun 2021 diproyeksikan hanya mampuh mencapai Rp574,40 miliar menurun 6,57 persen atau Rp40,39 miliar dari target PAD APBD 2021 sebesar Rp614,79 miliar. (H Ade)