Beranda Ekonomi Empat Kades di Cijambe Mengeluh Jalan Kabupaten Hancur

Empat Kades di Cijambe Mengeluh Jalan Kabupaten Hancur

Jabarpress.com, Subang–Empat kepala desa (kades) di Kecamatan Cijambe yang mengaku mewakili rakyatnya, yakni Kades Cimenteng Saepul, Kades Bantarsari Said, Kades Cirangkong Asep Sutia dan Pjs Kades Cikadu Deni, mengeluhkan akses jalan kabupaten yang kondisinya hancur nyaris tidak bisa dilewati kendaraan yang membawa muatan berat.

Mereka sepakat mengharapkan bahwa pemerintah Kabupaten Subang memprioritaskan untuk pembangunan akses jalan Kabupaten di Kecamatan Cijambe yang menghubungkan dari empat desa ke Pasar Kasomalang dan dari Cirangkong menghubungkan ke Subang Kota melalui Desa Bantarsari dan Sukahurip keluar Cimareta Kelurahan Pasirkarembi Subang Kota.

Menurut keempat kades, saat ini kondisi jalan tersebut sudah sangat memprihatinkan karena sudah hancur, dan dampak hancurnya jalan tersebut menjadi kendala bagi warga masyarakat yang mayoritas warga di empat desa tersebut merupakan petani dan pedagang.

“Akibat kerusakan jalan menjadi penyebab mahalnya ongkos angkutan hingga dua kalu lipat dari biasanya disaat jalan masih bagus. Karena bagi para sopir beralasan terlalu tingginya resiko tingkat kerusakan kendaraan, sehingga para bandarpun terpaksa membeli hasil panen pertanian milik warga dibelinya dengan harga murah,” ujarnya.

Menurut para kades, pihaknya telah menyampaikan dalam usulan disetiap Musrenbang di tingkat Kecamatan disampaikan ke Camat secara langsung, namun dari anggaran 2019-2020 tidak ada perbaikan jalan sama sekali, bahkan di tahun anggaran 2021 pun tidak masuk lagi.

Sementara Sekmat Kecamatan Cijambe E. Sutrisna,S.Sos, menyampaikan, sebenarnya ditahun 2020 anggaran untuk perbaikan jalan kabupaten di Kecamatan Cijambe sudah masuk ke DPA. Namun sehubungan dengan kondisi saat itu adanya peningkatan Covid-19 sehingga anggaran tersebut dialihkan. Begitupun di tahun 2021 memang anggaran untuk perbaikan jalan dari Cirangkong menuju Bantarsari maupun Jalan dari Kecamatan menuju Pasar Kasomalang tidak ada di DPA.

Bahkan terkait dana kewilayahan juga kena Revocussing untuk Covid-19 sehingga yang tadinya diperuntukan perbaikan jalan sekitar70%, menjadi terganggu.

“Kecamatan sendiri tetap melaporkan ke dinas terkait terus melaporkan kondisi jalan kabupaten yang berada di Kecamatan Cijambe, kita berharap diprioritaskan di tahun 2022,” imbuh Sekmat Cijambe.

Kepala Dinas PUPR Subang yang dimintai keterangannya melalui Kabid Bina Marga Ir. Yadi, mengungkapkan, bahwa jalan Kabupaten di Subang sepanjang 1500 km kondisi saat ini tingkat kerusakan berat cukup panjang.

Sedangkan terkait anggaran dari Pusat semua tahu adanya pemangkasan akibat Covid, sehingga untuk kegiatan perbaikan jalan, jembatan, TPT dan yang lainya menjadi terganggu.

Menurut Yadi, untuk tahun anggaran 2021 akibat anggaran kecil sehingga kegiatannya disebar untuk perbaikan jalan Kabupaten di desa Bantarsari Kecamatan Cijambe ada beberapa titik namun untuk jalan dari Kecamatan Cijambe menuju Pasar Kasomalang memang belum, tetapi di tahun 2022 akan jadi prioritas.

“Untuk perbaikan jalan utama Kabupaten dari mulai jalan Provinsi menuju Kecamatan Cijambe karena kondisinya sudah ruksak masuk di tahun ini dalam anggaran pemeliharaan termasuk saluran airnya. Kemudian di kecamatan Pagaden Barat dan Kecamatan Pagaden sama ada kegiatan di beberapa titik, kita prioritaskan jalan utamanya terlebih dahulu”, pungkas Yadi kepada Jabarpress.com, Jumat (28/5/2021).

(H Ade bom)