Beranda Hukum Satpol PP Jabar Bersama TNI/Polri Razia Zona Resiko Tinggi Kovid-19, Dari Obyek...

Satpol PP Jabar Bersama TNI/Polri Razia Zona Resiko Tinggi Kovid-19, Dari Obyek Wisata Subang, Minimarket Hingga Ruang Publik

Jabarpress.com, Subang–Satpol PP Provinsi Jawa Barat menggelar Operasi Praja Wibawa melibatkan unsur TNI/Polri dalam rangka edukasi dan sosialisasi Protokol Kesehatan (prokes) Covid-19 di Kabupaten Subang, Selasa (25/5/2021).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Jawa Barat, Drs. H Mohamad Ade Afriandi, MT menyampaikan, Satpol PP Jabar selaku Divisi KP4A Satgas Penanganan Covid19 Jabar melaksanakan operasi Bhakti Praja (OBP)/Operasi Praja Wibawa (OPW) di Kab/Kota wilayah perbatasan antar Provinsi, Kabupaten dan Kota, wilayah zona resiko tinggi, ruang-ruang publik, daerah tujuan wisata, termasuk monitoring Posko PPKM di Desa/Kelurahan/RW/RT dan Pilkades Serentak.

“Tujuannya untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat akan kepatuhan terhadap prokes C19 (3M),” ujar Ade kepada Jabarpress.com.

Khusus dalam rangka kebijakan pengendalian mobilitas masyarakat pra sampai dengan pasca Idul Fitri 1442 H, telah dilaksanakan OBP/OPW di perbatasan Jabar-DKI (Kota Bekasi), Jabar-Banten (Kab Bogor) dan Jabar-Jateng (Kab Cirebon, Kab Kuningan, Kota Banjar), pusat ibukota Prov. Jabar, serta di Kawasan Puncak, Majalengka, dan terahkir Subang.

“Harapan dari pelaksanaan operasi ini masyarakat dapat mematuhi prokes Covid 19 karena kesadaran sendiri untuk keselamatan sendiri, keluarga dan lingkungan, bukan karena ada sanksi,” ucap Kasatpol.

Sementara Drs. Ayie Ryadi selaku Ketua Tim Praja Satu menambahkan,” kami merupakan komponen yang ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan di Kecamatan Cijambe Subang. Tugas ini merupakan bentuk Silaturahim dengan aparat kewilayahan, yang pertama kami juga memantau tiga aspek, yakni memantau kepatuhan masyarakat di ruang publik terkait dengan kesehatan, memantau dan melihat sejauh mana penerapan pos PPKM mikro yang ada di wilayah Kecamatan Cijambe khusus di tingkat desa dan atau RW, yang ketiga kita juga yang memantau sejauh mana penerapan kesehatan yang ada di desa wisata misalkan baik terhadap pengunjung maupun pengelola wisata sendiri itu yang 3 target yang kita capai dalam 2 hari kedepan,” imbuh Ayi.

Menurut Ayi, dalam edukasi kita juga memberikan pemahaman masyarakat dalam hal kepatuhan kesehatan memakai masker dan juga para pengusaha atau dunia usaha.

Untuk di Kabupaten Subang ini ada 4 lokasi yang dilaksanakan secara bersamaan hari ini dan besok. Yakni Kecamatan Ciater, Jalancagak, Cijambe dan Tanjungsiang.

Adapun jumlah personel yang diturunkan untuk ke-4 Kecamatan secara keseluruhan mungkin kurang lebih ada 88 orang terdiri dari 4 kelompok regu atau 4 tim dan masing-masing tim itu kurang lebih ada 9 orang dan ada juga yang 22 orang terdiri dari unsur administrasi dan unsur teknis konsunmsi.

“Sosialisasi ini disampaikan ke masyarakat secara langsung, kita datang pada ruang publik atau pasar rakyat yang sering dikunjungi oleh masyarakat dan di situ biasanya potensi kepatuhannya melihat pemakaian masker kemudian juga kita targetnya juga kepada pelaku usaha dalam ini mungkin warung ke toko atau minimarket di wilayah sambil membagikan Masker. Adapun target capaian harapannya pertama sebenarnya adalah perubahan perilaku masyarakat terutama berkaitan dengan pencegahan penyebaran Covid-19. Pengamatan kami kata kunci dari keberhasilan penanganan Covid -19 itu perubahan perilaku kita,” pungkas Ayie.

(H Ade Bom)