Beranda Hukum Gugatan Lahan Sari Ater Ditolak, Ahli Waris Rd Somadiwiria Pelajari Putusan Majlis...

Gugatan Lahan Sari Ater Ditolak, Ahli Waris Rd Somadiwiria Pelajari Putusan Majlis Hakim & Berencana Ajukan Banding

Jabarpress.com, Subang–Majlis Hakim PN Subang menolak gugatan ahli waris Rd Somadiwiria selaku penggugat lahan obyek wisata Sari Ater Subang.

Perkara gugatan Nomor 49/Pdt.G/2020/Subang tentang Lahan Obyek Wisata Pemandian Air Panas Sari Ater Subang seluas 3.000 M2 antara ahli waris Rd Somadiwirya selaku penggugat dengan Pemkab Subang selaku tergugat tersebut, ditolak majlis hakim dalam sidang putusan yang digelar Senin (12/4/2021) di ruang sidang 1 PN Subang.

Ditolaknya gugatan itu berdasarkan putusan nomor 49/pdt.G/2020/Subang tertanggal Senin 12 April 2021. Dalam Amar putusan tersebut, Pengadilan Negeri Subang memutuskan bahwa gugatan penggugat tidak dapat diterima dan menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 2.569.630.

Kuasa Hukum Pemkab Subang Dede Sunarya SH, mengaku bersyukur gugatan penggugat tidak diterima dan pihaknya sebagai kuasa Hukum Pemda Subang bisa menyelamatkan asset pemda atau aset rakyat Subang.

“Dan tentunya tanah berikut obyek wisata Sari Ater Insya Allah akan tetap jadi kawasan wisata milik rakyat Subang,” ujar Dede.

Menurut Dede, dalam persidangan yang dihadiri oleh keluarga penggugat dalam hal ini keluarga ahli waris Rd Soma dan dari unsur masyarakat mendengarkan putusan tersebut dengan tenang dan aman.

Sementara itu, kuasa hukum ahli waris Rd Somadiwirya selaku penggugat, Absar Kartabrata, SH., MH, mengatakan, menyikapi hasil putusan Majelis Hakim yang memutus menolak gugatan, karena alasan hakim bahwa penggugat tidak bisa menunjukan batas- batas.

“Dalam putusan hakim tidak menyebutkan bahwa penggugat tidak punya hak atas tanah. Padahal, dalam sidang ditempat telah ditunjukan batas- batas serta didukung dengan Peta dari Kodam III Siliwangi dengan jelas menunjukan batas setiap sudutnya,” katanya.

Menurut Absar, majelis dengan tidak menyebut penggugat tidak punya hak atas tanah dalam putusannya, secara tidak langsung Majelis mengakui ada hak penggugat di lahan tersebut.

“Maka dari itu kami selaku kuasa hukum sedang mendalami hasil putusan dari Majelis Hakim. Untuk selanjutnya kalau dilihat sementara ini, bisa mengajukan banding atau mengajukan perkara baru, untuk itu sedang dipelajari dan didalami terlebih dahulu,” papar Absar.

(H Ade Bom)