Beranda Hukum Berbekal Peta Lokasi dari Kodam Siliwangi, Ahli Waris Somadiwiria Optimis Menang Gugatan...

Berbekal Peta Lokasi dari Kodam Siliwangi, Ahli Waris Somadiwiria Optimis Menang Gugatan Atas Sengketa Lahan Wisata Sari Ater Subang, Mantan Bupati Siap Jadi Saksi

Jabarpress.com, Subang–Pengadilan Negeri (PN) Subang kembali menggelar sidang perkara sengketa lahan obyek wisata Sari Ater Subang seluas 3,2 hektar antara ahli waris keturunan Rd Somadiwinata/Rd Somadiwiria selaku penggugat dan Pemkab Subang selaku tergugat.

Sidang ke-15 perkara gugatan tanah Sari Ater yang berlangsung di tempat perkara di kawasan obyek wisata, Selasa (23/3/2021) tersebut menghadirkan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dalam sidang di tempat tersebut, para penggugat mengklaim, tanah tersebut merupakan tanah hak milik adat berdasarkan Letter C 630 milik Raden Somadiwinata.

Penggugat juga optimistis memenangkan gugatan tersebut karena mengaku memiliki peta tanah dari Kodam III Siliwangi.

“Kami optimistis memenangkan gugatan karena memiliki bukti kuat, salah satunya peta dari Kodam III Siliwangi serta data dari desa,” ujar kuasa hukum penggugat, Absar Kartabrata, Selasa (23/3/2021).

Namun sebaliknya, pihak tergugat juga tetap akan mempertahankan aset milik Pemkab Subang karena juga mengklaim memiliki bukti kuat. Dengan bukti itu kecil kemungkinan aset pemkab akan lepas.

“Kami akan tetap mempertahankan aset milik pemkab ini. Kami yakin memenangkan gugatan karena berdasarkan Surat Keputusan Gubernur tahun 1956 serta hak pakai tahun 1986,” ucapnya.

Terpisah, Mantan Bupati Subang Drs Eep Hidayat, mengaku mengetahui riwayat tanah Sari Ater yang saat ini tengah sengketa dan menduga jika tanah itu diberikan oleh orang Belanda kepada Rd Somadiwirya.

“Saya dilahirkan dan dibesarkan dari Ciater, di masa kecil sering mendengar Cerita asal muasal Pemandian Air Panas Sari Ater, ahkan oleh saya ditulis masih ada bukunya. Orang tua dulu berikut orangtua saya sendiri sering bercerita, bahwa tanah tersebut itu merupakan tanah miliknya Tuan Wiliem orang Belanda dan diurus oleh Raden Somadiwirya. Mungkin, bahwa tanah seluas 3,2 Hektar itu diberikan oleh orang Belanda tersebut ke Raden Somadiwirya. Keterangan itu diperoleh dari orang- orang terdahulu yang saat ini ada yang masih hidup, namun usianya sudah sangat tua namanya Abah Atam,” papar Eep.

Eep pun jika dimintai keterangan untuk jadi saksi, sangat siap.

“Sebatas memberikan keterangan apa yang diketahui dari orang tua terdahulu,” imbuh Eep.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 24 ahli waris keturunan Rd Somadiwinata / Rd Somadiwiria menggugat Pemkab Subang cq Bupati Subang terkait tanah seluas 32.450 M2 atau sekitar 3 hektar lebih yang berlokasi di obyek wisata Cipanas Sari Ater Desa Palasari Kecamatan Ciater.

Informasi yang dihimpun, Kamis (11/2/2021), sebagaimana dikutip dari webset Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Subang, www.sipp.pn-subang.go.id, gugatan perdata terhadap Pemkab Subang tersebut dilayangkan para ahli waris kepada PN Subang pada Senin, 26 Oktober 2020 lalu dengan klasifikasi perkara perbuatan melawan hukum dan nomor perkara 49/Pdt.G/2020/PN SNG.

Ke-24 penggugat yang mengaku ahli waris keturunan Rd Somadiwinata / Rd Somadiwiria itu, yakni Hj Didit Sadiah, Gayan Solichin, Nila Hayati, Lia Setiawaty, Gery Alam, Gema Solihin, Nenden Suminar, Bodi Kadarsah, Mutia Kadarsih, Santya Rahman, Junjunan Kadarsah, Zeni Milah, Lies Nafisah, Kemal Graham, Mari Maemunah, Tetty Hafsah, Iba Romlah Sunarya, Prasena Sunarya, Nugraha Sunarya, Wini Murniati, Yana Setiana, Isal Putrajaya, Hijib Komardani dan Memet Rahmat.

Adapun pihak tergugat, selain Pemkab Subang cq Bupati Subang, juga PT Sari Ater, Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah RI cq Menteri Agraria cq Kakanwil BPN Jabar cq Kepala Kantor BPN Subang. Sedangkan turut tergugat yakni Kades Palasari Kecamatan Ciater.

Dalam webset SIPP PN Subang tersebut juga dijelaskan, bahwa para penggugat menuding pihak tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum terkait sebidang tanah seluas 32.450 M2 yang berlokasi di obyek wisata Cipanas Sari Ater Desa Palasari Kecamatan Ciater.

Para penggugat mengklaim, sebidang tanah yang kini dikuasai Pemkab Subang dan dikelola oleh PT Sari Ater tersebut merupakan tanah hak milik adat berdasarkan Letter C Nomer 603 milik Rd Somadiwinata / Rd Somadiwirya dan merupakan bagian dari Sertipikat Hak Pengelolaan Nomer 1 tertanggal 28 Januari 2015 milik para penggugat.

Dalam tuntutannya, para menggugat meminta agar kontrak perjanjian kerjasama bagi hasil pengelolaan obyek wisata Sari Ater antara Pemkab Subang dengan PT Sari Ater berikut adendumnya, dibatalkan. Mereka juga menuntut para tergugat agar membayar ganti rugi sebesar Rp207 miliar.

(H Ade / Usep)