Beranda Hukum Manajemen PT Taekwang Ungkap Oknum TKA Pelaku Kekerasan Diproses Deportasi, Epi: Karyawan...

Manajemen PT Taekwang Ungkap Oknum TKA Pelaku Kekerasan Diproses Deportasi, Epi: Karyawan & Perekam Video Tetap Bekerja

Jabarpress.com, Subang–Manajemen PT Taekwang Industrial Indonesia Kecamatan Cibogo, Subang, memastikan, oknum TKA asal Korea yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap karyawan sebagaimana dalam video yang beredar, sedang dalam proses untuk dideportasi. Prosesnya berlangsung di imigrasi.

“TKA bersangkutan sudah meninggalkan Taekwang, sedang proses deportasi. Pemerintah yang mengurus di imigrasi,” ujar Senior Manager GA PT Taekwang, Epi Slamet, saat dihubungi Jabarpress.com, Senin (8/3/2021).

Adapun terhadap karyawan yang terkait dengan oknum TKA maupun perekam video tersebut, Epi menegaskan bahwa manajemen perusahaan belum berpikir untuk mengambil tindakan.

“Kita belum kepikiran soal tindakan terhadap yang memvideokan ataupun karyawan terkait, kita juga bahkan tidak tahu siapa yang merekamnya. Jadi belum ada tindakan apapun,” katanya.

Epi juga memastikan karyawan yang terkait insiden kekerasan oleh oknum TKA itu, masih tetap bekerja di pabrik dan tidak ada pemecatan.

“Kita tidak mengenal istilah ‘balas dendam’ dalam menyikapi insiden tersebut. Karyawan-karyawan itu masih tetap bekerja. Kedepan kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Karena kita berkomitmen menghargai dan melindungi hak dasar kemanusiaan universal. Kita juga berkomitmen dan memiliki kebijakan zero tolerance terhadap tindakan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja dan membentuk tim khusus untuk penanggulangan kasus kekerasan. Perusahaan juga secara intensif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada semua karyawan baik tenaga kerja asing maupun lokal dalam upaya pencegahan tindak kekerasan dan pelecehan di tempat kerja,” pungkas Epi.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video berdurasi sekitar 2 menitan yang menampilkan dugaan kekerasan terhadap karyawan pabrik PT Taekwang Industrial Indonesia Kecamatan Cibogo oleh oknum tenaga kerja asing (TKA), beredar dan sempat menghebohkan publik Subang.

Dalam video tersebut, seorang pria yang belakangan diketahui merupakan TKA asal Korea itu, terlihat marah-marah terhadap karyawan lokal pabrik produsen sepatu itu dan menendang sesuatu.

Senior Manager GA PT Taekwang, Epi Slamet, membenarkan terjadinya insiden kekerasan terhadap karyawan lokal sebagaimana dalam video yang beredar tersebut. Namun, pihaknya menegaskan perlu mengklarifikasi dan meluruskan hal yang terjadi sebenarnya.

“Terkait beredarnya informasi dari berbagai sumber dan media mengenai dugaan adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh salah satu TKA (tenaga kerja asing) kepada karyawan lokal di dalam pabrik, dengan ini kami menganggap penting untuk memberikan klarifikasi kejadian tersebut agar mendapatkan pemahaman dan informasi yang berimbang,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, dari hasil investigasi yang dilakukan oleh TPKK (Tim Penanggulangan Kasus Kekerasan) bahwa benar telah terjadi insiden kekerasan sebagaimana informasi yang beredar namun perlu diluruskan beberapa hal.

Diantaranya, bahwa insiden terjadi saat dilakukan patroli protokol kesehatan dan penegakan disiplin terhadap peraturan perusahaan mengenai larangan makan di tempat kerja pada Kamis 4 Maret 2021 sekira pukul 18.00 WIB. TKA tersebut mendapati ada karyawan yang sedang membawa makanan di tempat kerja dan langsung menegur karyawan yang bersangkutan.

“Namun dalam proses peneguran tersebut terjadi kesalahpahaman dan tanggapan dari karyawan yang tidak sesuai dengan harapan, sehingga TKA tersebut emosional dan bertindak di luar kontrol dengan menyepak makanan yang secara tidak disengaja mengenai bagian tubuh karyawan,” tuturnya.

Atas insiden tersebut, manajemen telah mengambil tindakan tegas kepada TKA yang bersangkutan sesuai peraturan yang berlaku.

“Pada hari ini, Jumat 5 Maret 2021 Manajemen telah menerbitkan Surat Keputusan pemutusan hubungan kerja kepada pelaku dan pada hari yang sama telah meninggalkan fasilitas pabrik. Secara pribadi TKA yang bersangkutan telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya sekaligus menerima konsekuensi pemutusan hubungan kerja,” tegasnya.