Beranda Daerah Aduh, Penyuntikan Vaksin Sinovak Tahap Kedua di Cibogo Terkendala Sistem, Kepala Puskesmas:...

Aduh, Penyuntikan Vaksin Sinovak Tahap Kedua di Cibogo Terkendala Sistem, Kepala Puskesmas: Dari Target 35 Nakes, Baru Bisa 12 Orang

Jabarpress.com, Subang–Penyuntikan vaksin sinovac dosis kedua diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) di lingkup UPT Puskesmas Cibogo, Selasa (23/2/2021).

Kegiatan dihadiri langsung Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Subang Susi Kusmarni S.Km.M.Si., Plt. Kepala Puskesmas Cibogo Tri Hartinah Am.Keb, serta para tenaga medis. Kegiatan menggunakan prokes 5M covid 19.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Subang Susi Kusmarni S.Km. M.Si. mengapresiasi UPT Puskesmas Kecamatan Cibogo yang dinilainya bagus dalam pelayanannya serta sudah sangat memenuhi syarat kesehatan.

“Kita monitoring dan evaluasi dari Dinkes Subang, kaitan dengan keberadaan Puskesmas Cibogo, semua alat pelayanan dan peralatan untuk alat pelindung diri (APD) juga itu semua sudah lengkap serta tidak lepas menggunakan prokes 5M covid 19,” ujar Susi kepada Jabarpress.com.

Susi menyebut bahwa pemberian vaksin Sinovac ini dosis kedua diberikan kepada tenaga kesehatan atau nakes di lingkup Puskemas Cibogo.

“Hal ini adalah program pemerintah, yang pertama vaksin diberikan kepada tenaga kesehatan, dan nakes yang ada di klinik swasta, selanjutnya ada tahapan tahapan, untuk diberikan kepada tenaga kesehatan dulu karena mereka berinteraksi, bersosialisasi, langsung kontak erat dengan warga masyarakat,” katanya.

“Kegiatan ini berjenjang atau bertahap, setelah pemberian vaksin kepada nakes nanti juga akan dilakukan ke semua warga, diharapkan dengan adanya pemberian vaksin ini dapat menurunkan angka penyebaran virus korona, harapan saya di tahun 2021 ini kita bisa kembali ke New Normal, untuk menekan penyebaran covid 19 diharapkan semua warga masyarakat mau di berikan vaksin sinovac,” imbuh Susi.

Plt UPT Puskesmas Cibogo Tri Hartinah Am.keb, menjelaskan, untuk vaksinasi hari ini, target kita direalisadikan kepada 35 nakes, tapi terkendala oleh sistem eror.

“Untuk penginputan data calon imunisasi secara online, semua nakes yang diberikan vaksin harus terdata ke pusat, dan saat ini sistemnya sedang eror, maka dari 35 orang yang masuk baru 14 orang dan 12 orang yang divaksin karena yang 2 orang dalam keadaan kurang sehat,” ucapnya.

Tri menyebut kita baru merealisasikan vaksinasi kepada 50 orang nakes karena ada kendala sistemnya sedang eror.

“Tapi untuk saat ini belum ada kepastian lanjut atau tidak kita menunggu sistemnya berjalan lagi, karena hasilnya kita akan dientri artinya ketika sudah dientri, untuk semua nakes yang sudah mendapatkan imunisasi vaksin kita akan mendapatkan sertifikat vaksinasi Covid 19,” ujar Tri.

“Kegiatan vaksinasi ini kita langsung online ke pusat, karena sistemnya sedang eror maka kita menunda kegiatan. Diharapkan kepada BPS, BPM, dan klinik- klinik swasta kita sedang mengumpulkan data untuk vaksinasi, dan setelah data masuk kita akan chekup serta akan mendapatkan vaksin sinovac, sebelum beralih kelayanan publik kita arahkan ke nakes yang ada di klinik- klinik swasta serta BPM ,” pungkas Tri.

(Ajat Sudrajat)