Beranda Hukum Banyak Kendaraan Terperosok, Pekerjaan Galian Pipa SPAM Binong Senilai Rp52 Miliar Dinilai...

Banyak Kendaraan Terperosok, Pekerjaan Galian Pipa SPAM Binong Senilai Rp52 Miliar Dinilai Asal-Asalan, Eyang Tugu: Pelaksanaan Diduga Tidak Sesuai

Jabarpress.com, Subang–Pekerjaan proyek galian pemasangan pipa air minum SPAM (Sistem Pengadaan Air Minum Masyarakat) senilai Rp52 miliar yang dilaksanakan PT Putra Kencana di sepanjang jalur Binong-Pamanukan, terus mendapat sorotan masyarakat. Terlebih setelah seringnya kendaraan terperosok di lokasi galian pipa.

“Pantauan kami, sudah beberapa kali kendaraan, terutama mobil, terperosok di beberapa titik bekas galian pipa SPAM itu, misalnya depan SMPN Binong pernah ada mobil yang terperosok, terus di lajur wilayah Desa Binong juga ada truk yang terperosok. Menurut kami, ini mengindikasikan pelaksanaan pekerjaan bermasalah,” ujar pegiat anti korupsi Subang, Wawan Setiawan, kepada Jabarpress.com, Jum’at (19/2/2021).

Menurut aktivis yang akrab disapa Eyang Tugu ini, fungsi pengawasan dalam peltek (pelaksanaan teknis) pekerjaan, cenderung lemah, sehingga pekerjaan galian pipa SPAM ini dinilainya asal-asalan. Hal tersebut, diantaranya, dibuktikan dengan seringnya terjadi kasus kendaraan yang terperosok, terjebak, di lokasi jalur galian pipa.

“Adanya beberapa kasus kendaraan yang terperosok di jalur galian pipa, menjadi bukti kuat jika peltek (pelaksanaan teknis) pekerjaan, kurang baik. Pemadatan urugannya kurang bagus, kurang maksimal. Ini artinya apa, pengawasannya yang lemah atau memang tidak ngerti teknis pekerjaan? Sehingga tampak asal-asalan. Ini dugaan kita pekerjaan tidak sesuai,” tutur Eyang Tugu.

Menurut pria yang juga Ketua LSM JARRAK (Jaringan Aliansi Rakyat Anti Korupsi) ini, supaya pekerjaan galian pipa SPAM yang menghabiskan anggaran puluhan miliar ini hasilnya memadai dan tidak berpotensi rawan kendaraan terperosok, harusnya pemadatan urugan atau timbunan galian itu pakai pibro, dengan komposisi urugan dari beskos dan bawah pipa pakai hamparan pasir.

“Selain itu, sedimen tanah harusnya dibuang, jangan jadi komposisi urugan,” tegas Wawan.

Sebelumnya diberitakan, sebuah truk yang mengangkut susu kemasan terperosok di lokasi jalur galian proyek pipa SPAM (Sistem Pengadaan Air Minum Masyarakat) senilai Rp52 miliar di jalur jalan raya Binong-Tambakdahan Desa Binong Kecamatan Binong, Selasa (16/2/2021).

Akibatnya, truk bernopol B 9447 XR yang sedianya akan mendistribusikan susu kemasan ke pelanggannya itu, hingga Selasa sore, masih terjebak berjam-jam di bekas galian proyek pipa SPAM Binong.

“Sudah lama berjam jam truk terperosoknya, dari jam 11 siang sampai sore ini masih belum bisa bergerak,” ujar Yusup, warga Tambakdahan yang juga seorang helper (pekerja) Gudang Susu yang truknya terperosok, kepada Jabarpress.com, Selasa (16/2/2021).

Dia mengaku, bersama sopir truk dan beberapa orang sudah berupaya mendongkrak truk agar bisa keluar dari lokasi terperosoknya.

“Tapi gagal. Kayaknya harus ditarik pakai mobil lagi,” ucapnya.

Menurutnya, truk terperosok akibat urugan lubang galian pipa kurang padat. Gegara kejadian tersebut, distribusi pengiriman susu jadi terganggu.

“Urugan galiannya kurang padat pak, jadinya terperosok,” ucapnya kesal.

Diketahui, proyek pekerjaan pemasangan pipa air minum SPAM atau Sistem Pengadaan Air Minum Masyarakat PJT II senilai Rp52 miliar yang dilaksanakan PT Putra Kencana di sepanjang jalur Binong menuju Pamanukan, sempat diprotes warga dan membuat berang Muspika Kecamatan Binong. Pasalnya, pekerjaan galian pipa dinilai tidak rapih, berantakan hingga membuat licin jalan raya saat musim hujan.

Camat Binong, Aep Saepudin, mengaku, sudah memerintahkan Satpol PP mengklarifikasi ke pihak pelaksana proyek dan menegurnya karena pekerjaan galian pipa air minum tersebut tidak rapih, tanah galiannya berantakan sehingga membuat becek di musim hujan.

“Kita sudah perintahkan jajaran Satpol PP melalui pak MP untuk mengklrafikasi ke pihak pelaksana. Bahwa sosialisasi katanya sudah dilakukan ke setiap desa2 yang dilalui jalur pipa. Sementara untuk di jalur jalan inspeksi, kami dengan muspika sudah memberikan teguran dan saran agar tanah yang berantakan supaya dirapikan kembali dan bila terjadi hujan mohon kegatan dihentikan dulu agar tanah tidak becek,” tegas Camat Aep saat dihubungi Jabarpress.com, Rabu (27/01/2021).

Pihaknya berharap, pelaksana proyek dapat memahami dan memperhatikan saran serta imbauan dari muspika setempat.

“Dan pantauan kami hari ini sudah ada progres, sedang diarug oleh pasir bescost supaya tidak terlalu becek dan brantakan. Mudah2an pihak plaksana mengerti dengan kondisi tersebut,” ucap camat.

Selain membuat geram Muspika Binong, proyek pipa SPAM tersebut juga sempat diprotes warga terdampak pekerjaan, Dodi dan Nana, warga Kecamatan Binong. Mereka memprotes pembongkaran akses jalan ke pekarangan rumahnya yang tanpa seizin pihaknya. Akibatnya, aktivitas kesehariannya terganggu.

“Saya kan sudah minta ke pekerja agar jangan dulu dibongkar jalan masuk ke rumah saya, tapi tetap saja malah digali. Saya jadi enggak bisa kemana-mana, enggak bisa jalan, usaha saya jadi terganggu, saya bener bener dirugikan, pendapatan saya jadi terganggu,” keluh Ojos, sapaan akrab Dodi, yang diamini oleh Nana, saat berdialog dengan perwakilan pelaksana proyek di Kantor PDAM Binong, Senin (25/01/2021).

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Teknis dari PT Putra Kencana yang merupakan KSO PT Shiddiq Sarana Mulya selaku pelaksana proyek pemasangan pipa air minum (SPAM), Diki, didampingi Pengawas Lapangan, Adi, mengungkapkan, pekerjaan galian pemasangan pipa air minum SPAM ini berlangsung sejak Jumat pekan lalu. Panjangnya sekitar 13,7 kilometer dari Binong sampai Desa Rancasari Kecamatan Pamanukan.

“Cuma untuk rincian proyek harus tanya langsung ke proyek manager, pak Setyo,” ujar Diki kepada Jabarpress.com, di Kantor Direksi Kit di area Kantor PDAM Binong, Senin (25/01/2021).

Diki menuturkan, untuk kedalaman galian pipa bersifat kondisional dilapangan dan tidak bisa dipastikan, namun secara teoritik, kedalaman 110 cm. Begitu juga lebar galian bersifat kondisional menyesuaikan dengan pipa dan bahu jalan.

“Kedalaman (galian pipa) kondisional dilapangan, saya tidak bisa memastikan, tapi teoritiknya 110 cm, cuma apabila ada pipa eksisting ya harus diatas pipa, tapi kedalaman yang normal 110. Lebar (galian) juga kondisional, gimana pipa dan bahu jalan. Adapun komposisi urugan galian, beskos diatas, bawah dan samping pakai pasir,” paparnya.

Terkait adanya protes warga terdampak soal tidak ada sosialisasi ke masyarakat, Diki menegaskan, perusahaan memiliki humas yang bertugas melakukan sosialisasi pekerjaan. Humas ini, sambung dia, sudah bersepakat dengan desa-desa yang terlewati pekerjaan untuk sosialisasi proyek ke warga.

“Kita punya humas. Humas sudah sosialisasi, kita sudah punya ‘hitam diatas putih’ dengan desa, saya sendiri yang kasih surat pemberitahuan bahwa akan ada pekerjaan, nanti desa yang sosialisasinya ke masyarakat,” pungkas Diki.

Informasi yang dihimpun, proyek pekerjaan pemasangan pipa air minum SPAM atau Sistem Pengadaan Air Minum Masyarakat ini merupakan projek Perum Jasa Tirta (PJT) II dengan pagu anggaran mencapa Rp52 miliar. Proyek pipanisasi air minum yang dikerjakan oleh kontraktor PT Putra Kencana ini berlangsung dari jalur Binong-Pamanukan sepanjang 13,7 KM.