Beranda Ekonomi Selayang Pandang Peresmian Operasi Pelabuhan Internasional Patimban

Selayang Pandang Peresmian Operasi Pelabuhan Internasional Patimban

Jabarpress.com, Subang–Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan soft launching dan meresmikan pengoperasian perdana Pelabuhan Internasional Patimban di Subang, Jawa Barat, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor pada Minggu (20/12/2020).

Pelabuhan Patimban dibangun sejak 2018 dengan nilai investasi Rp43,2 triliun. Pelabuhan tersebut telah dilengkapi car terminal yang siap dioperasikan secara terbatas. Saat ini, kebutuhan lahannya telah mencapai 369 hektare (ha) dan back up area seluas 345,2 ha.

Dalam soft launching dan peresmian pengoperasian perdana Pelabuhan Internasional Patimban, Bupati Subang H Ruhimat beserta unsur Forkopimda Kabupaten Subang turut menyaksikan keberlangsungan acara tersebut bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Duta Besar Jepang untuk RI Ishii Masafumi dan Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi, serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dalam sambutannya menyampaikan pembangunan infrastruktur konektivitas secara besar-besaran yang dilakukan pemerintah dalam enam tahun terakhir, khususnya di Jawa bagian barat dan timur juga meningkatkan posisi strategis daerah Subang sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Pelabuhan Patimban akan terkoneksi dengan jalan tol dan jalur Kereta Api.

“Diharapkan akan meningkatkan potensi pembangunan 10 kawasan industri prioritas di sepanjang utara Jawa sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada peresmian pengoperasian Pelabuhan Patimban, Presiden Jokowi juga menyaksikan ekspor perdana mobil sebanyak 140 unit menggunakan Kapal MV Suzuka Express milik PT Toyofuji Shipping Co,Ltd dengan tujuan Brunei Darussalam.

Selanjutnya Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pemerintah resmi menyuntik modal terhadap PT Hutama Karya senilai Rp 7,5 Triliun.

“Di tengah pandemi covid-19 ini salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu pembangunan Pelabuhan Patimban fase pertama telah selesai dibangun,” katanya.

Menurutnya, proyek ini memiliki peran yang penting dan strategis baik dalam upaya meningkatkan perekonomian di Jawa Barat maupun nasional.

Selain itu Pelabuhan Patimban ini juga berfungsi untuk memperkuat keberadaan pelabuhan Tanjung Priok yang sekarang ini sudah terlalu padat, serta menimbulkan kemacetan di ruas jalan Bekasi-Jakarta.

Dengan lokasinya yang strategis di antara Bandara Kertajati dan kawasan industri di Bekasi, Karawang dan Purwakarta, saya yakin keberadaan Pelabuhan Patimban ini akan menjadi kunci penghubung antar kawasan industri manufaktur, pariwisata dan sentra-sentra pertanian serta menopang percepatan ekspor,” paparnya.

Dari keberadaan Pelabuhan Patimban ini harus semakin terkonsolidasi dengan pengembangan industri dan perekonomian lokal semakin mempercepat pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru dan memberikan kecepatan pelayanan di bidang logistik, dan membuat produk-produk ekspor kita semakin efisien, berdaya saing dan semakin kompetitif di pasar global.

“Bismillahirrohmanirrohim, Pelabuhan Patimban hari ini saya nyatakan siap dan digunakan,” ucap presiden.

Sementara itu, Bupati Subang H Ruhimat alias Kang Jimat menyampaikan beberapa hal diantaranya, peresmian pelabuhan internasional patimban ini merupakan sebuah anugerah bagi masyarakat Kabupaten Subang, tentunya dilaksanakannya tahap 1 sudah dimulai expor terkait pelabuhan patimban ini dirinya sangat optimis dan yakin anugerah untuk rakyat Subang.

“Untuk itu mohon doa restu, mari sama sama mendukung akan berlangsungan pembangunan berikutnya mudah-mudahan akan sangat memberikan dampak perekonomian di Kabupaten Subang. Saya juga sangat berharap dengan adanya Pelabuhan Patimban yang saat ini sudah diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, bisa menjadi simbol kebangkitan perekonomian khususnya masyarakat pesisir Subang terutama masyarakat yang bekerja sebagai nelayan yang terdampak. Saya yakin keberadaan pelabuhan Patimban ini akan menjadi kunci penghubung antar kawasan, seperti industri manufaktur, pariwisata, dan sentra-sentra pertanian, serta menopang percepatan ekspor. Pelabuhan Patimban ini juga harus mendukung ekspor produk-produk lainnya yang menggerakkan ekonomi UMKM, sektor pertanian, industri kreatif, serta produk-produk lainnya sehingga mampu bersaing di pasar global,” imbuh bupati.