Beranda Daerah Kasus Positif Korona Bertambah 28 Orang, Puskesmas Pagaden & Purwadadi Ditutup

Kasus Positif Korona Bertambah 28 Orang, Puskesmas Pagaden & Purwadadi Ditutup

Jabarpress.com, Subang–Puskesmas Pagaden dan Purwadadi ditutup oleh Satgas Covid-19 Subang menyusul bertambahnya jumlah kasus positif korona di Kabupaten Subang.

Jubir Satgas Covid-19 Subang dr Maxi mengungkap, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Subang bertambah signifikan sebanyak 28 orang pada Jum’at (4/12/2020). Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Subang sebanyak 657 orang.

“Pada Jumat ini total kasus positif Covid-19 sebanyak 657 orang, jadi ada penambahan kasus baru sebanyak 28 orang,” kata dr Maxi.

Sebanyak 28 orang yang menjadi kasus baru Covid-19 itu berasal dari Kecamatan Cijambe sebanyak 3 orang, Kecamatan Compreng 1 orang, Kecamatan Pagaden 2 orang, Kecamatan Subang 6 orang, dan Kecamatan Sagalaherang 1 orang.

Selanjutnya, Kecamatan Pagaden Barat 1 orang, Kecamatan Dawuan 4 orang, Kecamatan Pabuaran 1 orang, Kecamatan Sukasari 2 orang dan 1 orang dari Cipunagara.

“Seluruhnya hasil tracing,” jelasnya.

Dari 657 orang terkonfirmasi Covid-19 ini sebanyak 510 orang dinyatakan sembuh, 107 orang masih menjalani isolasi, dengan 92 orang isolasi mandiri dan 15 orang di Rumah Sakit. Sementara yang meninggal dunia sebanyak 40 orang.

Sementara itu Satgas Covid-19 Subang menutup dua puskesmas karena terdapat dua tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.

Dua Puskesmas itu adalah Puskesmas Purwadadi dan Puskesmas Pagaden. Di Purwadadi ada dua tenaga kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19. Sementara di Pagaden, dua dokter dan satu tenaga kesehatan positif Covid-19.

“Hari ini kami menutup total layanan Puskesemas Pagaden, karena ada dua dokter dan satu paramedis positif Covid-19. Mereka ini tenaga utama yang memeriksa poliklinik dan rawat inap,” kata dr Maxi.

Sementara di Puskesmas Purwadadi, penutupan dilakukan secara parsial atau hanya rawat jalannya saja. Sementara untuk yang lainnya seperti layanan kebidanan dan rawat inap tetap berjalan, mengingat petugas yang positif Covid-19 ini tidak kontak langsung.