Beranda Politik Ketua Fatayat NU Subang Bantah Konfercab Cacat Hukum

Ketua Fatayat NU Subang Bantah Konfercab Cacat Hukum

Jabarpress.com, Subang–Ketua terpilih Fatayat NU Subang masa bakti 2020-2025, Hj Unengsih, angkat bicara ihwal adanya penolakan atas hasil konfercab. Dia menyebut, penolakan terhadap hasil pemilihan merupakan bagian dari dinamika demokrasi, namun penolakan harus berdasar.

Hal tersebut diungkapkan Hj. Unengsih kepada awak media, Sabtu (21/11/2020).

Unengsih, yang kembali terpilih sebagai Ketua PC. Fatayat NU masa Bhakti 200-2025 membantah tudingan tentang cacatnya Konfercab Fatayat NU Subang ke -5.

“Pelaksanaan konfercab yang dilaksanakan di Ciater dihadiri oleh ketua PW Fatayat NU Jawa Barat beserta jajarannya, bahkan beliau yang memimpin sidang,” ujarnya.

Ditanya tentang peserta yang hadir, menurut Unengsih, berdasarkan daftar hadir, juga telah memenuhi kuorum dengan dihadiri oleh 24 PAC dari 26 PAC yang sudah ber SK yang dibuktikan dalam daftar hadir.

“Dan saya terpilih secara aklamasi dengan mendapatkan dukungan tertulis dari 21 PAC, artinya tidak ada yang harus dipermasalahkan, dan saat ini formatur sedang mengajukan penerbitan SK,” tambahnya.

Menurut Unengsih, jika pelaksanaan Konfercab dilakukan sembunyi-sembunyi, atau tanpa ada pemberitahuan kepada sahabat Fatayat lainnya, itu tidak benar.

“Konfercab yang dilaksanakan di Ciater pada tanggal 14-15 Oktober 2020 bukan saja dihadiri oleh sahabat Fatayat saja, bahkan dihadiri oleh Wakil Bupati Subang, kepala Kesbangpol, ketua PC NU, dan ketua Suriah PC NU, jadi yang mana yang dianggap merahasiakan?!,” tegas Unengsih.

Sebelumnya, banyak media yang memberitakan, jika ada yang menolak hasil Konfercab Fatayat NU, diantaranya ada 16 PAC yang meminta diulang.

“Kalau ketidakpuasan dalam proses demokrasi ada saja, tapi seharusnya mereka melakukan keberatan saat pelaksanaan sidang, bukan diluar sidang, itu yang elegan,” ungkapnya lagi.

Tapi dengan kejadian ini, saya bangga, artinya Fatayat saat ini sudah dilirik oleh banyak kalangan,” pungkasnya.