Beranda Daerah Petani Subang Pertanyakan Realisasi Kartu Tani: ‘Beli Pupuk Harus Pakai Kartu Tapi...

Petani Subang Pertanyakan Realisasi Kartu Tani: ‘Beli Pupuk Harus Pakai Kartu Tapi Kartunya Belum Ada, Padahal Sudah Mendaftar’

Jabarpress.com, Subang–Para petani di Kabupaten Subang mempertanyakan kejelasan realisasi program Kartu Tani yang dicanangkan pemerintah. Pasalnya, hingga kini Kartu Tani tersebut belum diterima petani meski mereka sudah mendaftarkan diri melalui kelompok tani (gapoktan) setempat.

Tokoh petani di Kecamatan Pagaden Barat, Ang Wahid, mengaku, dirinya dan rekan-rekan sesama petani sudah sebulan lebih mendaftar lewat gapoktan (gabungan kelompok tani) agar dapat Kartu Tani, syarat-syaratnya seperti fotokopi KTP, KK, luasan lahan sawah dan lainnya, juga sudah komplit diserahkan.

“Tapi sampai sekarang realisasi Kartu Tani enggak ada kejelasan, kartunya belum ada terus,” keluhnya kepada Jabarpress.com, Sabtu (21/11/2020).

Dia menyebut, keberadaan Kartu Tani sangat dibutuhkan para petani di masa musim tanam rendeng ini, terlebih menjelang datangnya masa pemupukan padi. Sebab, ujar dia, informasinya Kartu Tani adalah syarat untuk bisa membeli pupuk subsidi.

“Beli pupuk subsidi sekarang ini kan katanya harus ada Kartu Tani, sementara kartunya juga enggak ada terus sampai sekarang, gimana kami bisa beli pupuk? Beli yang non subsidi kan mahal,” ucapnya.

Menurutnya, dengan ketidakjelasan realisasi program Kartu Tani makin menambah penderitaan para petani, terlebih di tengah kondisi kelangkaan pupuk subsidi dan tingginya harga pupuk non subsidi.

Saat dikonfirmasi, Kasi Dinas Pertanian dan Tanaman Holtikultura Kabupaten Subang, Endra, meminta agar sering berkoordinasi dan menanyakan langsung persoalan ini kepada admin kecamatan setempat.

Dia juga mengungkap prosedur dan persyaratan pendaftaran Kartu Tani serta menegaskan bahwa instansi Bank Mandiri yang nantinya akan mencetak Kartu Tani dengan merujuk pada data e-RDKK.

“Prosedur pendaftaran Kartu Tani, (yakni), 1. Petani membawa data copy KTP, KK, luasan lahan dan nama ibu kandung; 2. Data direkap oleh penyuluh berdasarkan kelompok menjadi data RDK; 3. RDKK di upload ke sistem menjadi e-RDKK; 4. Bank Mandiri akan mencetak kartu berdasarkan data e-RDKK,” papar Endra.

Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Jawa Barat, H Otong, juga mengatakan hal sama bahwa kewenangan memproses pencetakan Kartu Tani adalah Bank Mandiri.

“Pendaftaran Kartu Tani lewat kelompok tani, terus didaftar oleh admin E-RDKK yang ada di BPP, kalau masalah jadi (kartu) itu proses di Bank Mandiri nya kang, tapi yg lebih penting petani sudah terdaftar di E-RDKK,” imbuhnya.

Dia menegaskan, bagi para petani yang belum punya Kartu Tani, maka untuk sementara ini pembelian pupuk masih bisa dilakukan secara manual hingga akhir Desember 2020.

“Sampe akhir Desember pembelian pupuk masih bisa manual. Yang penting sudah tercatat di E-RDKK, karena kalau kartunya itu Bank Mandiri yg menerbitkan,” pungkas H Otong.