Beranda Ekonomi Fakta-fakta Subang Smartpolitan, Kawasan Senilai Rp8 Triliun Milik Suryacipta Yang Diklaim Bakal...

Fakta-fakta Subang Smartpolitan, Kawasan Senilai Rp8 Triliun Milik Suryacipta Yang Diklaim Bakal Bikin Hidup Rakyat Subang Lebih Baik

Jabarpress.com, Subang–PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), sukses menggelar groundbreaking ceremony (seremonial peletakan batu pertama) pembangunan megaproyek kawasan Subang Smartpolitan di Hotel Grand Melia Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Kegiatan peletakan batu pertama Subang Smartpolitan ini dihadiri Bupati Subang H Ruhimat alias Kang Jimat dan juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang hadir secara virtual dari Gedung Pakuan Kota Bandung.

Lantas, seperti apakah kawasan industri Subang Smartpolitan ini?

Berikut fakta-fakta Subang Smartpolitan:

1. Kota Industri Mandiri Berteknologi Canggih Dengan Nilai Investasi Rp8 Triliun

Presdir PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), selaku induk dari PT Suryacipta Swadaya, Johannes Suriadjaja, mengatakan, Subang Smartpolitan masterplan dibuat mengedepankan teknologi dan sistem perkotaan yang efisien dan terintegrasi, desain arsitektur untuk mewujudkan Subang Smartpolitan sebagai kota mandiri percontohan pertama di Indonesia.

“Subang Smartpolitan merupakan kota dari masa depan, ‘a city made from future’, kota dinamis metropolitan dengan konsep smart dan sustainable. Subang Smartpolitan akan menerapkan teknologi fundamental pada smart city seperti teknologi IoT (Internet of Things), 5G, termasuk teknologi autonomous cars,” ujarnya.

Internet of Things (IoT) sendiri adalah sistem perangkat komputasi yang saling terkait, mesin mekanik dan digital, yang dilengkapi dengan pengidentifikasi unik dan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi antar manusia atau manusia dan komputer.

Menurut Johannes, dengan IoT dan teknologi yang terhubung tersebut, Subang Smartpolitan dapat meningkatkan kualitas, kinerja dan interaktivitas layanan dan mengoptimalkan sumber daya dan mengurangi biaya. Beberapa contoh penerapan IoT dalam smart city seperti smart infrastructure (smart parking, smart lighting dan jalan yang terkoneksi), smart energy management, smart water management, smart waste management hingga smart city services.

“Implementasi tersebut diterapkan agar taraf kualitas hidup warga di Subang Smartpolitan dapat lebih baik dari kota-kota lainnya,” kata Johannes.

Dia juga menyampaikan, pihaknya telah mengadakan komunikasi dengan Tesla Inc. di Amerika Serikat untuk mengundang datang ke Indonesia. Terkait isu pembangunan pabrik baterai oleh produsen mobil listrik asal AS tersebut, Johannes melihat ada kesempatan bagi perseroan untuk menawarkan lahan industri yang potensial di Subang.

“Pemerintah juga telah mendukung upaya memboyong Tesla Inc. untuk masuk ke Tanah Air mengingat Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Selain perusahaan asal Negeri Paman Sam, perusahaan asal Korea Selatan juga sangat gencar untuk mendirikan pabrik baterai di Indonesia,” tuturnya.

2. Subang Smartpolitan Kuasai Lahan Kawasan Seluas 2.717 Ha di Kecamatan Cipeundeuy

Subang Smartpolutan akan dibangun di lahan seluas 2.717 di wilayah Kecamatan Cipeundeuy. Lahan seluas itu direncanakan akan dibangun Industrial Lots seluas 1.060 ha, Commercial area seluas 206 ha, Residential seluas 257 ha, Green & Open Space seluas 200 ha, Utility & Infrastructure seluas 212 ha, Public Facility seluas 15 ha dan Future Development seluas 767 ha.

Dari sisi akses, Subang Smartpolitan berjarak dari Jakarta ±89 km dengan lama perjalanan ±60 menit, dari Pelabuhan Patimban ±40 km dengan lama perjalanan ±30 menit, dari Pelabuhan Tanjung Priok ±100 km dengan lama perjalanan ±70 menit, dari Bandara Kertajati Majalengka ±70 km dengan lama perjalanan ±60 menit, dari Bandara Soekarno Hatta ±120 km dengan lama perjalanan ±90 menit, dari Bandung ±90 km dengan lama perjalanan ±60 menit dan dari Jawa Tengah ±150 km dengan lama perjalanan ±90 menit.

Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA), induk usaha PT Suryacipta Swadaya, Johannes Suriadjaja mengatakan, pihaknya sudah puluhan tahun berpengalaman dalam mengembangkan kawasan, salah satunya Kuningan di Jakarta. Kini melalui Subang Smartpolitan dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp8 triliun, PT Suryacipta Swadaya di bawah naungan Surya Internusa Group berupaya menghadirkan kota industri yang berkelanjutan dengan teknologi mutakhir.

“Dengan konsep Smart and Sustainable City, Subang Smartpolitan akan menawarkan alokasi lahan untuk industri, komersial, hunian, area hijau, hingga fasilitas publik di area seluas 2.717 hektare,” katanya.

3. Subang Smartpolutan Bersama Kawasan Rebana Metropolitan Diklaim Akan Genjot Pertumbuhan Ekonomi dan Ciptakan 4,3 Juta Lapangan Kerja Baru

Saat menyampaikan sambutan di acara groundbreaking seremony Subang Smartpolitan di Jakarta, Rabu, 18 November 2020, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan, Subang Smartpolitan merupakan satu dari 13 kota baru di kawasan segitiga Rebana Metropolitan.

Rebana Metropolitan merupakan kawasan gabungan dari tiga daerah yang diprediksi akan menjadi masa depan Jawa Barat, yaitu, Cirebon, Subang, dan Majalengka.

Pada 2030, ujar Kang Emil–sapaan Ridwan Kamil–kawasan Rebana Metropolitan, termasuk Kabupaten Subang di dalamnya, diproyeksikan akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi hingga 5 persen dan menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru.

“Hadirnya Subang Smartpolitan pun menjadi benchmark atau tolak ukur pembangunan di Rebana Metropolitan. Saya titip di masa depan kita harus mendesain kota yang selalu memiliki tiga nilai yaitu live, work, and play. Tinggal, bekerja, dan berekreasi di situ. Jika kita mendesain tempat bekerja saja tapi tempat tinggalnya jauh, akan terjadi commuting costs,” kata Kang Emil.

Kang Emil mengatakan konektivitas Subang Smartpolitan disokong akses tol, pelabuhan internasional, hingga bandara internasional.

“Kami (Pemerintah Daerah Provinsi Jabar) akan terus mendorong kesuksesan termasuk membantu marketing, relasi dengan investor, hingga regulasi. Saya sedikit menyumbang desain landmark-nya mudah-mudahan bisa dibangun lebih dulu supaya orang dari luar bisa datang berekreasi dan membuat orang penasaran dan berminat tinggal di situ (Subang Smartpolitan),” papar Kang Emil.

Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian RI, Dody Widodo, bahwa Subang Smartpolitan bisa membantu menciptakan lapangan pekerjaan khususnya di Jabar. Bahkan potensial jadi tulang punggung ekonomi nasional.

“Ini bisa menjadi batu loncatan untuk pertumbuhan ekonomi. Dan di 2030 atau 2040 bisa menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional,” timpal Dody.

Presdir PT Surya Semesta Internusa, Johannes Suriadjaja, juga menyebut, pembangunan Subang Smartpolitan menjadi bentuk komitmen pihaknya untuk ikut meningkatkan laju perekonomian daerah. Ditargetkan dapat menyerap tenaga kerja lokal dan berkontribusi terhadap perekonomian Kabupaten Subang. Apalagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan Subang sebagai bagian dari rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus Rebana Metropolitan.

“Tumbuhnya infrastruktur strategis utama seperti jalan tol, bandara dan pelabuhan laut akan semakin meningkatkan perekonomian di Rebana Metropolitan, sehingga lokasi Subang Smartpolitan menjadi lebih strategis karena berada di jantung segitiga bisnis masa depan di Jawa Barat dan menjadi destinasi baru investasi di Indonesia,” tambah Johannes.

4. Unit-unit Komersial (Bisnis) Yang Akan Dikembangkan Subang Smartpolitan

VP Sales & Marketing PT Suryacipta Swadaya, Abednego Purnomo, menginformasikan, bahwa sejumlah investor dari berbagai industri sudah menyatakan tertarik mengembangkan bisnis di Subang Smartpolitan.

Dia mengungkap, ditargetkan di kawasan itu akan hadir perusahaan dari sektor otomotif, consumer goods, pharma & medical equipment, high precision industries, IT, logistik, dan sebagainya.

5. Subang Smartpolitan Diyakini Bawa Dampak Positif Bagi Rakyat dan Bikin ‘Hari Esok Subang Menjadi Lebih Cerah’, Kang Jimat: 59.000 Warga Subang Yang Menganggur Tolong Diserap!

Saat menyampaikan sambutan di acara groundbreaking seremony Subang Smartpolitan di Jakarta, Rabu, 18 November 2020, Bupati Subang H Ruhimat alias Kang Jimat menyampaikan, pembangunan Subang Smartpolitan merupakan momentum yang tidak boleh disia-siakan begitu saja, akan banyak peluang dan manfaat dari berdirinya Subang Smartpolitan.

Oleh karena itu, ujar dia, pemerintah dan warga Kabupaten Subang harus siap untuk terlibat dan sekali lagi, warga Subang jangan jadi penonton.

“Karena hari esok Subang akan menjadi lebih cerah,” kata Kang Jimat.

Kang Jimat menyampaikan optimismenya, Subang di masa yang akan datang akan lebih baik dan tentunya momentum yang tidak boleh disia-siakan begitu saja, karena akan banyak peluang dan manfaat dari berdirinya Subang Smartpolitan. Terlebih saat ini Pelabuhan Patimban menjadi simbol kebangkitan perekonomian khususnya masyarakat pesisir Subang.

“Saya berharap Subang Smartpolitan dapat melibatkan tenaga kerja lokal saat pembangunan serta saat operasional nanti,” imbuh bupati.

Bupati juga mengapresiasi pihak Suryacipta atas dilaksanakannya groundbreaking untuk dimulainya pembangunan kawasan Subang Smartpolutan.

“Tentunya sekilas saja sudah bisa kita simpulkan, dengan berdirinya Suryacipta disana itu tentunya akan sangat membawa dampak yang positif khususnya untuk masyarakat Subang,” ucapnya.

Terkait jumlah pengangguran, Kang Jimat mengatakan, data pengangguran di Kabupaten Subang kurang lebih 59.000 orang. Dia optimis dengan adanya Suryacipta, dapat terjawab dan persoalan pengangguran dapat terserap di Subang Smartpolitan.

“Saya berharap dengan kehadiran Suryacipta disana akan memberikan peluang dan dampak positif untuk masyarakat Subang, dan tentunya permasalahan pengangguran di Kabupaten Subang sedikit banyak dapat terserap di Subang Smartpolitan. Insya Allah, pihak Suryacipta dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah,” paparnya.

Kang Jimat juga berharap pihak investor tidak usah ragu berinvestasi. Pemkab Subang siap mensuport apa yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.