Beranda Jabar Prodi Hukum Tata Negara UIN SGD Gelar Kuliah Umum Politik Ekonomi &...

Prodi Hukum Tata Negara UIN SGD Gelar Kuliah Umum Politik Ekonomi & Kewirausahaan, Prof Fauzan: Atasi Pengangguran Terpelajar Dengan Wirausaha

Jabarpress.com, Bandung–Prodi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung menggelar Kuliah Umum daring (webinar) bertajuk Politik Ekonomi dan Kewirausahaan, Kamis (19/11/2020).

Kegiatan webinar yang diikuti sekitar 200 mahasiswa Hukum Tata Negara secara online ini menghadirkan narasumber Drs H Rahmat Sulaeman, MM., selaku praktisi kewirausahaan. Kegiatan dipandu oleh Host Lutfi Fahrul Rizal dan dimoderatori oleh Sekretaris Jurusan Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Ridwan Eko Prasetyo, SHI., MH

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung, Prof Fauzan Ali Rasid, M.Si, mengatakan, bonus demografi di Indonesia melahirkan usia produktif antara 20-45 tahun dan itu harus dimaksimalkan sebaik mungkin seluruh potensi sumber daya manusia termasuk dalam bidang penguatan ekonomi, salah satunya semangat berwirausaha, menciptakan peluang lapangan pekerjaan bukan bagi dirinya semata tapi bisa bermanfaat buat banyak orang, sehingga kedepan cita-cita Indonesia menjadi 5 negara termaju bisa menjadi kenyataan.

“Tapi sebaliknya, apabila bonus demografi tidak bisa dikelola dengan baik, maka ke depan bisa menjadi beban dan permasalahan besar buat negara. Maka semangat wirausaha menjadi solusi dalam menggerakan perekonomian Indonesia, jangan sampai kedepan banyak pengangguran terpelajar,” ujarnya.

Dalam pengantarnya, Ketua Jurusan Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung, Dr Chaerul Shaleh, menyebut kewirausaahan menjadi alternatif dalam menjawab tantangan permasalahan ekonomi kerakyatan.

“Diharapkan mahasiswa HTN harus sudah dipersiapkan memiliki kompetensi dan skill enterpreneurship,” imbuhnya.

Sementara itu narasumber webinar, Drs H Rahmat Sulaeman, MM., menyampaikan, lahirnya era digital harus disikapi menjadi potensi yang harus melahirkan inovasi baru. Disamping era digital menawarkan kemudahan dalam memasarkan produk yang memang dibutuhkan oleh pangsa pasar, dimana orang berusaha tidak harus punya CV atau PT, tapi ketika dia bisa memanfaatkan teknologi, semua orang punya peluang dan kesempatan yang sama untuk maju.

“Semangat wirausaha harus tertanam dalam diri mahasiswa. Jangan sampai kita tidak bisa memanfaatkan teknologi yang ada. Masalah jangan difahami sebagai ancaman tapi harus difahami sebagai peluang untuk berinovasi menyelesaikan masalah,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, di negara maju, keberhasilan diukur oleh produktivitas dan kreativitas, dimana dalam memproduksi barang harus melihat pangsa pasar, bukan memproduksi barang untuk dipasarkan.

Menurut Rahmat, peta bisnis telah terbentuk sehingga mempermudah penyebaran informasi yang dimiliki. Di era digital ini, bisnis sebagai etalase, pengguna era digital berselancar untuk mencari tawaran variasai produk yang beragam sehingga meningkatkan daya beli.

“Jangan takut untuk memulai berwirausaha, jadikan kegagalan menjadi peluang untuk kita mendapatkan kesuksesan besar,” pungkasnya.