Beranda Warta Desa Banyak Bangunan Warga di Manyingsal Rusak Dihantam Angin Kencang, Pemkab Subang Rakor...

Banyak Bangunan Warga di Manyingsal Rusak Dihantam Angin Kencang, Pemkab Subang Rakor Siaga Bencana

Jabarpress.com, Subang–Sejumlah rumah dan bangunan milik warga Kampung Neglasari RT 08/04 Desa Manyingsal Kecamatan Cipunagara rusak dihantam hujan angin kencang, Jum’at (13/11/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Bangunan bale rumah punya saya sampai ambruk, tapi gak ada korban,” ujar Yuyun, warga Kp. Neglasari Desa Manyingsal, saat dikonfirmasi Jabarpress.com melalui laman akun facebook-nya, Jum’at (13/11/2020).

Dia mengungkap, selain bangunan miliknya yang ambruk, banyak bangunan rumah warga lainnya juga rusak dihantam angin kencang yang menyertai hujan deras.

“Banyak rumah lainnya rusak, cuma gak tahu berapa. Datanya yang punya pemerintah desa,” ucapnya.

Yuyun juga menyebut, pihak pemerintah desa sudah turun ke lokasi untuk mendata kerusakan akibat musibah tersebut.

Sementara itu, di tempat terpisah, Pemkab Subang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi tahun 2020 di kantor Perum Jasa Tirta (PJT) II Subang, Jum’at (13/11/2020).

Rakor dihadiri Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi alias Kang Akur, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Subang H Hidayat, General Manager PJT Wil. II Subang, BBWS Citarum, Pertamina EP, PT. Dahana, para Kepala OPD, para Camat dan Muspika.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Subang H Hidayat, menyampaikan, rakor tersebut akan membahas kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Subang tahun 2020.

Rakor tersebut tindak lanjut dari rapat pra rakor yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Terlaksana berkat kerjasama antara pemda dengan unsur TNI, Polri dan BUMN/D khususnya dengan PJT Wilayah II Subang.

Dasar dari Rakor dengan terbitnya SK Gubernur terkait dengan pos kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Jawa Barat. SK tersebut akan dituangkan dalam SK Bupati Subang terkait kesiapsigaan bencana banjir dan longsor tahun 2020.

“Tujuan Rakor menyamakan persepsi bahwa bencana tanggungjawab yang diamanatkan dalam UU no. 24 tahun 2007. Untuk kesiapsiagaan perlu dilakukan apel kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi kondisi perubahan iklim yang tidak normal dengan insensitas hujan yang cukup tinggi. Pembentukan pos komando perlu dibentuk dimana satu komando, satu perintah, satu data dan satu langkah yang akan dilakukan. Dan akan dituangkan SK Bupati terbentuknya komando penanggulangan bencana yang dibentuk tingkat Kabupaten, Kecamatan dan bahkan tingkat Desa,” paparnya.

Wakil Bupati Subang Kang Akur mengatakan bahwa pada saat ini sudah memasuki musim hujan. Pelaksanaan Rakor kesiapsiagaan bencana dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh komponen pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di Kabupaten Subang seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Tujuan dari rakor ini untuk meningkatkan koordinasi seluruh stakeholder penanggulangan bencana dalam menghadapi bencana alam di musim hujan ini.

“Kita inventarisir kekuatan peralatan yang ada dari seluruh instansi terkait. Untuk selanjutnya melakukan perencanaan mitigasi bencana, kita laksanakan sesuai peran masing-masing. Khusus kepada para Camat agar waspada dan merespon cepat pada setiap gejala yang terjadi di wilayahnya masing-masing terhadap bencana alam bilamana terjadi bencana. Kita harus kompak sinergis dan terus melakukan komunikasi yang baik antara seluruh pihak. Tindak lanjut dari rakor ini akan membentuk SK Tim tentang kesiapsiagaan yang merupakan turunan SK Gubernur,” pungkas wabup.