Beranda Daerah Kang Akur & Kang Amin Hadiri Paripurna DPRD: RAPBD Subang 2021 Cuma...

Kang Akur & Kang Amin Hadiri Paripurna DPRD: RAPBD Subang 2021 Cuma Rp2,6 T, Anjlok Rp283 M, Klasipikasi Belanja Daerah Juga Berubah

Jabarpress.com, Subang–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang menyelenggarakan rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian nota pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2021, Senin (9/11/2020).

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Narca Sukanda dan dihadiri oleh Wakil Bupati Subang Agus Masykur alias Kang Akur bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang H Aminudin alias Kang Amin, perwakilan Forkopimda, para anggota dewan, para kepala OPD.

Pada rapat paripurna tersebut, Wabup Kang Akur membacakan nota pengantar keuangan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang APBD Kabupaten Subang tahun 2021 dihadapan peserta rapat paripurna.

Penyampaian nota pengantar RAPBD tahun anggaran 2021 merupakan salah satu rangkaian dari mekanisme penyusunan APBD setelah penetapan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran (PPA) yang telah disepakati beberapa waktu yang lalu.

“Pendapatan pada tahun 2021 direncanakan sebesar Rp2,6 triliun, yang apabila dibandingkan alokasi pendapatan tahun lalu mengalami penurunan sebesar Rp283,19 miliar dimana pendapatan daerah pada APBD tahun 2020 lalu sebesar Rp3,007 triliun,” papar Kang Akur.

Dia menyebut, rencana pendapatan daerah pada RAPBD tahun 2021 tersebut walaupun terdapat rencana peningkatan dari pos PAD, namun beberapa pos pendapatan mengalami penurunan.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp570,69 milyar. Angka PAD pada RAPBD tahun 2021 ini mengalami kenaikan sebesar Rp26,02 milyar bila dibandingkan dengan target PAD tahun 2020 murni sebesar Rp544,77 milyar. Sedangkan pendapatan transfer pada RAPBD tahun 2021 mengalami penurunan,” ucapnya.

Dia menerangkan, adapun klasifikasi belanja untuk APBD tahun 2021 berbeda dengan belanja tahun 2020.

“Dimana pada tahun anggaran 2020 kita kenal belanja tidak langsung dan belanja langsung. Sementara untuk tahun anggaran 2021, menurut Peraturan Pemerintah No 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, belanja daerah terdiri dari belanja operasi (belanja pegawai belanja barang jasa, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah dan belanja bantuan sosial), belanja modal, belanja tidak terduga dan biaya transfer,” pungkas wabup.