Beranda Daerah Rapat Vikon Evaluasi Penurunan Stunting, Wabup Kang Akur: Kasus Stunting Gizi Buruk...

Rapat Vikon Evaluasi Penurunan Stunting, Wabup Kang Akur: Kasus Stunting Gizi Buruk di Subang Tembus 8% Lebih

Jabarpress.com, Subang–Dalam upaya Kabupaten Subang untuk percepatan penurunan stunting (gizi buruk) 2020, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi alias Kang Akur melakukan video conference (Vicon) dengan tim evaluasi percepatan penurunan stunting provinsi Jawa Barat dari beberapa OPD terkait provinsi Jawa Barat untuk penilaian kinerja Kabupaten/Kota di Jawa Barat dalam melaksanakan konvergensi pencegahan stunting.

Vicon dilaksanakan di comment center kantor Diskominfo Kabupaten Subang yang turut dihadiri pula oleh pimpinan maupun yang diwakili dari beberapa OPD terkait diantaranya dari Dinas Kesehatan, DP2KBP3A, Dinas PUPR, BP4D, Dinas Ketahanan Pangan, Diskominfo, Disdikbud, Dispemdes, Dinas Sosial dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Selasa (20/10/2020).

Dalam penilaian secara vicon tersebut, Kang Akur melakukan presentasi tentang upaya Kabupaten Subang dalam percepatan penurunan stunting 2020 selama 30 menit, dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan tim evaluasi atau tim penilai dari Provinsi Jawa Barat kurang lebih selama 60 menit.

“Penetapan lokus stunting di Kabupaten Subang, karena kasus stunting (penderita gizi buruk) pada balita lebih dari 8%, kemudian layanan kesehatan ibu hamil, bayi, remaja, dan ibu nifas dibawah 100%, akses sanitasi dan ketersediaan air minum layak dibawah 100%,” ungkap Kang Akur.

Tujuan dari pencegahan stunting di Subang yaitu meningkatkan peran lintas sektor dan unsur masyarakat dalam percepatan penurunan stunting di kabupaten Subang serta mencegah terjadinya stunting baru.

Kang Akur sangat mendukung sepenuhnya program pemerintah untuk mewujudkan zero stunting baru pada tahun 2023 dan Kabupaten Subang menargetkan stunting kurang dari 8% pada tahun 2020 menuju Subang Jawara.

“Target Subang pada tahun 2021 stunting di Subang berada di level dibawah 5% dan tahun 2023 targetnya zero stunting baru sesuai target stunting Jawa Barat,” ucap wabup.

Berbagai aksi dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Subang dalam pencepatan penurunan stunting, diantaranya pembinaan KPM di 253 Desa/Kelurahan, manajemen data, analisa data hasil bulan penimbangan balita dan publikasi data dan informasi kegiatan percepatan penurunan stunting.

Berbagai inovasi satgas percepatan penurunan stunting Kabupaten Subang (Kamisan Stunting) dilakukan oleh OPD terkait tingkat Kabupaten / anggota satgas stunting untuk terwujudnya intergrasi – sinergitas penanganan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Subang.

“Pencegahan stunting perlu adanya penguatan koordinasi lintas sektor yang sudah terbangun, terutama dalam hal linierisasi kegiatan dari hulu sampai hilir (remaja putri sampai dengan anak dibawah dua tahun), peningkatan sebaran informasi kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) PKH melalui perangkat daerah terkait dan peningkatan dukungan anggaran di semua perangkat daerah. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat Subang presentase penduduk miskin masih tinggi, ada 10% KPM PKH masih terbatas informasi,” pungkas Wabup Kang Akur.