Beranda Daerah Pemcam Cibogo Rapat Minggon di Puskesmas, Ungkap 15 Warga Derita Kusta dan...

Pemcam Cibogo Rapat Minggon di Puskesmas, Ungkap 15 Warga Derita Kusta dan Ada Yang Meninggal Karena TBC

Jabarpress.com, Subang–Pemcam Cibogo menggelar rapat minggon di aula kantor UPTD Puskesmas Kecamatan Cibogo, Selasa (20/10/2020).

Rapat dihadiri muspika Cibogo, kepala desa se-Kecamatan Cibogo serta perwakilan Bidan Desa dan jajaran stap UPTD Puskesmas Cibogo.

Camat Cibogo Sri Novia mengatakan, program rapat minggon membahas berbagai hal, diantaranya kinerja Puskesmas Cibogo, apa yang sudah dan sedang dilaksanakan, kedepan hal ini adalah inpormasi yang sangat berharga sekali bagi para kepala desa terutama inpormasi yang disampaikan oleh Plt Kepala UPTD Puskesmas Cibogo.

“Rapat membahas penanganan beberapa penyakit dan kesehatan yang ada di wilayah Kecamatan Cibogo termasuk salah satunya cara penanganan covid 19, ibu hamil dan sebagainya, hal ini bermanpaat sekali,” ujar Sri kepada Jabarpress.com.

Sri menyebut, warganya ada yang positif covid 19, namun dengan cepat ditindaklanjut dan ditangani oleh petugas kesehatan terutama oleh satgas covid 19 di tingkat Kecamatan dan dibawa ke RSUD untuk dirawat isolasi,” ucapnya.

Sri terus mengimbau warga Cibogo agar tetap waspada dan wajib melaksanakan protokol kesehatan covid 19 ini 3M di setiap momen, setiap kegiatan, setiap acara apapun agar para kepala desa menindak lanjuti kembali mengenai 3M ini, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.

“Kaitan dengan warga perantau yang pulang mudik dari zona merah mereka agar sadar diri dan wawasannya lebih terbuka, lebih luas, mereka lebih memahami dalam hal covid 19, agar mereka dapat mengisolasi secara mandiri ketika pulang dari zona merah. Kalau dalam 10 hari tidak ada gejala, mungkin mereka dapat beraktifitas kembali,” tambahnya.

Plt Kepala UPTD Puskesmas Cibogo Tri Hartinah AM.Keb., mengatakan, pembahasan rapat minggon adalah tentang program covid 19, bahwa pihaknya sudah menangani satu orang positif covid serta sudah merujuknya ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena ada gejala.

“Dan untuk keluarga kontaknya akan segera kami lakukan pelayanan kesehatan,” katanya.

Selanjutnya, ungkap Tri, ada beberapa program yang perlu dukungan dari para kepala desa maupun dari pihak kecamatan yakni program penanganan penyakit TBC, hal ini agar tidak luput dari perhatian, karena penyakit TBC kalau tidak diobati akan menimbulkan kematian bagi si penderita, dan akan menular ke kontak serumah dan daerah sekitarnya. Program pengobatan ini sudah berjalan, hasilnya ada yang sembuh dan ada yang sedang melakukan pengobatan serta ada juga yang meninggal dikarenakan pengobatannya terlambat.

“Ketika gejala batuk-batuk selama dua minggu itu harus segera diperiksa ke Puskesmas, baik dahak maupun dironsen, insyaalloh ada obat penyakit TBC secara gratis, bisa diambil oleh warga. Saya selaku Plt Kepala Uptd Puskesmas Cibogo sudah menyiapkan labolatorium untuk memeriksa dahak si penderita TBC,” paparnya.

Sementara untuk program penanganan penyakit Kusta atau Lepra di wilayah Puskesmas Cibogo, ada 15 orang penderita Kusta, yakni penyakit kulit yang menimbulkan kecacadan tubuh, tapi penyakit kusta itu dapat diobati dan bisa dicegah melalui program sendiri yakni pencegahan terhadap kontak. Salah satu contoh 1 orang penderita minimal 20 orang diperiksa dan diberikan obat untuk pencegahan.

“Kemudian program Hepatitis pada ibu hamil, untuk pencegahan apabila ibunya mengidap Hepatitis itu ada paksin untuk pencegahan bayi, setelah itu kita bisa mengajukan untuk paksin bayi, paksin Hepatitis ini diberikan 12 jam setelah bayi itu lahir,” pungkasnya.

(Ajat Sudrajat)