Beranda Daerah Hari Santri Nasional 2020, Pemkab Subang Kucurkan Bantuan Rp1,4 Miliar Untuk 35...

Hari Santri Nasional 2020, Pemkab Subang Kucurkan Bantuan Rp1,4 Miliar Untuk 35 Pesantren, Setiap Pesantren Dapat Rp40 Juta

Jabarpress.com, Subang–Bupati Subang H Ruhimat alias Kang Jimat mengungkap, Pemkab Subang telah mengucurkan bantuan sebesar Rp1 miliar plus Alat Pelindung Diri (APD) untuk 146 pondok pesantren (ponpes) terdampak pandemi covid-19. Selain itu, pemkab juga menyiapkan bantuan pemberdayaan pesantren sebesar Rp1,4 miliar untuk 35 pesantren, masing-masing mendapat sebesar Rp40 juta.

Hal ini disampaikan Kang Jimat–sapaan akrab Bupati Ruhimat–saat menghadiri launching peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2020 yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang Jalan Mayjen Sutoyo Kelurahan Karanganyar Subang, Jum’at (16/10/2020).

Dia mengatakan, atas nama pribadi dan mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Subang mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah berupaya agar dapat terlaksana kegiatan rangkaian peringatan Hari Santri yang diawali dengan istighosah.

Tema hari santri tahun 2020 adalah Santri Sehat Indonesia Kuat. Isu kesehatan yang diangkat menjadi tema hari santri dilatarbelakangi oleh kondisi pandemi covid 19 yang tengah melanda masyarakat dunia sebagai informasi di beberapa pesantren telah berhasil melakukan upaya pencegahan pengendalian dan penanganan dampak pandemi covid 19.

“Hal ini menjadi bukti bahwa pesantren memiliki kemampuan dalam menangani pandemic, walaupun dengan berbagai keterbatasan fasilitas kuncinya kedisiplinan kepatuhan kehati-hatian serta keteladanan yang diajarkan oleh para kyai dan pimpinan pondok pesantren,” ujarnya.

Kang Jimat menyebut, sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Subang kepada pesantren telah menganggarkan dana sebesar Rp1 miliar untuk 146 pesantren ditambah dengan bantuan APD.

“Ulama dan santri memiliki peran yang sangat penting dalam narasi sejarah bangsa Indonesia, kontribusi ulama dan santri terbukti kokoh dalam menguatkan pondasi NKRI mengikis habis paham radikalisme, harus terus dilakukan karena Islam adalah agama rahmatan lil alamin,” paparnya.

Dalam menghadapi era industrialisasi di Kabupaten Subang dan dalam rangka menghadapi era industri 4.0, santri harus memiliki semangat yang kuat sehingga mampu menghadapi tantangan global serta mampu berdaya saing.

Para santri harus terus belajar, mencari ilmu agar mampu berdiri dan menjadi bagian dari kegiatan pembangunan. Santri harus mandiri dan menjaga perdamaian dunia dengan menanamkan dan menyebarkan nilai-nilai universal Islam yang sejalan dengan nilai kemanusiaan.

Bupati menyampaikan, dalam upaya mendukung kemajuan pesantren, Pemda Subang juga memberikan bantuan anggaran pemberdayaan kepada 35 pondok pesantren.

“Masing-masing pesantren sebesar Rp40 juta, tentunya (bantuan ini) akan dilanjutkan pada tahun berikutnya,” papar Kang Jimat.

Kepala Kemenag Kabupaten Subang H Abdurohim menjelaskan, Hari Santri Nasional ditetapkan diperingati setiap 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

“Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya resolusi jihad, yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik 10 Nopember 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Kami menegaskan bahwa peringatan Hari Santri 2020 secara khusus mengusung tema Santri Sehat Indonesia kuat. Karena saat ini dunia internasional sedang dilanda pandemi global Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),” imbuhnya.

Terkait bantuan Pemkab Subang untuk pondok-pondok pesantren ini, juga diungkap oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Subang, Iwan.

Iwan menyebut, selama pemerintahan Jimat-Akur, terdapat 200-an lebih pesantren yang akan mendapat bantuan operasional (BOP) pesantren. Namun, gara-gara pandemik korona-19, baru sebagian kecil saja ponpes yang bantuannya terealisasi.

“Tahun (2020) ini karena covid, baru terealisasi 35 ponpes dari total kurang lebih 200 pesantren yang akan mendapat bantuan operasional pesantren selama masa pemerintahan jimat-akur,” ujar Iwan.

Namun, pihaknya tidak mengungkap detil ponpes-ponpes mana saja dari 35 ponpes yang menerima bantuan tahun ini.

Terkait bantuan covid-19 untuk ponpes-ponpes terdampak pandemi, pihaknya mengaku sudah menyalurkannya lewat organisasi Forum Pondok Pesantren (FPP) Subang sebesar Rp1 miliar yang diperuntukkan buat sekitar 146 ponpes.

“Kalau bantuan covid sudah disalurkan lewat FPP, Forum Pondok Pesantren, Rp1 milyar untuk 146 ponpes,” papar Iwan. (Adv)