Beranda Hukum Tokoh-tokoh Subang Minta Kasus Dugaan Persekusi Yang Dialami Ust Hasan Diproses Hukum...

Tokoh-tokoh Subang Minta Kasus Dugaan Persekusi Yang Dialami Ust Hasan Diproses Hukum Hingga Tuntas

Jabarpress.com, Subang–Sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Subang meminta aparat hukum Polres Subang memproses hukum hingga tuntas kasus dugaan persekusi oleh seorang habib terhadap Ust Hasan, warga Desa Margahayu Kecamatan Pagaden Barat.

Pimpinan Ponpes Darul Falah Cimanggu Kyai Ridwan Hartiwan mengaku geram dengan perlakuan oknum tokoh masyarakat yang diduga mempersekusi kyai Hasan. Menurut dia tindakan oknum tersebut sangat merendahkan martabat seorang guru ngaji.

“Kami mengecam persekusi kyai Hasan, kami sebagai orang pesantren meminta agar kasus itu diselesaikan secara hukum,” ucapnya.

Dia menyebut, tidak ingin mengetahui permasalahan yang menjadi penyebab adanya tindakan seperti itu, namun dia lebih menyoroti kesewenang-wenangan yang dilakukan oknum tersebut.

Menurutnya, tindakan gegabah itu membahayakan dan menyinggung kalangan pesantren.

“Yang dipersekusi itu orang pesantren, kami lihat videonya kok bisa main pukul dan siram, usut saja itu pidananya,” tegasnya.

Menurut Kyai Ridwan, jika tidak diselesaikan secara hukum bukan tidak mungkin malah akan menyebabkan kemarahan masyarakat luas apalagi video tersebut sudah viral dan banyak diketahui masyarakat luas.

“Mintalah maaf atas tindakan itu tersebut,” katanya.

Tokoh muda NU, Fuji Anugerah, juga mengecam tindakan pelaku dugaan persekusi.

“Saya sebagai kader muda NU mengecam keras perbuatan habib salim terhadap tokoh NU,” timpalnya.

Sementara itu, jajaran Mudir (pimpinan) Jam’iyyah Ahlith-thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) Kabupaten Subang, KH. Muhammad Abdul Mu’min (Bah Maung) yang didampingi Katib Jatman, Rahiyang Mandalajati Evi Silviadi mengingatkan Polres Subang supaya bisa dipercaya dalam menindaklanjuti kasus yang menimpa Ustadz Hasan yang diduga dipersekusi oleh keluarga Habib Salim Mansyur. Video persekusi tersebut beredar di media sosial.

Dilansir laman Reporterjabar.com (Grup Indowarta Xpress Media), pimpinan Jatman menilai, apa yang dilakukan Habib Salim kepada Ustadz Hasan bukan semata personal.

“Tetapi Ustadz Hasan datang ke kediaman Habib Salim dengan mengenakan uniform Jatman. Tujuannya pun untuk islah atau berdamai atas kesalahpahaman yang terjadi,” ujarnya, Senin malam (28/9/2020).

Kemudian kata Bah Maung, ketika Ustadz Hasan di sana diperlakuan tidak hormat dengan dipukul menggunakan sepatu dan dikata-katai dengan kalimat kasar. Itu menunjukkan sikap yang tidak terhormat sebagai orang yang berpredikat “Habib”.

“Jadi secara kelembagaan kami merasa direndahkan (oleh Habib Salim) dan kami memandang kelakuannya tidak bermoral yang menyakiti jamaah toriqoh,” tegasnya.

Oleh karena itu lanjut Bah Maung pihaknya mendesak Polres Subang supaya segera menindaklanjuti secara hukum perilaku Habib Salim.

“Sebab menurut kami sudah ada unsur (pidana) perbuatan tidak menyenangkan dan video presekusi sudah beredar. Itu sudah kena undang-undang ITE. Itu bukan delik aduan. Maka pihak penegak hukum harus memprosesnya,” tuturnya dengan nada tinggi.

Hal senada disampaikan Bendahara Jatman, Sy Abrehom yang mendesak Polres Subang supaya segera bergerak cepat agar memberikan rasa tenang dikalangan Jamaah Toriqoh dan Nahdliyyin.

“Jangan melihat predikat ‘Habib’-nya jadi bergerak lambat. Sedangkan kami disini sudah menenangkan warga Nahdliyyin yang telah menyerahkan kepercayaan kepada aparat penegak hukum,” ujarnya.