Beranda Daerah DPRD Subang Rapat RAPBD Perubahan 2020: Proyeksi Pendapatan Rp3,047 Triliun Tapi Terancam...

DPRD Subang Rapat RAPBD Perubahan 2020: Proyeksi Pendapatan Rp3,047 Triliun Tapi Terancam Tekor Rp122 Miliar, Kang Akur: Siap-siap Berhemat Anggaran Ya!

Jabarpress.com, Subang–Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi alias Kang Akur mewakili Bupati Subang H Ruhimat menghadiri rapat paripurna DPRD Subang dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar atas Rancangan APBD Perubahan (RAPBD-P) Subang Tahun Anggaran 2020 yang dilaksanakan di Ruang Rapat DPRD Subang, Rabu (23/09/2020). Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Subang Narca Sukanda.

Dalam paparannya, Wabup Kang Akur menyampaikan rasa syukur atas penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat ke-36 yang telah dilaksanakan dan Kabupaten Subang dapat menorehkan prestasinya dengan masuk 5 besar walaupun berada di tengah pandemi Covid-19.

“Maka atas nama pemerintah daerah, ucapan terimakasih dan apresiasi disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke -36 tingkat Provinsi Jawa Barat dan sekaligus mengucapkan selamat kepada para juara khususnya kepada peserta dari Kabupaten Subang,” ujarnya.

Kang Akur mengatakan, bahwa di dalam perjalanan pembangunan daerah Kabupaten Subang tahun 2020, terdapat perubahan-perubahan kebijakan baik pendapatan dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan asumsi APBN serta beberapa program dan kegiatan yang digulirkan terhadap APBD Kabupaten Subang yang dengan demikian membawa konsekuensi tentang perlunya perubahan APBD tahun anggaran 2020.

Dia mengungkap, meski pada RAPBD Perubahan 2020 ini diproyeksikan ada peningkatan pendapatan daerah sebesar Rp40,49 miliar sehingga jumlah pendapatan yang semula Rp3,007 triliun diproyeksi meningkat jadi Rp3,047 triliun, namun terancam mengalami defisit akibat tidak tercapainya potensi Silpa dari APBD 2019 yang semula dihitung lalu ditetapkan dalam APBD 2020 sebesar Rp133 miliar.

Tetapi, sambung Kang Akur, setelah diaudit oleh BPK RI, Silpa APBD 2019 ternyata cuma sebesar Rp10,2 miliar. Sehingga ada potensi defisit sebesar Rp122,80 miliar.

“Dengan laporan hasil audit BPK bahwa silpa APBD 2019 telah dihitung hanya sebesar Rp10,2 miliar, maka Silpa yang ditetapkan dalam APBD 2020 sebesar Rp133 miliar mengalami selisih menjadi sebesar Rp122,80 miliar, ini merupakan loss potensi yang perlu mendapat perhatian secara intensif pada Perubahan APBD 2020 ini,” papar Kang Akur.

Karena itu, sebut dia, ketidakseimbangan antara pendapatan dan belanja serta prediksi SILPA tahun lalu yang tidak tercapai dengan adanya selisih, mengharuskan pemerintah daerah melakukan berbagai upaya dalam rangka mengantisipasi defisit tahun berjalan tersebut.

“Upaya-upaya itu diantaranya dengan peningkatan efisiensi belanja, baik belanja langsung maupun belanja tidak langsung melalui refocusing, maupun rasionalisasi dan pergeseran pos belanja serta tidak kalah pentingnya melakukan intensifikasi penerimaan PAD. Perubahan APBD Kabupaten Subang dilakukan dengan dasar dari aspek pendapatan bahwa dengan adanya alokasi bantuan DAK tahun 2020, bantuan keuangan dari pemerintah provinsi, dana BOS pusat dan peningkatan target pendapatan daerah tahun 2020 yang semua itu belum tercantum dalam APBD murni tahun 2020, maka hal ini memastikan pemerintah daerah untuk melakukan perubahan APBD tahun 2020,” pungkas wabup.