Beranda Ekonomi Bupati Subang-Dandim-ADM Perhutani Kumpulkan LMDH Bahas Jalan Baru Cilamaya-Patimban, Warga: Lahan Terdampak...

Bupati Subang-Dandim-ADM Perhutani Kumpulkan LMDH Bahas Jalan Baru Cilamaya-Patimban, Warga: Lahan Terdampak Jalan Mohon Diganti Rugi Ya!

Jabarpress.com, Subang–Bupati Subang H Ruhimat alias Kang Jimat didampingi Komandan Kodim 0605/Subang Letkol Arh Edi Maryono dan Wakil Kepala Administrator (ADM) Perhutani Subang-Purwakarta H Nurul Anwar, S.Hut, menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Rembug LMDH Se-BKPH Pamanukan di Tegal Tike Desa Sukamaju Kecamatan Sukasari, Rabu (9/9/2020).

Wakil Kepala Administrator Perhutani Subang-Purwakarta H Nurul Anwar, S.Hut, sebagai perwakilan dari Perhutani dalam sambutannya menyampaikan terkait dengan rencana-rencana Pemerintah Kabupaten Subang, salah satunya pembangunan jalan dari Patimban sampai Cilamaya.

“Kita sudah berproses dengan mengumpulkan seluruh anggota LMDH, melalui pertemuan ini diharapkan dapat jadi sarana komunikasi kebijakan pemerintah Kabupaten Subang kepada masyarakat,” ujar Nurul.

Bupati Subang H Ruhimat alias Kang Jimat, menyampaikan alasan dikumpulkannya para anggota LMDH, selain silaturahmi juga untuk menyampaikan rencana pembangunan jalan yang mungkin saja melewati tanah-tanah garapan masyarakat.

Terkait tanah yang akan dipergunakan untuk pembangunan jalan, akses yang akan dilalui berada di lahan perhutani. Diharapkan pada bulan Oktober 2020 dapat dimulai kegiatan pematokan jalur.

“LMDH pasti mengetahui mana batas lahan Perhutani dan mana yang merupakan tanah milik,” ucapnya.

Kang Jimat mengatakan, jalur yang akan dibangun akan menggunakan tanah perhutani, akan tetapi berdekatan dengan tanah milik masyarakat. Hal tersebut dipilih agar dapat tumbuh perekonomian di sepanjang jalan. Mengingat rencana pembangunan jalan tersebut akan selebar 20 meter.

“Saya mengharapkan jika rekan-rekan dari Kodim dan PUPR turun, berikan informasi terkait tanah mana saja yang milik masyarakat dan mana yang milik perhutani. Selain jalan cilamaya ke patimban, berdasarkan rencana nantinya akan dibuat jalan dari exit toll KM 89 Cipali ke Patimban, untuk mendukung pengembangan industrialisasi di Kabupaten Subang,” paparnya.

Kang Jimat juga mengharapkan dukungan, agar pembangunannya dapat selesai dalam waktu setahun ini.

“Jika ada kemauan pasti ada jalan,” tegasnya.

Selain itu, sambung bupati, upaya peningkatan perekonomian tidak cukup dengan pembangunan jalan, upaya lain dari pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat diantaranya mengupayakan permodalan bagi petani dan petambak.

Pihaknya pun meminta LMDH dapat bekerjasama dengan kepala desa untuk peningkatan ekonomi.

“Insya Allah Pemkab Subang sedang mengusulkan permodalan dengan skema pinjaman lunak 6 persen setahun. Saya berharap dengan skema yang ada, yang selama ini jadi kuli, dengan adanya bantuan permodalan dan pembiayaan pinjaman dari pemerintah, mudah-mudahan dapat menjadi pemilik usaha dan terwujud kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan kegiatan diskusi dan tanya jawab antara Kang Jimat dengan undangan.

Dalam sesi tanya jawab, muncul keinginan masyarakat agar tanah yang dipakai untuk pembangunan jalan Cilamaya-Patimban diberikan ganti rugi kepada pihak penggarap.

Kang Jimat dalam kesempatan tersebut menyampaikan, untuk adanya penggantian perlu mendiskusikan terlebih dahulu dengan pihak DPRD.

Kang Jimat selanjutnya menginstruksikan menunda pematokan dan akan berkonsultasi dengan pihak DPRD, mengingat hingga saat ini pemerintah daerah belum menganggarkan biaya pembebasan lahan.

“Tadinya ingin segera dilaksanakan pematokan, akan tetapi mempertimbangkan harapan masyarakat, maka kita akan menunda untuk sementara waktu proses pembangunan jalan cilamaya patimban, meskipun sudah ada MOU dengan pihak Perhutani,” paparnya.

Dandim 0605 Subang Letkol Arh Edi Maryono, mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mempelajari dampak dampak positif dibangunnya jalan cilamaya menuju patimban.

“Berkaca dari pengalaman TMMD, yang mana sebelumnya ada masyarakat menolak karena tanah miliknya terpakai untuk pembangunan jalan, ketika sudah ada pembangunan jalan yang lebarnya hingga 20 meter, malah menginginkan jalan tersebut dapat melewati depan tanah miliknya. Kita meminta agar masyarakat mendukung rencana jalan tersebut, yang mana semata mata upaya pemkab Subang untuk meningkatkan perkonomian masyarakat,” imbuh Dandim.

Dalam kesempatan tersebut hadir Kepala Dinas PUPR Besta Besuki, Kepala Dinas Perikanan, Perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, Camat Sukasari, Kepala Desa Se-Kecamatan Sukasari dan Babinsa Se-Kecamatan Sukasari.