Beranda Ekonomi Sempat Bilang Pupuk Subsidi Habis 100%, Kini PT Pupuk Kujang Klaim Stok...

Sempat Bilang Pupuk Subsidi Habis 100%, Kini PT Pupuk Kujang Klaim Stok Aman

Jabarpress.com, Subang-Guna memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi jelang musim tanam kedua di tahun 2020 pada Oktober mendatang, PT Pupuk Kujang pastikan stok pupuk aman.

“Saya pastikan ketersediaan stok pupuk susbidi saat ini di gudang lini III aman, kami siap menyalurkan pupuk subsidi sesuai alokasi,” ungkap Fitria Ratu Pagih, Manager Komunikasi Perusahaan PT Pupuk Kujang, Selasa (8/9/2020).

Dia menyampaikan bahwa Pupuk Kujang telah menyediakan stok pupuk dalam jumlah yang aman. Untuk stok pupuk urea bersubsidi yang tersedia di gudang lini III Kabupaten Subang sampai dengan 31 Agustus 2020 mencapai 5.589 ton.

“Sedangkan realisasi penyaluran wilayah Subang untuk Urea mencapai 30.315 ton atau 101% dari ketentuan sebesar 29.920 ton,” katanya.

Selain pupuk urea, Pupuk Kujang juga menyiapkan stok NPK sebanyak 1.484 ton atau 867 % dari ketentuan stok sebesar 171 ton dan kesiapan stok Petroganik sebanyak 227 ton atau 436% dari ketentuan stok sebesar 52 ton.

“Stok pupuk tersebut kami siapkan di gudang lini III untuk siap disalurkan kapanpun sesuai dengan alokasi, sehingga petani tidak perlu menunggu lama untuk mengaplikasikan pupuknya,” imbuhnya.

Sementara itu, stok pupuk urea bersubsidi wilayah Jawa Barat, Banten dan sebagian Jawa Tengah tercatat sebanyak 122.533 ton atau 1147% dari ketentuan Distan sebesar 10.687 ton.

Sampai dengan 31 Agustus 2020, Pupuk Kujang telah menyalurkan 104% pupuk subsidi kepada petani.

“Jumlah tersebut setara dengan sekitar 475.818 ton pupuk dari ketentuan Distan sebesar 457.188 ton, dan Pupuk Kujang sudah menyalurkan sesuai alokasi dari pemerintah,” tambahnya.

Guna mengantisipasi kebutuhan petani yang tidak tercantum dalam E-RDKK dan tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi, Pupuk Kujang mewajibkan distributornya agar selalu menyiapkan stok pupuk non subsidi jenis Urea, NPK dan Organik di setiap kios.

Jangkauan Pemasaran & Distribusi Pupuk Kujang

Pupuk Kujang selalu pastikan jaringan pemasaran yang ada di setiap wilayah tanggung jawab perusahaan melakukan pengawasan agar tepat sasaran, dan kuota pupuk hanya bagi kelompok tani sesuai alokasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diinput ke dalam sistem dengan basis NIK melalui E-RDKK.

Pentingnya data diri sebagai kelompok tani dalam E-RDKK, menjadi acuan pemerintah untuk menetapkan alokasi subsidi untuk para petani di setiap wilayah. Sehingga sasaran penerima pupuk subsidi akan tepat sasaran sesuai kebutuhannya.

Sebelumnya diberitakan, saat menghadiri rapat Percepatan Akses Keuangan di daerah Kabupaten Subang bersama Bupati Subang H Ruhimat, Selasa (2/9/2020) lalu, perwakilan PT Pupuk Kujang menyampaikan, program percepatan akses keuangan sejalan dengan program dari PT Pupuk Kujang yaitu korporatisasi petani. Tujuannya sama, pihaknya menginginkan petani yang paling banyak mendapatkan benefit karena mereka yang paling berkeringat.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa pupuk bersubsidi saat ini untuk daerah Pantura sudah 100% habis. Pihaknya tidak bisa menambah alokasi, sesuai regulasi tidak bisa menyalurkan pupuk kalau alokasi sudah habis.

“Kalau disalurkan, subsidi tidak akan diganti. Kami merekomendasikan pupuk non subsidi. Selisih akan terganti oleh hasil akhirnya yang mana jauh lebih baik,” katanya.

Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Koperasi & UMKM, Kepala BKAD, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perwakilan Gapoktan, Perwakilan OJK, perwakilan Pupuk Kujang, Bank BRI, dan pihak terkait.