Beranda Daerah Kepemimpinan Bupati-Wabup-Sekda Subang Kian Mantap, Mang Eep Ajak Semua Forkopimda Perkuat Sinergitas...

Kepemimpinan Bupati-Wabup-Sekda Subang Kian Mantap, Mang Eep Ajak Semua Forkopimda Perkuat Sinergitas & Kondusifitas Pembangunan untuk Wujudkan Subang Jawara

Jabarpress.com, Subang-Tokoh masyarakat Subang, H Eep Hidayat, berpandangan, setiap kepemimpinan selalu ada kelemahan/kekurangan sekaligus kelebihannya. Termasuk kepemimpinan Bupati Subang H Ruhimat, Wakil Bupati H Agus Masykur Rosyadi dan Sekretaris Daerah H Aminudin. Namun secara umum, ketiganya sedang berupaya melakukan pembangunan sesuai kemampuan.

Karena itu, untuk menutupi kelemahan atau kekurangan yang ada, diperlukan sinergitas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), diantaranya dengan menggelar rapat forkopimda secara rutin di wilayahnya masing-masing. Paling tidak setiap satu bulan sekali harus dilaksanakan.

Inisiatif tersebut boleh datang dari Bupati, Kapolres, Dandim, Kejari, atau pimpinan forkopimda lainnya. Yang dibahas masalah aktual dengan harapan dapat ditangani dengan baik.

Tujuannya untuk memaksimalkan fungsi koordinasi antar unsur forkopimda dalam pelaksanaan pembangunan dan penyelesaian masalah-masalah aktual di daerah demi kondusifitas.

“Kekurangan dan kelemahan disebabkan sifat tidak ada manusia yang sempurna. Jangan terlalu ideal memandang kepemimpinan, karena sebagai manusia pasti mempunyai pola pikir dan keinginan yang berbeda, termasuk tentang sikap dan karakter kepemimpinan jangan terlalu diharapkan harus sesuai dengan keinginan masing-masing,” ujar Mang Eep di sela-sela diskusi kecil di sekretariat DPD Partai NasDem Subang, Kamis (3/9/2020).

Eep memandang kepemimpinan dengan membandingkan plus minus sepak terjang programnya.

“Kalau harus plus terus mana ada, saya melihat dari batas-batas kewajaran minusnya, bukan memandang pemimpin harus seperti malaikat dan superman,” katanya.

Masih menurut Eep, sinergitas kepemimpinan Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Subang sudah bisa memberikan harapan bagi peningkatan pembangunan Subang karena itu akan memberikan dampak positif apabila bisa bertahan bersama sampai periode usai.

“Tugas masyarakat adalah mempertahankan sinergitas tersebut bagi kepentingan publik, demikian juga menjadi tugas stake-holder pembangunan termasuk di dalamnya pimpinan aparat hukum yang menjadi bagian Forkopimda,” jelas Eep.

Kondisi yang sedang membangun bisa saja diharubirukan oleh kejadian tertentu, atau menjadi tersendat gara-gara ada stake-holder pembangunan berurusan dengan hukum yang menyita konsentrasi bukan saja yang berhadapan dengan hukum tetapi bagi stake-holder pembangunan lainnya.

Karena itu, sebagai rakyat Subang, pihaknya berharap aparat hukum di Subang lebih melihat pada manfaat pembangunan ketimbang memenuhi tugas jabatan karirnya.

“Toh dalam SPPD yang sekarang mengemuka, kerugian negaranya sudah dikembalikan. Jaksa di Aceh bisa melakukan suasana kondusif, masa di Subang tidak bisa,” ucap Eep.

Semasa Eep memimpin, hal serupa tapi tak sama pernah terjadi Sekretariat Daerah, bahkan sudah diperiksa Irda dan hasilnya memang ditemukan ada kerugian keuangan negara, segera disuruh mengembalikan dan Eep menyelesaikan kasusnya.

“Para pejabat Pemkab Subang ketika itu pasti ingat kejadian yang menimpa beberapa orang tersebut, bahkan sebagian ada yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada saya sekarang ini,” timpalnya.

Ternyata menurut Eep, ada yang sangat diperlukan dalam pembangunan, yakni suasana kondusif, maka pihaknya meminta Kejaksaan Negeri Subang untuk turut mengkondusifkan suasana di Subang agar pembangunan berjalan ada peningkatan.