Beranda Hukum Cegah Korona Merajalela, Bupati Subang Atur Jam Kerja ASN: Maksimal Kehadiran Pegawai...

Cegah Korona Merajalela, Bupati Subang Atur Jam Kerja ASN: Maksimal Kehadiran Pegawai 50%, ASN Gak Boleh Keluyuran ke Luar Kota Sembarangan

Jabarpress.com, Subang-Bupati Subang, H Ruhimat, yang akrab disapa Kang Jimat, mengundang seluruh camat se-Kabupaten Subang untuk mengikuti rapat terbatas membahas upaya pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan Pemkab Subang, Selasa (18/8/2020).

Rapat ini merupakan rapat kedua setelah sehari sebelumnya mengundang seluruh Kepala Dinas dan Kepala Badan.

Kang Jimat, sapaan akrab Bupati H Ruhimat, didampingi Sekda Subang H Aminudin, akrab disapa Kang Amin, menyebut, rapat ini dilaksanakan sebagai langkah cepat Pemkab Subang merespon hasil SWAB yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di berbagai dinas, yang dilaksanakan dari tanggal 3 Agustus hingga 14 Agustus 2020 yang mana dari hasil pemeriksaan tersebut ada beberapa pegawai yang dinyatakan positif Covid 19.

Kang Jimat menyampaikan beberapa arahan-arahan percepatan penanganan covid19. Arahan tersebut secara garis besar tertuang dalam Surat Edaran Bupati Subang Nomor OT.03/1730/Org, tertanggal 17 Agustus 2020, yang isinya sebagai berikut: mengubah Surat Bupati Subang Nomor : OT 03/1726/Org. tanggal 14 Agustus 2020 perihal Pengaturan Sistem Kerja ASN dan Surat Sekretaris Daerah Nomor : OT.03/1727/Org. tanggal 14 Agustus 2020 perihal Pengaturan Sistem Kerja ASN; Kepala Perangkat Daerah membentuk Pengaturan Sistem Kerja bagi ASN di kantor (Work From Office) maksimal kehadiran pegawai 20%, dan maksimal kehadiran pegawai 50% bagi lingkup Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Badan Pendapatan Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kecamatan dan Kelurahan.

“Bagi ASN yang tidak melaksanakan tugas kedinasan di kantor (Work From Office), maka melaksanakan tugas kedinasan di rumah/tempat tinggalnya (Work From Home), dan tidak diperbolehkan melakukan perjalanan dinas ke luar kota tanpa seizin Kepala Perangkat Daerahnya,” ujar Kang Jimat.

Selanjutnya, ujar dia, dalam rangka memudahkan komunikasi dan pengambilan keputusan dengan cepat tanpa harus rapat bertatap muka, maka diwajibkan melakukan virtual meeting.

“Seluruh PNS wajib melaporkan aktivitas kerja melalui format Laporan Aktivitas Kerja dan melaporkan kehadiran kerja melalui Daftar Hadir Manual (pagi dan sore) bagi yang bekerja di kantor (work from office) serta melalui pesan SMS/ whatsapp kepada Pimpinan Unit kerjanya bagi yang bekerja di rumah (work from home),” paparnya.

Dia juga menginstruksikan, pelaksanaan apel pagi untuk sementara tidak dilaksanakan sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut; agar membentuk Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di internal Perangkat Daerah, dan dilaporkan kepada Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Subang pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2020, serta rutin menyampaikan laporan pelaksanaan Satuan Tugas pada setiap hari Jum’at (petunjuk teknis pembentukan terlampir).

“Bagi ASN yang telah mengikuti test SWAB dengan hasil Positif dan Status Tanpa Gejala (OTG) wajib melaksanakan Isolasi Mandiri selama 10 (sepuluh) hari sejak pemeriksaan SWAB, serta terus berkoordinasi dengan Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Perangkat Daerah; kemudian setiap Perangkat Daerah agar melakukan penyemprotan desinfektan pada area kantor masing-masing; menekankan kembali untuk mematuhi protokol kesehatan diantaranya gunakan masker, tidak berkerumun dan menjaga jarak, sering mencuci tangan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” jelasnya.

Surat Edaran ini berlaku sampai dengan tanggal 31 Agustus 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan.

“Dengan adanya SE tersebut, saya harapkan semua Camat dapat menerapkan arahan percepatan penanganan covid-19 di tingkat Kecamatan,” pungkas Kang Jimat didampingi Kang Amin.