Beranda Ekonomi Pemkab Subang-Perum Kehutanan Negara Teken Kesepakatan Pemanfaatan Hutan, Kang Jimat: Hutan harus...

Pemkab Subang-Perum Kehutanan Negara Teken Kesepakatan Pemanfaatan Hutan, Kang Jimat: Hutan harus Bermanfaat bagi Publik

Jabarpress.com, Subang-Bupati Subang, H Ruhimat, akrab disapa Kang Jimat, menandatangani nota kesepahaman antara Perusahaan Umum (Perum) Kehutanan Negara dengan Pemkab Subang tentang kegiatan pemanfaatan hutan, Selasa (18/8/2020).

Kang Jimat mengungkapkan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut dalam rangka meningkatkan pemanfaatan kawasan hutan yang berada di wilayah Kabupaten Subang dan untuk menyelaraskan program kegiatan bersama dalam upaya mengembangkan potensi sumberdaya hutan, komoditas pertanian, sumberdaya air, budidaya tanaman multiguna (MPTS), potensi jasa lingkungan, silvofishery, pemanfaatan hasil hutan di dalam kawasan hutan dan memberdayakan masyarakat setempat melalui hutan kemasyarakatan.

“Sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat ekologi, sosial dan ekonomi yang optimal. Selain itu, tujuan dari kerjasama ini adalah mengembangkan dan mengoptimalkan pemanfaatan kawasan yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Subang secara umum sehingga saling memberikan manfaat secara optimal,” ujarnya.

Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman tersebut dalam rangka mempersiapkan, yakni, pembangunan dan peningkatan infrastruktur dan sarana prasarana pendukung wisata dan pengembangan wisata alam, religi, serta jasa lingkungan lainnya pada kawasan hutan; pelestarian lingkungan di kawasan wisata alam yang akan dikerjasamakan; pengembangan pendidikan dan penelitian; peningkatan kualitas dan mutu sumberdaya hutan dengan optimalisasi fungsi dalam pemanfaatan kawasan hutan melalui perhutanan sosial/pengakuan perlindungan Kemitraan Kehutanan (KK), pengembangan produk unggulan kawasan pedesaan agrowisata, peternakan dan perikanan untuk tercapainya pengembangan unit usaha masyarakat hutan; mengikutsertakan masyarakat sekitar dalam kegiatan pemanfaatan hutan; dan pemanfaatan kawasan dalam rangka kegiatan lain dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Kang Jimat mengatakan, Kabupaten Subang memiliki 44 km garis pantai dan ada 14 desa yang bersentuhan langsung dengan bibir pantai dan nempel ke Perhutani.

“Kita ingin 14 desa tersebut memiliki 1 km hutan social. Dengan adanya hutan social tersebut diharapkan ada peningkatan kesejahteraan nelayan,” katanya.

Selanjutnya terkait rencana industrialisasi di Kabupaten Subang, Kang Jimat sudah mengupayakan jalur jalur baru yang diharapkan dapat menopang rencana industry di Kabupaten Subang, yang mana Subang disebut oleh Presiden RI Jokowi sebagai salah satu Kabupaten yang disiapkan untuk pembangunan kawasan industri sebagai salah satu upaya mendatangkan investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) ke dalam negeri.

Subang sendiri, papar dia, sedang membangun beberapa jalur seperti jalur lingkar Jalancagak, jalur Serangpanjang ke Cipeundeuy, pelebaran jalur Darmaga – Bukanagara, jalur lingkar Kota Subang, jalur Cilamaya-Patimban. Jalur-jalur tersebut sebagian akan menggunakan lahan Perhutani.

“Untuk itu kita mengharapkan ada sinergi antara Kabupaten Subang dengan pihak Perhutani dalam pemanfaatan lahan untuk akses jalan dan pemberdayaan ekonomi Masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan diskusi antara pihak Perhutani dengan Kepala Dinas terkait. Dalam diskusi tersebut pihak perhutani menyampaikan bahwa Perhutani tidak memiliki hak melepas. Terkait penggunaan kawasan itu adalah kewenangan publik yang dimiliki Kementrian Kehutanan.