Beranda Ekonomi Raja LAK Galuh Pakuan Kritik Menko PMK Soal Kemiskinan: Negara Wajib Hadir...

Raja LAK Galuh Pakuan Kritik Menko PMK Soal Kemiskinan: Negara Wajib Hadir Sejahterakan Rakyat, Bukan Malah Menyalahkan Kemiskinan Rakyat

Jabarpress.com, Subang-Pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendi, bahwa keluarga miskin yang menikah dengan sesama keluarga miskin akan melahirkan kemiskinan baru, mendapat kritik pedas dari berbagai kalangan masyarakat.

Raja LAK Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, menilai, apa yang disampaikan Menko Muhadjir Effendi terkait pernikahan sesama keluarga miskin akan melahirkan kemiskinan baru, merupakan pernyataan yang sangat gegabah dan seolah-olah negara hendak ‘cuci tangan’ dari tanggungjawab untuk mensejahterakan rakyatnya sesuai amanat UUD 1945.

“Pernyataan Menko PMK itu sangat gegabah, keliru. Hemat kami, pernyataan itu seolah menjadi dalih bagi negara untuk melepaskan tanggungjawab mensejahterakan dan memakmurkan rakyat. Padahal, berdasarkan UUD 1945, negara bertanggungjawab memenuhi hajat hidup rakyatnya, termasuk mensejahterakan mereka,” ujar Evi Silviadi kepada Jabarpress.com, Rabu (5/8/2020).

Dia menegaskan, berdasarkan konstitusi UUD 1945, negara wajib hadir dalam memenuhi kebutuhan atau hak-hak dasar rakyat, mulai dari kebutuhan sandang, pangan dan papan.

Pihaknya sangat menyesalkan pernyataan Menko Muhadjir Effendi tersebut dan memintanya untuk mencabut pernyataan kontroversial yang menyakiti rasa keadilan masyarakat itu.

“Perlu dicatat, konteks kemiskinan di negara kita ini masih terkait erat dengan realita belum terpenuhinya hak-hak dasar rakyat, seperti kebutuhan sandang, pangan hingga papan, misalnya masih banyak yang kesulitan mencukupi kebutuhan beras atau sembako, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. Sementara tujuan negara adalah menyelesaikan hak-hak dasar rakyat. Karena itu, jangan menyalahkan rakyat atas kemiskinan yang terjadi, sebab dalam kondisi itu terdapat tanggungjawab konstitusional negara untuk mensejahterakan dan mengangkat taraf kehidupan rakyatnya,” tegas Evi.