Beranda Daerah 6 Warga Tanjungsiang Positif Covid-19, Jumlah Kasus Positif Subang Jadi 78 Orang

6 Warga Tanjungsiang Positif Covid-19, Jumlah Kasus Positif Subang Jadi 78 Orang

Jabarpress.com, Subang-Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Subang menyampaikan, sebanyak 6 warga Kecamatan Tanjungsiang terkonfirmasi positif covid-19. Sehingga, pada Rabu (15/7/2020) jumlah kasus positif korona covid-19 di Kabupaten Subang bertambah jadi 78 orang dari semula 72 orang.

Enam orang positif covid-19 ini merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berasal dari klaster Kecamatan Tanjungsiang hasil tes swab massal tahap kesatu oleh TGTPP Covid-19 Subang. Dengan demikian, jumlah kasus positif Covid-19 kini sebanyak 78 orang.

“Dari 6 orang yang terkonfirmasi positif itu terdiri dari aparatur desa, tenaga bidan dan warga lainnya yang tersebar di wilayah Kecamatan Tanjungsiang,” ungkap Jubir TGTPP Covid-19 Subang, dr. Maxi didampingi Divisi Bidang Pencegahan, Komara, saat konperensi pers di Kantor BPBD Subang, Jln.Ks.Tubun Subang, Rabu (15/7/2020).

Namun kabar baiknya, hari ini ada 13 orang yang dinyatakan selesai isolasi. Sedangkan yang masih menjalani isolasi masih ada 7 orang lagi.

“Tujuh orang tersebut diantaranya di RSUD 2 orang, 1 orang di Rumah sakit Siloam, 1 orang Purwadadi dan kelompok lapas 3 orang. Jumlah kematian akibat corona tetap di angka 4 orang,” terangnya.

Dia menyebut, sesuai dengan protap baru dari Kemenkes RI dan WHO bahwa bagi warga terkonfirmasi positif covid-19 saat ini telah diberlakukan bahwa pemeriksaan swab test hanya dilakukan satu kali pada saat deteksi awal saja.

Selanjutnya kepada yang bersangkutan diwajibkan isolasi mandiri selama 10 hari, dan setelah melewati masa itu maka yang bersangkutan dapat beraktivitas seperti biasa dengan masyarakat.

“Oleh karena itu, merujuk kepada ketentuan tersebut, maka untuk kasus confirm positif covid-19 di Kecamatan Tanjungsiang, karena yang bersangkutan melaksanakan pemeriksaan swab testnya pada tanggal 1 Juli 2020 dan hari ini adalah tanggal 15 juli 2020 maka yang bersangkutan telah melewati masa inkubasi virus tersebut dan dinyatakan dapat beraktivitas seperti biasa,” ucapnya.

Namun demikian, pihaknya akan melaksanakan tracing bagi warga atau keluarga yang pernah kontak erat pada 14 hari pertama itu sejak pemeriksaan swab. Dan kepada mereka akan dilaksanakan swab test untuk memastikan bahwa tidak ada penularan covid-19 dari warga yang pertama kali terkonfirmasi positif.

“Adapun pelaksanaan swab lanjutan hasil tracing di Tanjungsiang akan dilakukan besok Kamis, 16 Juli 2020, di aula Kantor Kecamatan Tanjungsiang oleh Tim Puskesmas dan Tim Dinkes Subang,” jelasnya.

Istilah Baru Seputar Covid-19

Selanjutnya, ia menyampaikan hasil Keputusan menteri Kesehatan terkait dengan revisi ke 5 pedoman penanggulangan Coronavirus di Indonesia tentang perubahan nomenklatur. Hal itu tertuang dalam Kepmenkes HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease .

“Untuk kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, kontak erat, istilah yang digunakan pada pedoman sebelumnya adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG),” jelas dr.Maxi.

Dalam bab tiga Kepmenkes tersebut, istilah PDP kembali menjadi kasus suspek, ODP diganti dengan istilah kontak erat, dan OTG diganti menjadi kasus konfirmasi tanpa gejala.

“Kriteria kasus suspek, yakni orang dengan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memiliki riwayat bepergian ke daerah dengan transmisi lokal dan atau memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi (probable) Covid-19. Orang dengan ISPA/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit juga termasuk dalam kasus suspek,” jelasnya.

Istilah baru selanjutnya kasus probable, yakni suspek dengan ISPA berat yang meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19, namun belum ada hasil pemeriksaan laboratorium rapid test dan PCR (RT-PCR).

“Selanjutnya kasus konfirmasi, yakni seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR,” tambahnya.

Kasus konfirmasi tersebut dibagi menjadi dua, kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) dan kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).

Kemudian istilah kontak erat, ialah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19. Bentuk riwayat kontak bisa berupa tatap muka dalam radius 1 meter dan jangka waktu 15 menit atau lebih atau sentuhan fisik.

“Kemudian istilah lainnya, pelaku perjalanan, yakni seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir,” paparnya.

Dikenal pula istilah discarded untuk menyebut pasien sembuh. Discarded yakni apabila seseorang dengan status kasus suspek setelah hasil pemeriksaan RT-PCR dua kali negatif selama berturut-turut dengan selang waktu 24 jam.

“Istilah discarded ini juga merujuk pada seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina 14 hari,” pungkasnya.