Beranda Hukum Tim Khusus Detektif Covid-19 Bentukan Pemkot Bogor Dikritik Mapancas, Dinilai Percuma dan...

Tim Khusus Detektif Covid-19 Bentukan Pemkot Bogor Dikritik Mapancas, Dinilai Percuma dan Tidak Jelas Legalitasnya

Jabarpress.com, Bogor-DPD Mahasiswa Pancasila (Mapancas) Kota Bogor mempertanyakan Tim Khusus Detektif Covid-19 yang dibentuk Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto. Pasalnya, keberadaan tim tersebut dinilai tidak jelas legalitasnya dan berpotensi tumpang tindih serta kontraproduktif dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor.

Ketua DPD Mapancas Kota Bogor, Fathulloh, menyebut, sepertinya Pemkot Bogor mulai kehabisan akal mengatasi eskalasi pandemi Corona hingga harus membuat tim lagi.

“Kami apresiasi niat baik Walikota. Tapi apa sudah di pikirkan secara mendalam?,” ujarnya kepada Jabarpress.com, Kamis (25/6/2020).

Menurut pria yang akrab dipanggil Sihol ini, peran dan fungsi tim detektif sebenarnya sudah ada di Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) covid-19 Kota Bogor. Sehingga tidak harus membentuk lagi tim yang baru.

“Kalau dilihat Perwali Nomor 900.45-201 tahun 2020 dan peraturan diatasnya, tujuan pembentukan gugus tugas covid-19 itu sudah komprehensif. Tinggal bagaimana memaksimalkan pengaplikasiannya. Tanpa harus membuat tim lagi,” paparnya.

Fathulloh mengatakan, unit pelacak dan unit pemantau covid-19 sudah menjadi tugas tim gugus tugas. Anggotanya pun sama saja sudah keanggotaan gugus tugas. Menurutnya, pembentukkan tim baru tersebut menunjukkan tidak optimalnya kinerja gugus tugas covid-19 Kota Bogor.

“Ini mencerminkan bahwa gugus tugas covid-19 yang dibentuk sejak Maret lalu tidak maksimal dalam pelaksanaannya hingga perlu dibentuk tim lagi,” katanya.

Bahkan, menurut Fathulloh, pembentukkan tim baru itu dianggap ‘ilegal’, karena belum jelas payung hukumnya. Sebab, dibentuknya tim baru memerlukan landasan yuridis dalam pelaksanaannya.

“Ini tim detektif belum jelas payung hukumnya. Apa tidak akan menimbulkan polemik dengan tim gugus tugas dalam pelaksanaannya? Tumpang tindih kebijakan akan melahirkan informasi yang simpang siur nanti. Dari yang saya baca, anggota yang direkrut ratusan, anggarannya bagaimana?,” tuturnya.

Selanjutnya, pihaknya menyarankan, agar Pemkot Bogor lebih memaksimalkan kinerja Tim Gugus Tugas Covid-19 ketimbang membentuk lagi tim baru.

“Sudahlah. Maksimalkan saja kerja gugus tugas. Masyarakat siap kompak menjadi detektif di rumah masing-masing,” pungkasnya.

Terkait hal tersebut, belum ada tanggapan dari pihak-pihak terkait di Pemkot Bogor.

(Red)