Beranda Daerah Positif Covid-19 Nambah 1 Orang, Pemkab Subang Perpanjang Lagi PSBB di 10...

Positif Covid-19 Nambah 1 Orang, Pemkab Subang Perpanjang Lagi PSBB di 10 Kecamatan dan 13 Desa

Jabarpress.com, Subang-Pemkab Subang kembali memperpanjang pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional untuk menekan pandemi wabah korona covid-19 hingga 26 Juni 2020 mendatang.

PSBB proporsional akan diterapkan di 10 kecamatan dan 13 desa dengan jumlah kasus covid-19 signifikan.

PSBB proporsional ini diperpanjang, meski berdasarkan evaluasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Provinsi Jawa Barat tentang hasil Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional menyatakan bahwa Kabupaten Subang mengalami penurunan level covid-19, dari level kuning menjadi level biru.

Namun meskipun angka reproduksi virus menurun, akan tetapi karena masih ada penularan, maka PSBB Proporsional berbasis mikro atau desa di Subang akan diperpanjang sampai dengan 26 Juni 2020.

“Jadi berdasarkan evaluasi gugus tugas Covid-19 Subang dan arahan dari Gubernur Jabar akan memerpanjang PSBB Proporsional tersebut di 10 Kecamatan 13 Desa terdapat konfirmasi positif Covid-19,” ungkap Jubir TGTPP Covid-19 Subang, dr. Maxi saat konperensi pers di Posko TGTPP Covid-19 Subang di Jln.Aria Wangsa Goparana Subang, Jumat (12/6/2020) siang.

Dijelaskan dr. Maxi, predikat level biru bagi Subang ini tentunya berdasarkan beberapa faktor penilaian dan pertimbangan.

Meskipun dalam sepekan ini terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Subang, namun analisa pertama, angka pertumbuhan kasus positif di Subang saat ini tidak melonjak tajam dan kalaupun ada itu tersebar.

Kemudian korban meninggal dunia akibat positif Covid-19 tidak bertambah, sejauh ini hanya tiga orang, dan adanya penurunan drastis dari orang dalam pemantauan (ODP).

“Semua itu menjadi dasar dan alasan kenapa Subang menjadi level biru. Ini kabar gembira, namun kita juga dalam perpanjangan PSBB dan memulai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) harus lebih ketat dalam menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 Subang sebagai langkah antisipasinya,” jelasnya.

Adanya penemuan kasus baru karena Subang menjadi salah satu di daerah di Jawa Barat yang gencar melakukan rapid test massal.

“Sejauh ini dari bulan Maret hingga Juni 2020, kami mencatat telah melakukan rapid test sebanyak 10.453 di berbagai tempat. Baik itu pasar tradisional, perusahaan, dan tenaga medis. Hasilnya dinyatakan 162 reaktif, dan hasil tes swab dinyatakan 58 orang positif covid-19,” paparnya.

Selanjutnya, kata dia, Pemprov Jabar telah mencanangkan program pekan tes swab di Kabupaten/kota di Jawa Barat, yang akan dimulai tanggal 15 Juni saat ini. Hal tersebut guna mendeteksi dini penyebaran virus corona, baik kepada orang tanpa gejala (OTD) dan tracking pada zona yang diwaspadai atau klaster penularan covid-19.

“Untuk Subang akan dilaksanakan selama 10 hari kedepan dengan slot 1.500 orang. Teknisnya 1 hari kami akan melakukan swab di 4 Puskesmas, masing-masing 40 orang. Jadi kami menjadwalkan itu 160 orang per hari sehingga kalau 10 hari jadi 1.600 melebihi target tapi kami punya persediaan,” terangnya.

Kasus Positif Covid-19 Nambah 1 Orang

Perhari ini, ditambahkan dr. Maxi, kasus positif Covid-19 di Subang kembali bertambah satu orang.

“Saat ini kasus positif Covid-19 di Subang jadi 59 orang. Yang bersangkutan warga Kecamatan Pusakanagara,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Subang, H. Ruhimat selaku Ketua TGTPP Covid-19 Subang mengikuti video conperence Gubernur Jawa Barat di Rumdin Bupati Subang, Jumat (12/6/2020). Didampingi Wabup Subang, dan Forkopimda Subang.

Bupati Subang menyampaikan meski kini Subang level sudah menurun, yakni level biru tetapi pihaknya tidak akan menurunkan kewaspadaan.

Ia berjanji akan terus mengupayakan kegiatan rapid test dan tes swab di kantong kantong penyebaran virus Covid-19, salah satunya di pasar tradisional. Dengan menyasar utamanya para pedagang.

“Kemudian dalam rangka adaptasi kehidupan baru (AKB) kita terus berkoordinasi dengan pihak Pemprov dan mengkonsolidasikannya dengan berbagai pihak. Kuncinya adalah warga masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan,” pungkasnya.