Beranda Pendidikan & Pesantren MWC NU Cibogo Gelar Halal Bihalal, Ust Bibin: Tradisi Saling Memaafkan Massal...

MWC NU Cibogo Gelar Halal Bihalal, Ust Bibin: Tradisi Saling Memaafkan Massal Khas Nusantara

Jabarpress.com, Subang-Majelis Musyawarah Cabang Nahdhatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Cibogo menggelar silaturahmi halal bihalal di Mesjid Al-Mujahidin, Selasa (9/6/2020).

Kegiatan dihadiri para pengurus, jajaran Syuriah Pengurus Nahdatul Ulama Kecamatan Cibogo, serta Katib Ustad Bibin Bunyamin.

Selain itu juga turut hadir KH. Dadan Hamdani pengurus PCNU Kabupaten Subang, sekaligus mengisi tausiah, dan para tokoh ulama umaro se-Kecamatan Cibogo.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Cibogo Ustad Deden Abiwarga menyebut, acara halal bihalal sekaligus mengawali acara rutin lailatul ijtima MWC NU yang dilaksanakan dalam satu minggu sekali setiap Rabu.

Dia mengatakan, ditengah pandemi covid-19, kegiatan halal bihalal ini berlangsung dengan tetap menggunakan protokol kesehatan covid-19.

“Acara halal bihalal ini merupakan tradisi bagi kita setelah melakukan puasa di bulan Ramadhan usai idul pitri bertujuan untuk bersilaturahmi serta meneruskan program pengajian rutin lailatul ijtima yang sudah diagendakan. Diharapkan melalui kegiatan rutin ini MWCNU Kecamatan Cibogo kedepan lebih hangat lagi untuk mengembangkan ukhuwah syiar Islam di wilayah Cibogo, serta terima kasih kepada para ulama umaro yang turut hadir dalam kegiatan ini sehingga kita bisa bersilaturahmi,” ujar Ustad Deden kepada Jabarpress.com.

Katib Syuriyah MWCNU Cibogo Ustad Bibin Bunyamin menjelaskan, halal bihalal menjadi tradisi yang sarat nilai moral, digali dari ajaran Islam serta dikontekstualisasikan dengan budaya dan tradisi masyarakat Indonesia.

“Kita sepatutnya memberikan apresiasi yang tinggi kepada para ulama, sebab merekalah sebenarnya orang yang mewarisi ajaran-ajaran Nabi SAW, menggerakan kebaikan-kebaikan dan bagaimana menghidupkan dalam suatu realitas sosial masyarakat yang beradab,” ucapnya.

Dia mengatakan, tradisi halal bihalal menjadi bukti tradisi lokal yang hidup dalam suasana kesatuan dan persatuan. Satu dari sekian tradisi yang hidup dalam masyarakat Indonesia yang memiliki nilai historis-sosiologis adalah halal bihalal, di mana saling memaafkan tidak lagi bersipat seremonial, tapi melekat dalam benak nasyarakat nusantara sebagai nilai keagamaan sekaligus kebudayaan.

“Tradisi saling memaapkan dalam nuansa massal hampir sulit ditemukan dalam budaya masyarakat manapun, kecuali hanya di Indonesia. Wajar jika kemudian halal bihalal ide ide dengan suasana yang sedemikian kental dibalut nilai nilai moral keagamaan yang memang telah terserap sedemikian kuat dalam batin masyarakat nasional,” tandasnya.

(Ajat Sudrajat)