Beranda Hukum LBH Mapancas, Kado Harlah Pancasila ke-75 Tahun

LBH Mapancas, Kado Harlah Pancasila ke-75 Tahun

Jabarpress.com, Bandung-Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila ke-75 tahun, Senin, 1 Juni 2020, DPD Mahasiswa Pancasila (Mapancas) Jawa Barat resmi meluncurkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mapancas.

Kegiatan soft launching LBH Mapancas yang digelar di Bandung ini dihadiri keluarga besar Mapancas, Ika Mapancas dan Penguruas DPD Mapancas Jawa Barat.

“LBH MAPANCAS lahir sebagai apresiasi atas lahirnya PANCASILA, kemudian ada segudang ekspektasi untuk dapat sama-sama membantu dalam memgadvokasi sejumlah persoalan hukum di masyarakat,” ujar Ketua DPD Mapancas Jabar, Aji Saptaji, kepada Jabarpress.com.

Pria yang berprofesi sebagai advokat ini mengatakan, sebetulnya banyak masyarakat yang butuh jasa layanan pendampingan hukum, namun mereka kerap kebingungan mengadu.

“Masyarakat bukan tidak mau meminta layanan jasa pengacara tetapi tidak tahu harus kemana. Hal inilah yang saya dan teman-teman berharap lahirnya LBH Mapancas menjadi solusi dalam mengadvokasi beragam persoalan di masyarakat, terutama masyarakat dalam kategori tidak mampu,” tegas Aji.

Dewan Pembina DPP Mapancas, Sachrial, menyebut, LBH MAPANCAS bukan hanya sebatas mengadvokasi perkara yang sudah matang, tetapi harus disertai dengan penyuluhan-penyuluhan hukum sehingga masyarakat sadar dan melek hukum.

“LBH MAPANCAS sengaja lahir bertepatan dengan lahirnya grundnorm Pancasila, sebagai norma dasar bernegara,” imbuhnya.

Menurut dia, trend pada rezim sekarang dengan mudahnya segala persoalan dan perkara main lapor bisa dikatakan menjadi momentum kesadaran dalam bidang hukum, tetapi jangan sampai kesadaran berhukum ini menjadi instrumen politis untuk mematikan segala bentuk aspirasi dan kebebasan berpendapat menjadi terbungkam karena takut dilaporkan.

“Perkembangan zaman dengan segala konflik dan peta politik internasional yang meninggi membuat banyak ideologi bernegara yang diuji. Pancasila pun sebagai ideologi bangsa kita tak luput dari ujian,” ucapnya.

Dia mengatakan, konflik agama, kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan-kesejahteraan semakin tinggi tensi dengan subyektivitas kepentingannya. Hingga pada akhirnya masyarakat menjadi korban dalam kepentingan politik hukum.

“Karena itu, lahirnya LBH Mapancas adalah sebagai rasa khidmat dan bhakti terhadap nilai tertinggi pada norma dasar bernegara, demi terciptanya hukum yang berkeadilan dengan didasarkan pada keTuhanan dan kemanusiaan,” tegas Sachrial.

Dia mengungkapkan, kekerasan, pembunuhan, keserakahan, kelicikan dan ketidakpatuhan terhadap Yang Maha Khaliq telah dicontohkan oleh manusia angkatan pertama dari anak Adam dan Hawa. Apa yang dilakukan oleh Qabil adalah sejarah kesombongan dan ketidakpatuhan atas perintah Allah. Kesombongan dan keserakahan telah menjadi itikad buruk atas sebuah pemenuhan keinginan duniawi yang sementara.

Karena kesombongan dan itikad buruk itulah yang pada akhirnya menjadi perilaku jahat tanpa ampun sekalipun pada saudaranya sendiri. Padahal Qobil adalah kakak dari Habil. Qurban dengan gandum yang jelek dan tak peduli diterima atau tidak.

Pemenuhan hasrat duniawi memiliki istri cantik, memiliki ternak dengan jalan tidak baik, membuat sang adik Habil pasrah dan tak mau melawan pada kakaknya karena sesama saudara.

“Inilah kisah pertama manusia melakukan kejahatan dan keserakahan yang berakibat buruk pada alam sekitarnya. Penumpahan darah, fitnah, keserakahan dan pembangkangan membuat alam berubah. Inilah kisah dan sejarah pertama kejahatan yang dilakukan manusia bernama Qobil. Atas kejahatan itu dosa baginya dan para pengikutnya. Sementara kepasrahan atas apa yang dilakukan oleh Habil adalah pahala baginya beserta para pengikutnya,” paparnya.

Menurutnya, kejahatan dan kebaikan selalu berpasangan. Agar tak menjadi para pengikut Qobil, LBH Mapancas adalah upaya agar kebaikan dan kebenaran tetap harus diperjuangkan agar kita semua terhindar dari sifat dengki kemanusiaan. Sifat Qobil ini telah melahirkan banyak keturunan dan para pengikutnya telah banyak membuat kerusakan di muka bumi dan segala sistem kehidupan.

“Insyaa Allah kehadiran LBH Mapancas menjadi bagian yang terpenting dalam bahasa almarhum Burhanudin Lopa Syuhada Penegak Hukum yang sederhana dan jujur ‘beranilah menjadi benar sekalipun sendirian’. Semoga LBH ini menjadi perlawanan konstitusional terhadap sifat-sifat Qobil,” pungkas Sachrial.