Beranda Hukum Kades Pamanukan Hilir Dilaporkan Warga ke Polisi Atas Belasan Dugaan Pelanggaran

Kades Pamanukan Hilir Dilaporkan Warga ke Polisi Atas Belasan Dugaan Pelanggaran

Jabarpress.com, Subang-Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama tokoh masyarakat Desa Pamanukan Hilir Kecamatan Pamanukan melaporkan Kades Pamanukan Hilir (Nuklir), Udin Jamaludin, ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Subang atas dugaan melakukan penyalahgunaan keuangan desa tahun anggaran 2019 senilai Rp908.508.700.

Ketua BPD Pamanukan Hilir, Muhtar Zaelani mengaku, sudah mengirimkan berkas laporan dugaan penyalahgunaan keuangan Desa Pamanukan Hilir ke Unit Tipidkor Polres Subang, Selasa (2/6/2020).

“Artinya, kami sudah resmi melaporkan Udin Jamaludin selaku Kades Pamanukan Hilir Kecamatan Pamanukan ini atas dugaan Penyelewengan/penyalahgunaan anggaran keuangan desa khususnya dana desa tahun anggaran 2019,” ujar Muhtar, Selasa (2/6/2020).

Dia menyebut, dalam pelaporan tersebut, ada belasan poin dugaan penyelewengan yang dilakukan kades.

Selain melaporkan dugaan penyimpangan anggaran ADD dan DD, pihaknya juga melaporkan kades terkait dugaan penyalahgunaan aset desa yakni menyewakan sawah milik desa seluas 9,2 hektar hingga tahun 2024.

“Namun diduga dana hasil sewa tersebut tidak dimasukan ke kas desa, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi,” tuturnya.

Pihaknya berharap, Unit Tipidkor Polres Subang bisa segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Semoga laporan kami bisa segera ditangani serius oleh unit Tipidkor Polres Subang dan segera memanggil serta melakukan pemeriksaan terhadap oknum Kades Pamanukan Hilir tersebut,” ucap Muhtar.

Berikut 17 poin dugaan penyalahgunaan anggaran keuangan desa selama tahun 2019 yang dilaporkan oleh pihak BPD Pamanukan Hilir kepada Unit Tipidkor Polres Subang:

1. Pelimpahan dana BumDES dari mantan kepala desa (E. Kurnadi Adiwijaya) kepada kepala desa yang baru (Udin Jamaludin) yang disaksikan oleh Sekretaris Desa (Ade Sukardi), Kaur keuangan (Diman) dan Ketua BPD Pamanukan Hilir (Mukhtar Jaelani) tidak diberikan kepada pengurus BUMDES Amanah Desa Pamanukan Hilir sebesar Rp 40.000.000 yang bersumber dari Anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2018. Diduga kuat habis digunakan oleh kepala desa Pamanukan Hilir (Udin Jamaludin) untuk kepentingan pribadi (surat pernyataan mantan Kepala Desa Pamanukan Hilir E. Kurnadi Adiwijaya telampir)

2. Tahun 2019 Kepala Desa Pamanukan Hilir menyewakan tanah/asset Desa berupa sawah seluas 3,5 Ha sebesar Rp75.000.000 tidak dilakukan lelang dan tidak dimasukan dalam rekening Kas Desa. Pada tahun yang sama tgl 21 Juni, Kepala Desa secara pribadi menyewakan asset Desa/Sawah bengkok kepada H. Ruskandi sebesar Rp200.000.000 seluas 8,2 Ha yang berlokasi di Desa Pamanukan Hilir dan tidak dimasukan kedalam rekening kas desa (kwitansi terlampir)

3. Pada tanggal 28 oktober 2019 Kepala Desa menyewakan sawah bengkok yang berlokasi di Desa Tegalurung seluas 7000m2 kepada Hj Ida Widianingsih sebesar Rp 40.000.000 selama 5 tahun terhitung dari 28 Oktober 2019–28 Oktober 2024 (kwitansi terlampir). Dari semua hasil sewa lahan/Sawah bengkok tersebut tidak dimasukan dalam rekening kas desa dan diduga kuat habis digunakan oleh Kepala Desa Pamanukan Hilir untuk kepentingan pribadi.

4. Pada 9 Januari 2020 Kepala Desa pamanukan Hilir menyewakan asset desa/sawah bengkok seluas 8,2 Ha kepada H. Ruskandi untuk tahun 2021 (2 garapan) sebesar Rp 200.000.000. Hasil sewa tersebut tidak dimasukan ke dalam Rekening Kas Desa dan diduga kuat habis digunakan oleh Kepala Desa untuk kepentingan pribadi (kwitansi terlampir).

5. Pada tahun 2020 Kepala Desa pamanukan Hilir juga telah megambil uang sewa aset desa/sawah bengkok kepada H. Ruskandi untuk garapan tahun 2022 sebesar Rp 35.000.000. Hasil sewa tersebut tidak dimasukan ke dalam Rekening Kas Desa dan diduga kuat habis digunakan oleh Kepala Desa untuk kepentingan pribadi.

6. Pada bulan Mei 2020 Kepala Desa Pamanukan Hilir telah menyewakan Aset Pemerintah Kabupaten Subang berupa sawah seluas 9000m2 yang berlokasi di Desa Pamanukan Hilir kepada Haji Mamat sebesar Rp 17.000.000.

7. Pelaksanaan pekerjan rigit beton dengan volume 135m x 4m x 0,2m yang berlokasi di dusun poncol RT20/05 dengan anggaran Rp 169.948.400,- yang bersumber dari Anggaran Dana Desa Tahap 1 tahun Anggaran 2019 diberikan langsung oleh kepala Desa Pamanukan HIlir kepada pelaksana kegiatan Asan Apendi sebesar Rp 135.000.000, diduga kuat Kepala Desa melakukan pemotongan atau penyelewengan sebesar Rp 34.948.400,- (surat pernyataan terlampir)

8. Pelaksanaan pekerjan rigit beton dengan volume 228m x 4m x 0,2m yang berlokasi di dusun poncol RT20/05 dengan anggaran Rp 285.510.300 yang bersumber dari Anggaran Dana Desa Tahap 2 tahun Anggaran 2019 yang diberikan langsung oleh kepala Desa Pamanukan Hilir kepada pelaksana kegiatan (LPM Desa Pamanukan HIlir) sebesar Rp 202.000.000, diduga kuat Kepala Desa melakukan pemotongan atau penyelewengan sebesar Rp 83.510.300 (surat pernyataan terlampir)

9. Pelaksanaan pekerjaan gorong – gorong dusun poponcol nilai anggaran Rp 10.000.000 yang bersumber dari dana desa tahap 1 tahun anggaran 2019 yang diberikan langsung oleh Kepala Desa Pamanukan Hilir kepada Pelaksana kegiatan sebesar Rp 6.000.000 di duga kuat Kepala Desa melakukan pemotongan/penyelewengan dana sebesar Rp 4.000.000

10. Dana pemeliharaan PAMSIMAS sebesar Rp 6.000.000,- yang bersumber dari BKUD tahun anggaran 2019 tidak diberikan kepada Pengelola PAMSIMAS (Udin Jaenudin dan Hambali) uang tersebut diduga diselewengkan oleh Kepala Desa Pamanukan Hilir (Surat pernyataan pengelola PAMSIMAS terlampir )

11. Pelaksanaan penanganan sampah di dusun Pilang Hilir RT04 / RW01 Pamanukan Hilir sebesar Rp 35.000.000 yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2019 hanya digunakan sebesar Rp 7.000.000,- untuk upah kerja yang dikerjakan oleh Tarma. Diduga kuat kepala desa menyelewengkan dana sebesar Rp28.000.000 (surat pernyataan bapak tarma terlampir).

12. Pelaksanaan pekerjaan RUTILAHU Dana bin Carman RT12/03 Dusun Cimangu Desa Pamanukan Hilir yang bersumber dari Dana Desa tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 10.000.000 diberikan kepada penerima sebesar Rp 8.000.000,- diduga Kepala Desa menyelewengkan dana sebesar Rp 2.000.000 (surat pernyataan terlampir).

13. Pelaksanaan pekerjaan RUTILAHU Ade Karmin RT07/02 Dusun Kaum Tua Desa Pamanukan Hilir yang bersumber dari Dana Desa tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 10.000.000 diberikan kepada penerima sebesar Rp 8.000.000, diduga Kepala Desa menyelewengkan dana sebesar Rp 2.000.000 (surat pernyataan terlampir).

14. Pelaksanaan pekerjaan RUTILAHU Tarkim RT15/04 Dusun Sarwijan Desa Pamanukan Hilir yang bersumber dari Dana Desa tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 10.000.000 tidak dilaksanakan/dikerjakan, diduga kepala desa menyelewengkan dana tersebut untuk kepentingan pribadi (surat pernyataan terlampir ).

15. Pelaksanaan pembuatan Taman Polindes di RT03/01 Dusun Pilang Hilir Desa Pamanukan Hilir yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2019 sebesar Rp 50.000.000. Anggaran tersebut diberikan oleh Kepala Desa kepada Pelaksana Pekerjaan Ratnoto sebesar Rp 30.000.000,- diduga kepala desa menyelewengkan dana sebesar Rp 20.000.000 untuk kepentingan pribadi (surat pernyataan terlampir )

16. Pelaksanaan pengerasan jalan Dusun Poponcol RT19/05 Desa Pamanukan Hilir berdasarkan hasil musyawarah tertanggal 20 Februari tahun 2020 antara beberapa tokoh masyarakat dan Kepala Desa yang diketahui oleh camat pamanukan, kapolsek pamanukan, danramil pamanukan, kepala unit intel subang, polres subang bahwa kepala desa hanya melaksanakan kegiatan tersebut sebesar Rp 28.950.000 yang bersumber dari Bantuan Desa (BANDES) 2019, diduga kepala desa menyelewengkan dana sebesar Rp 21.050.000.

17. Pengarugan dan pembuatan gapura makam yang berlokasi di dusun pilang hilir RT02/01 yang bersumber dari bantuan desa tahun anggaran 2019 sebesar Rp 50.000.000,- tidak dikerjakan oleh Kepala Desa.

Dari poin tersebut diatas, diduga Kades Pamanukan Hilir Udin Jamaludin menyelewengkan keuangan desa dengan total sebesar Rp 908.508.700.

Terkait pelaporan atas berbagai temuan dugaan penyalahgunaan tersebut, Kades Pamanukan Hilir Udin Jamaludin hingga kini belum memberikan tanggapannya.