Beranda Daerah 14 Sembuh, Pasen Kasus Positif Korona Subang Tinggal 28 Orang

14 Sembuh, Pasen Kasus Positif Korona Subang Tinggal 28 Orang

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Subang pada Sabtu (30/5/2020) bertambah dua orang. Sehingga jumlah total kasus positif korona di Subang bertambah jadi 45 orang.

Namun, diungkapkan oleh Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Subang, dr. Maxi, dari total 45 orang kasus positif covid-19, sebanyak 14 orang diantaranya dinyatakan sembuh dan 3 lainnya meninggal dunia. Sehingga, jumlah warga positif yang masih dalam perawatan sebanyak 28 orang.

Maxi menyebut, adanya penambahan 2 orang positif itu berasal dari Kasomalang dan Kalijati.

“Adanya penambahan dua orang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu, satu orang merupakan klaster dari Desa Kasomalang Kulon Kecamatan Kasomalang, yakni menantunya Ny. I yang kini masih dirawat di RSUD Subang dan satu lagi warga Kecamatan Kalijati. Informasi hasil Swabnya baru kami terima pagi tadi,” ungkap dr. Maxi, Sabtu (30/5/2020).

Keduanya saat ini dalam kondisi sehat.

“Untuk warga Kasomalang Kulon sudah dirawat di ruang isolasi Alamanda RSUD Subang dan warga Kalijati dirawat di Rumah Sakit Siloam Purwakarta. Dia warga biasa, tapi dilakukan swabnya disana dan saat hasil Swabnya keluar tadi pagi, sekarang ia tetap diisolasi disana,” jelasnya.

Kemudian untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 60 orang, 55 orang selesai, 47 diantaranya dinyatakan sembuh.

“Masih dalam pengawasan 5 orang dan 8 orang meninggal dunia,” ujarnya.

“Untuk orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 5.625 orang, 4.888 sudah selesai dan masih dalam pemantauan sebanyak 737 orang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Subang mulai hari ini hingga 12 Juni 2020 mendatang akan melanjutkan pemberlakuan PSBB Proporsional di tingkat desa yang masih terdapat kasus positif Covid-19, yakni 7 Desa di 5 Kecamatan di Kabupaten Subang.

Hal tersebut berdasarkan keputusan Gubernur Jawa barat dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 di Subang.

BERBAGI