Beranda Ekonomi Dipantau Dirjen Kemensos, 669 KK Desa Majasari Dapat BLT Covid-19 Kemensos

Dipantau Dirjen Kemensos, 669 KK Desa Majasari Dapat BLT Covid-19 Kemensos

Jabarpress.com, Subang-Pemdes Majasari Kecamatan Cibogo menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) atau bantuan langsung tunai (BLT) dari Kemensos bagi warga terdampak covid-19.

Penyaluran BST Kemensos yang berlangsung Sabtu (16/5/2020) ini dihadiri langsung oleh pejabat Dirjen Kemensos RI didampingi Kepala Dinas Sosial Subang H Deden Hendriana, Camat Cibogo Sri Novia bersama unsur muspika, jajaran Pemdes Majasari, bhabinkamtibmas Polri, Babinsa TNI AD, BPD, LPM, tokoh masyarakat, serta RT/RW.

Kades Majasari Kecamatan Cibogo Tati Hermawati melalui Ketua BPD Bibin Bunyamin menyebut, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kemensos RI yang telah meluangkan waktu untuk monitoring penyaluran bantuan sosial tunai (BST) dari Kemensos.

“Ada sekitar 669 KK yang dapat BLT kemensos ini. Alhamdulillah proses penyaluran bantuan BST kemensos ini berjalan lancar aman serta kondusif, hal ini didukung dengan akurasi data tetang keluarga penerima manpaat (KPM). Jadi dalam penyaluran bantuan jangan sampai ada yang tumpang tindih atau dobel, karena itu data harus sudah diperifikasi dari tingkat RT/RW. Sehingga tidak termasuk dalam DTKS yaitu data terpadu kesejahtraan sosial, ketika ada data yang belum terkaper atau terakomodir, mungkin bu kades akan mengutus RT dan RW untuk menyisir data yang mendapatkan bantuan dobel atau tumpang tindih,” paparnya kepada Jabarpress.com.

Pihaknya berharap, warga yang menerima bantuan dobel agar mereka mengerti untuk diberikan kepada warga yang belum menerima bantuan sama sekali.

“Semoga bantuan sosial tunai (BST) ini bermanpaat untuk warga yang terdampak covid 19 ini, kedepan diharapkan data KPM lebih terupdet lagi secara akurasi data dan lebih palid,” ucap Bibin.

Sekretaris Dirjen Resos Kemensos RI Idit Supriyadi menyampaikan, pihaknya mendapatkan laporan, menurut data masih ditemukan ada beberapa yang dobel, namun masih ada kesempatan secepatnya diupdet data tersebut.

“Data dari desa disampaikan ke kecamatan lalu disampaikan ke dinsos kabupaten, selanjutnya data segera dikirim ke kemensos, kemudian itu dipadankan lagi, artinya untuk veripikasi data, dan mekanismenya data itu dari daerah, lalu masuk kemudian diolah sehingga tidak ada lagi data yang dobel, tidak ada lagi yang influsing eror, artinya orang yang mampu masuk, itu yang harus dibersihkan atau sebaliknya orang yang tidak mampu malah tidak dapat bantuan tersebut itu dicleansing,” jelasnya.

Pihaknya berharap untuk tahap kedua tidak ada lagi data yang doble, kemudian yang hak menerima tapi tidak dapat.

“Itu nantinya akan diserahkan kepada Direktorat Jenderal PNM, selaku pengelola kegiatan bantuan sosial tunai ini kemudian oleh PNM ditetapkan, lalu oleh menteri dan dirjen itu akan segera dikirim ke daerah sebagai dasar untuk penyaluran bantuan tahap berikutnya,” jelasnya.

Camat Cibogo Sri Novia menjelaskan, data yang updet masih ada keluarga penerima manpaat atau (KPM) masih ada yang dobel, sementara datanya belum palid, akan tetapi sudah beberapa kali mengadakan veripikasi dan validasi data.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran Dirjen dari Kemensos karena data KPM ingin valid. Jadi sementara data di desa ada yang dobel, yakni warga yang meninggal dunia atau pindah, agar segera bisa diperbaiki. Diharapkan kedepan data keluarga penerima manfaat (KPM) itu betul-betul harus valid dan tepat sasaran serta betul-betul orang yang hak menerima bantuan tersebut,” tegas Camat Sri.

(Ajat Sudrajat)