Beranda Daerah DPRD Minta Pemkab Subang Buka Anggaran Covid-19, H Adik: Jangan Jadikan Covid-19...

DPRD Minta Pemkab Subang Buka Anggaran Covid-19, H Adik: Jangan Jadikan Covid-19 Proyek Krisis Kemanusiaan!

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Permintaan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker oleh Pemkab Subang kepada perusahaan-perusahaan, yang kemudian dipersoalkan publik mengingat besarnya alokasi anggaran penanganan Covid-19 yang mencapai Rp175 miliar, mendapat atensi serius dari DPRD Kabupaten Subang.

Anggota DPRD Subang Fraksi PDI Perjuangan, H Adik LF Solihin, mengatakan, adanya kabar permintaan bantuan APD dan masker oleh pemkab kepada perusahaan-perusahaan, mengingatkan dirinya akan program satu juta masker yang digulirkan Bupati Subang H Ruhimat untuk penanganan wabah Covid-19.

Pihaknya, sambung dia, langsung mengontak Bupati Ruhimat untuk meminta penjelasan ihwal pengadaan masker tersebut.

Saat itu, ujar H Adik, bupati menjawab, bahwa anggaran pengadaan masker itu Rp1,5 miliar, awalnya. Tapi, bupati juga mencoba menginisiasi agar perusahaan-perusahaan yang membuka usahanya di wilayah Subang, ikut peduli atas situasi covid, diantaranya dengan minta bantuan maskernya.

“Lalu bupati menegaskan, bahwa dengan banyaknya bantuan-bantuan ini, dia menjamin, dia menggaransi, bahwa untuk pembelian masker itu paling maksimal habis Rp100 jutaan dari yang awalnya dianggarkan Rp1,5 miliar,” papar H Adik kepada Jabarpress.com, Rabu (13/5/2020), mengutip pernyataan Bupati Subang H Ruhimat.

Selanjutnya, dirinya meminta kepada Bupati agar anggaran covid-19 sebesar Rp175 miliar itu dibuka selebar-lebarnya. Juga meminta agar data-data terkait banyaknya bantuan dari pihak swasta, pihak ketiga atau pihak manapun agar dibuka selebar-lebarnya supaya tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

“Dan bupati berjanji dalam waktu dekat ini akan membuka semuanya,” paparnya.

Dia juga meminta Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Subang agar transparan dalam pengelolaan anggaran covid.

“Jangan sampai situasi covid-19 di Kabupaten Subang itu dijadikan sebagai proyek krisis kemanusiaan. Karena itu, tim gugus tugas covid-19 agar bisa membuka informasi selebar-lebarnya, sedetil-detilnya terkait anggaran tersebut,” tegas H Adik yang juga menjabat Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya diberitakan, permintaan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker oleh Pemkab Subang kepada perusahaan-perusahaan yang dikabarkan ‘dikoordinir’ oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), dipersoalkan oleh sejumlah kalangan masyarakat.

Pasalnya, untuk penanganan wabah korona Covid-19, Pemkab Subang mengalokasikan anggaran cukup besar mencapai Rp175 miliar.

“Kalau masih meminta bantuan, lantas anggaran ratusan miliar rupiah itu dikemanakan, terlebih bantuan-bantuan APD dari setiap perusahaan pada memberi bantuan seperti dari BUMD, BUMN, kemudian dari para anggota DPRD dan masyarakat lainnya,” ujar Ketua Forum Kebijakan Publik (FKP) Kabupaten Subang Aif Saifurohman, Rabu (13/5/2020).

Menurut Aif, saat ini Pemkab Subang harus terbuka mengenai penggunaan anggaran yang cukup besar tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Subang, H Kusman Yuhana Natasaputra, mengonfirmasi adanya permintaan bantuan APD dan masker yang dilakukan instansinya kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Subang.

Namun, pihaknya belum bersedia mengungkap dan memerinci perusahaan mana saja yang telah menyumbang bantuan maupun nilai atau jumlah bantuannya.

“Siap nanti saya na lagi penanganan mogok masal pekerja buruh di cipeundeuy,” ucapnya singkat.

BERBAGI