Beranda Daerah Masa PSBB Berbiaya Rp3,4 M, Kasus Positif Korona Membludak Tembus 35 Orang

Masa PSBB Berbiaya Rp3,4 M, Kasus Positif Korona Membludak Tembus 35 Orang

Jabarpress.com, Subang-Memasuki hari keenam masa berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menelan biaya APBD hingga Rp3,4 miliar, Selasa (12/5/2020) jumlah kasus positif korona covid-19 di Kabupaten Subang kian bertambah signifikan menembus 35 orang dari sebelumnya 29 orang.

Penambahan enam orang yang terkonfirmasi positif dari hasil Tes Swab ini merupakan kluster dari salah satu BUMN di Kecamatan Ciasem Subang. Mereka tinggal di satu komplek. Dari jumlah yang mengikuti swab sebelumnya 14 orang.

“Untuk isolasi keenam orang tersebut hari ini kita bicarakan dengan RSUD Subang,” ungkap Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 dr. Maxi didampingi Kadiskominfo Subang, Sumarna selaku Koordinator Humas TGTPP Covid-19 Subang, di Posko Gugus TGTPP Covid-19 Subang Jln.Aria Wangsa Goparana, Selasa (12/5/2020).

“Jadi untuk saat ini 27 orang dalam perawatan, 15 orang dirawat di ruang isolasi RSUD Subang, 1 orang dirawat di RS.Swasta di Jakarta, 5 orang isolasi mandiri di rumahnya, dan 6 orang proses isolasi,” jelasnya.

Dengan ditemukannya 6 pasien terkonfirmasi positif di satu komplek ini tentunya ini sudah mengindikasikan bahwa itu penularan bukan lagi impor dari kota yang lain, tapi sudah menular antar orang di lokasi yang sama. Artinya ada transmisi lokal.

“Tapi kan ini baru fenomena kedua, pertama kan kluster di kasomalang sudah bisa kita putus penularannya. Dari total 130 orang yang mengikuti rapid tes massal hasilnya mereka dinyatakan negatif. Makanya besok kayaknya kita akan menuju lokasi kesana untuk tracing melihat keadaan. Tentunya di komplek itu tidak mungkin hanya 14 orang. Karena mungkin mereka punya asisten rumah tangga atau pegawai yang lain atau keluarga besar yang ikut tinggal di situ yang harus kita jangkau,” paparnya.

“Intinya kami akan menyisir lagi sisa yang masih belum direvisi di komplek itu, sehingga kita akan menyingkirkan potensi-potensi penularan yang tidak kelihatan minimal kalau kita bisa memisahkan kelompok yang beresiko,” timpalnya.

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) lanjut dia, perhari ini dari total 47 orang, yang selesai atau sembuh 35 orang. Masih dalam pengawasan 5 orang, dan meninggal 7 orang.

“Sedangkan Orang dalam Pemantauan (ODP) trennya bertahan stagnan, dari 4.742 orang selesai pemantauan 3.878 orang, meninggal satu orang, dan masih dalam pemantauan 864 orang,” bebernya.

Kadiskominfo Subang, H. Sumarna, menyebut, untuk memutus mata rantai penularan Covid -19, mulai besok TGTPP Covid-19 akan melakukan rapid test mobile di pasar tradisional Cipeundeuy dengan sasaran para pedagang pasar dan masjid Al-huda Jalancagak. Bagi yang mau mengikuti rapid tes harus datang sebelum jam 07.00 Wib.

“Rencananya pelaksanaan rapid tes mobile itu akan berlangsung dari tanggal 13 -19 Mei 2020. Mudah-mudahan rapid tes ini dapat berjalan lancar,” pungkasnya.

Diketahui, untuk menyukseskan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Bupati Subang H Ruhimat mengucurkan anggaran sebesar Rp.3,4 miliar yang akan digunakan khusus biaya operasional pengamanan dan biaya pencegahan.

“Insyaallah Kabupaten Subang siap melaksanakan pembatasan sosial berskala besar di seluruh wilayah Kabupaten Subang dari besok 6 Mei – 19 Mei 2020,” ungkap Ruhimat usai apel gabungan launching PSBB dan roadshow di Lapang Alun-alun Subang, Jln.Aria Wangsa Goparana, Selasa (5/5/2020).