Beranda Ekonomi Habis Buat Membangun, Desa Kihiyang Belum Alokasikan BLT DD Covid-19, Dispemdes: Hati-hati...

Habis Buat Membangun, Desa Kihiyang Belum Alokasikan BLT DD Covid-19, Dispemdes: Hati-hati Kena Sanksi!

Jabarpress.com, Subang-Pemdes Kihiyang Kecamatan Binong mendapat kritikan warganya karena dikabarkan tidak mengalokasikan Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT DD) untuk warga terdampak wabah korona covid-19 akibat Dana Desa (DD) Tahap I tersedot habis untuk membangun infrastruktur.

Saat dikonfirmasi, Pjs Kades Kihiyang Kecamatan Binong, Kasan, membenarkan, desanya tidak mengalokasikan BLT DD Covid-19 pada pencairan Dana Desa Tahap I.

“Memang di DD Tahap I ini tidak dialokasikan untuk BLT karena kita habis untuk membangun infrastruktur,” ujar Kasan kepada Jabarpress.com.

Pihaknya berjanji akan mengalokasikan pembagian BLT DD untuk warga terdampak covid 19 pada pelaksanaan DD Tahap II.

“Tapi kita pasti realisasikan BLT DD nanti di Tahap II,” ucap pria yang juga berprofesi PNS di SMPN 1 Tambakdahan ini.

Selain soal BLT DD Covid-19 yang belum dianggarkan, Desa Kihiyang juga disorot oleh warganya terkait dana PAD dari hasil sewa bengkok Desa Kihiyang sebesar Rp260 juta yang dikabarkan sudah cair sejak Januari 2020.

Uang hasil sewa bengkok Rp260 juta ini dikabarkan bakal digunakan untuk membangun aula desa, pagar masjid dan kegiatan sosial serta kelembagaan.

“Tapi sampai sekarang uang sewa bengkok itu belum juga direalisasikan untuk pembangunan,” ungkap warga.

Terkait penggunaan uang sewa bengkok, Pjs Kades Kihiyang, Kasan, mengakui hingga kini belum direalisasikan.

“Tapi kami akan segera realisasikan. Insyaallah dalam waktu dekat akan segera kami rehab aula desa. Anggaran untuk rehab aula sudah ada, baik dari hasil PAD (sewa bengkok) maupun anggaran dari dana banprop. Apa yang dipertanyakan masyarakat kepada kami itu hal yang wajar dan saya sebagai PJS di sini sangat berterimaksah sekali atas perhatian masyarakat terkait pembangunan yang ada di Desa Kihiyang. Jadi mereka merasa peduli dan merasa memiliki itu sangat saya dukung, asalkan kritikan itu sifatnya membangun dan itu merupakan motivasi perangkat desa untuk lebih giat membangun desa,” papar Kasan.

Dispemdes: Desa Tak Alokasikan BLT DD Bakal Kena Sanksi

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dispemdes) Subang, H Nana Mulyana, menegaskan, ada sanksi bagi desa yang tidak menganggarkan BLT DD berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 40 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Dana Desa.

“Sanksinya bila desa tidak menganggarkan atau menyalurkan BLT DD, maka Dana Desa Tahap III-nya tidak akan bisa disalurkan,” tegas mantan Camat Jalancagak ini.

Nana juga meminta seluruh kepala desa agar menganggarkan dan segera merealisasikan BLT DD untuk warga terdampak korona covid 19.

“Terutama BLT DD, kalau tidak cukup di (DD) Tahap I, dapat menyalurkan di (DD) Tahap II,” pungkasnya.

Diketahui, pemerintah pusat melalui Kementerian Desa (Kemendes) telah menyiapkan skema pemberian Bantuan Langsung Tunai atau BLT untuk warga terdampak Covid-19, dengan sumber anggaran dari Dana Desa (DD).

Informasi yang dihimpun, skema pemberian BLT ini merupakan bagian dari program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Dana Desa, terdiri atas BLT (Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa, PKTD atau Padat Karya Tunai Desa, dan Desa Tanggap Covid-19.

Khusus untuk BLT Dana Desa, berdasarkan informasi yang dihimpun, ada beberapa kategori:

1. Desa Penerima Dana Desa (DD) kurang dari Rp800 juta, maka mengalokasikan BLT DD sebesar 10-15%,

2. Desa Penerima Dana Desa sebesar Rp800 juta-1 miliar, maka mengalokasikan BLT DD sebesar 15-20%,

3. Desa Penerima Dana Desa sebesar Rp1-1,2 miliar, maka mengalokasikan BLT DD sebesar 20-25%,

4. Desa Penerima Dana Desa sebesar Rp1,2-2 miliar, maka mengalokasikan BLT Dana Desa sebesar 25-30%, dan

5. Desa Penerima Dana Desa sebesar Rp2 miliar keatas, maka mengalokasikan BLT Dana Desa secara khusus.

Masa penyaluran bantuan BLT Dana Desa ini selama 3 bulan, terhitung sejak April 2020, dengan nominal BLT sebesar Rp600 ribu/bulan/KK.

(Asep H Ocay / Usep)