Beranda Daerah Dua Pasien Positif Korona Sembuh, Subang Tetap Berlakukan PSBB 6 Mei Mendatang

Dua Pasien Positif Korona Sembuh, Subang Tetap Berlakukan PSBB 6 Mei Mendatang

Jabarpress.com, Subang-Koordinator Bidang Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Subang, Dr. H. Sumarna, S.Sos, M.AP menyampaikan bahwa pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Subang dimulai tanggal 6 Mei 2020 mendatang.

PSBB tersebut merupakan skala Provinsi. Dimana pemberlakuannya diikuti 17 Kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

“PSBB kata kuncinya itu pembatasan. Baik itu kegiatan belajar, bekerja maupun beribadah itu dibatasi bukan penutupan lokal. Dengan tujuan memutus mata rantai penularan Covid-19 saat ini,” ungkap Sumarna yang juga Kadiskominfo Subang dalam konferensi pers di Posko gugus tugas Covid-19 Jln. Aria Wangsa Goparana Subang, Sabtu (2/5/2020) siang.

Sumarna berharap pada saatnya nanti pelaksanaan PSBB berjalan dengan lancar.

“Kami atas nama Gugus Tugas Covid-19 Subang menghimbau warga untuk meningkatkan kesadaran dengan melakukan langkah-langkah pencegahan. Kami juga menghimbau kepada seluruh warga Subang untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh,”ujarnya.

Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr. Jan Rudi Iskandar, M.Kes menyambut baik dengan adanya PSBB. Dikatakannya, secara teknis kesehatan pemberlakukan PSBB tidak terlalu berbeda dengan sebelum PSBB. Namun, ia berharap PSBB dapat mengurangi kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Ketika sudah diberlakukan PSBB semua orang yang datang ke Subang dicek, jika dari zona merah maka disuruh pulang kembali. Jadi kasus ODP bisa berkurang,”ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan kabar gembira adanya pasien positif Corona di Subang yang dirawat di RSHS Bandung dinyatakan sembuh. Setelah menjalani tes Swab ketiga, dan hasilnya negatif Covid-19.

“Alhamdulillah pasien positif Covid-19 yang sembuh di Subang bertambah jadi dua orang. Sebelumnya juga satu pasien yang sembuh dirawat di Rumah Sakit di Purwakarta,”ungkapnya.

Dijelaskan dia, cepat atau lamanya pasien bisa sembuh dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama karena daya tahan tubuh pasien sendiri dan kedua penanganan yang dilakukan oleh tim medis.

“Mengenai waktu sembuh bisa sekitar 2 minggu. Namun tidak bisa disamakan antara pasien satu dan lainnya. Masalah waktu kita tidak bisa memastikan, yang jelas rata-rata dalam waktu dua minggu bisa sembuh. Kita doakan pasien positif lainnya bisa segera sembuh,” pungkasnya.