Beranda Daerah Ormas BBC Garda Jerman Geram Ada Nenek 72 Tahun Luput dari Bantuan...

Ormas BBC Garda Jerman Geram Ada Nenek 72 Tahun Luput dari Bantuan Pemerintah

Jabarpress.com, Subang-Masih adanya warga miskin di Kabupaten Subang yang luput dari bantuan, membuat kesal komponen masyarakat.

Ormas BBC Garda Jerman Subang misalnya, dibuat geram dengan adanya seorang nenek tua renta usia 72 tahun yang kondisinya memprihatinkan, tapi belum tersentuh bantuan pemerintah.

Ketua Ormas BBC Garda Jerman Subang, Iman Zaelani, mengungkapkan, nenek renta warga Kampung Caracas 2 RT 09/04 Kecamatan Kalijati ini, tinggal di gubuk. Setiap pagi nenek tersebut akan mencari kayu bakar untuk keperluan memasak.

“Disaat Indonesia sedang stay at home dan psycal distancing untuk mencegah penyebaran covid-19, nenek itu tidak gentar untuk mencari kayu bakar,” ujar Iman kepada Jabarpress.com, Jum’at (1/5/2020).

Dia melanjutkan, pada awal bulan ini, RT setempat meminta identitas penduduk untuk program bantuan covid-19 dengan harapan bahwa nenek tersebut juga akan menerima bantuan. Namun, nenek itu tidak memiliki identitas kartu penduduk, sehingga dibuatkan oleh petugas desa setempat.

Menurut Iman, nenek tersebut menyampaikan, bahwa membuat kartu keluarga dipinta uang sebesar Rp50 ribu.

“Tapi sampai detik ini bantuan pun tak kunjung datang. Miris sekali ketika program-program pemerintah yang seharusnya si nenek dapatkan tetapi malah sang nenek tidak dapat program bantuan baik dari covid-19 atau pun program Aslut atau pun program lain nya. Berbanding terbalik ketika program yang diberikan pemerintah yang seharusnya dapat malah tidak dapat. Program-program seperti PKH, aslut dan yang lainnya untuk kabupaten subang ini memiliki kesan yang sangat memprihatinkan,” paparnya.

Pihaknya pun mempertanyakan banyaknya ketidaktepatan sasaran penerima bantuan.

“Kita sangat prihatin, yang seharusnya mendapatkan bantuan malah tidak mendapatkannya, namun yang seharusnya justru tidak mendapatkannya karena ekonominya mampu malah mendapatkannya. Ada apa sebenernya dengan pemerintah desa dan yang lainnya. Temuan-temuan seperti inilah yang membuat kegaduhan di berbagai kalangan, apalagi khususnya untuk kabupaten subang masih marak budaya dulur deukeut duit atau 3D. Jika data dari BPS tidak segera diperbaiki akan semakin mengkhawatirkan dan semakin rancu dan membuat kelaparan di Indonesia semakin terjadi, dan mungkin masih banyak lagi nenek-nenek di seluruh indonesia yang tidak menikmati program pemerintah. Ini hanya salah satu contoh kecil saja dan yang mendapatkan bantuan covid-19 adalah orang-orang yang memiliki kartu sakti dari presiden jokowi saja, padahal masih banyak yang harus dibantu dan mendapatkannya,” pungkas Iman.