Beranda Daerah 40 Warga Ikut Tes Rapid, Camat Cibogo: ODP Harus Jujur saat Diperiksa...

40 Warga Ikut Tes Rapid, Camat Cibogo: ODP Harus Jujur saat Diperiksa Medis

Jabarpress.com, Subang-Pemerintah Kecamatan Cibogo menggelar rapid tes tahap kedua untuk warga ODP (orang dalam pemantauan covid-19), khususnya yang bekerja atau datang dari zona merah, Rabu (22/4/2020).

Kegiatan dihadiri Camat Cibogo Sri Novia S.AN, Danramil 0501/Sbg Kapten H. Karsa, Kapolsek Cibogo Iptu Asep Rahmat, dan Plt Kepala UPTD Puskesmas Cibogo Tri Hartinah, Am.Keb. Para tim relawan satgas Covid 19 dari desa masing-masing juga hadir.

Camat Cibogo Sri Novia mengimbau warganya yang berada di luar daerah Subang agar menunda rencana mudik hingga situasi aman dari wabah.

“Tahan dulu rasa kangennya kepada keluarga, karena di Subang sedang pencegahan penyebaran covid 19. Dalam situasi seperti ini, cukup komunikasinya lewat seluler dengan warga yang ada di perantauan. Warga jangan panik, tetap waspada dan juga tetap melaksanakan PHBS di lingkungannya masing-masing serta wajib memakai masker,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh desa sudah melakukan pemberian masker kepada warga masing-masing, dan dilakukan secara bertahap dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya masker untuk kesehatan.

Pihaknya juga menegaskan, jika para perantau tetap memaksa mudik ke kampungnya, maka mereka harus mematuhi ketentuan pemerintah, seperti wajib lapor kepada RT dan RW atau pengurus setempat, wajib mengisolasi diri di rumahnya masing-masing selama 14 hari, dan jika selama 14 hari ada gejala flu batuk dan demam, segera melapor ke pengurus setempat atau ditindaklajut oleh tim gugus relawan covid 19 desa serta tim medis puskesmas.

Camat Sri juga meminta para ODP bersikap jujur dan terbuka mengenai riwayat penyakit, riwayat kontak dengan orang lain maupun riwayat perjalanan / bepergian ke luar daerah saat diperiksa medis, agar tidak menimbulkan resiko bagi pihak lain.

“Diharapkan warga ODP jujur, jangan berbohong ketika dirinya terserang gejala flu, batuk, pilek, demam. Pasti mereka ditanya riwayat perjalanannya, hal ini sangat penting untuk rekam medis, gejala-gejala yang dirasakan oleh warga, agar pelayanan medis tidak terkendala diharapkan kepada warga agar jujur dalam memberikan keterangan,” beber Sri kepada Jabarpress.com.

Plt Kepala UPTD Puskesmas Cibogo Tri Hartinah, menjelaskan, sudah menggelar dua kali tes rapid. Yang pertama sebanyak 50 orang ODP dan saat ini target kita 30 orang, untuk nakes (tenaga kesehatan) 15 orang, sementara untuk ODP 15 orang dan ditambah susulan 10 orang ODP.

“Tes rapid yang pertama diikuti sebanyak 50 orang dengan hasil negatif seluruhnya, sedangkan tes ravid kedua diikuti 40 orang, dan semoga hasilnya negatif semua,” imbuhnya.

Pihaknya berharap para perantau yang ada di luar kota jangan mudik ke kampung halaman dulu, karena Kabupaten Subang ini mayoritas yang terpapar covid 19 datang dari zona merah. Begitu pun warga Subang jangan sampai ada yang berangkat ke zona merah.

“Mereka yang datang dari zona merah kena virus sedangkan kita disini kena akibatnya, untuk pencegahan covid 19, kita harus berprilaku hidup bersih dan sehat guna memutus mata rantai covid 19 diharapkan warga mengerti. Sementara untuk APD saat ini tercukupi, dan kita menggunakan APD itu ada dari dinas, ada juga dari farmasi, kadang kita beli, dan ada juga bantuan-bantuan dari yang lain. Diharapkan para ODP yang mengikuti tes ravid hasilnya negatif, sehingga APD ini bisa digunakan lagi karena perlengkapan untuk medis masih belum maksimal,” pungkasnya.

(Ajat Sudrajat)