Beranda Daerah Warga Subang Positif Korona Jadi 18 Orang, Dinkes Gelar Tes Rapid Kedua...

Warga Subang Positif Korona Jadi 18 Orang, Dinkes Gelar Tes Rapid Kedua Besok

Jabarpress.com, Subang-Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Subang, dr Maxi mengungkapkan perhari ini, jumlah pasien terkonfirmasi positif korona atau Covid-19 dari hasil tes Swab bertambah satu orang dari sebelumnya 17 orang menjadi 18 orang.

Dari 18 orang tersebut, dua orang diantaranya meninggal dunia. Satu orang tambahan terkonfirmasi positif Corona yang meninggal tersebut berjenis kelamin perempuan usia 56 tahun. Ia meninggal pada 11 April 2020 di RS daerah Purwakarta dan dimakamkan sesuai protap kesehatan.

“Saat ini ada 16 orang masih mendapat perawatan medis. 9 orang diisolasi di RSUD Subang, 2 orang di rumah sakit luar Subang dan 5 orang jalani isolasi mandiri,” ungkap dr Maxi didampingi Kepala BPBD Subang, H Hidayat dalam konferensi pers di Posko Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Subang, Selasa (21/4/2020) sore.

Dijelaskannya, terkait dengan adanya 5 orang diisolasi mandiri di rumah yang terkonfirmasi positif corona memang sejak awal tidak dirawat di RSUD Subang.

“Mereka yang mengisolasi diri di rumah, mereka cukup paham tentang perawatannya karena dari tenaga kesehatan. Sehingga mendapat rekomendasi untuk isolasi mandiri di rumah. Kemudian yang dua orang pun sama setelah melalui berbagai pertimbangan diperbolehkan untuk mengisolasi mandiri,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut dia, ODP sampai hari ini tercatat 4.406 orang yang sudah selesai dipantau artinya sudah melewati 14 hari diisolasi mandiri di rumah.

“Jadi sampai hari ini sebanyak 3.442 jadi ODP yang masih dipantau tinggal 964 orang jadi kurang lebih tinggal 20% dari odp yang ada,”terangnya.

Adanya petugas kesehatan yang diisolasi, kata dr.Maxi, kalau dokter selama ini belum ada yang diisolasi karena dokter itu walaupun ada erat kaitannya dengan pasien positif, dokter telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar covid.

“Terkait dengan perawat ada 6 orang yang merasa kontak dengan pasien yang meninggal, mereka ini isolasi mandiri di rumahnya. Artinya selama 14 hari mereka tidak bekerja. Yang 10 orang yang kontaknya tidak terlalu erat, itu diisolasi di ruang tulip RSUD Subang, yaitu ruang VIV yang ditutup untuk pasien dikhususkan untuk isolasi tenaga perawat. Dalam isolasi ini mereka tidak libur tapi bekerja,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan adanya perbedaan data antara Kabupaten Subang dengan data Pikobar Pemprov Jabar.

“Ini karena adanya perbedaan sumber saja. Dinkes Subang mengambil data dari seluruh rumah sakit dan melaporkan merawat pasien asal Kabupaten Subang,” terangnya.

Selasa Besok Digelar Rapid Tes Tahap Kedua

Dr Maxi juga menyampaikan bahwa rapid tes massal tahap kedua akan digelar Selasa besok (22/4/2020). Pada rapid tes kedua ini, pihaknya menargetkan mengecek kesehatan sekitar 1.200 ODP yang tersebar di 40 puskesmas. Sementara pada tes rapid pertama, jumlah ODP yang ikut tes sebanyak 1.766 ODP orang.

“Untuk besok kami akan kembali menggelar rapid tes massal di 40 Puskesmas di Kabupaten Subang dengan total ODP sebanyak 1.200 orang. Per Puskesmas setidaknya 30 orang. Kecuali yang mendapat penambahan adalah puskesmas yang punya kontak dengan positif terakhir. Yang mana akan ada penambahan selain tergantung tracking yang dilakukan oleh petugas kesehatan karena mereka adalah orang tanpa gejala,” pungkasnya.