Beranda Daerah Raja LAK Galuh Pakuan: Harusnya BPR Siapkan Skema Pinjaman Tanpa Bunga, Bukan...

Raja LAK Galuh Pakuan: Harusnya BPR Siapkan Skema Pinjaman Tanpa Bunga, Bukan Sumbang Peti Mati!

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Bantuan 11 peti mati dari bank BPR Subang kepada Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Subang, kontroversial di kalangan masyarakat.

Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, menyebut, penyiapan 11 peti mati dan lahan pemakaman untuk korban covid-19 merupakan kebijakan yang sangat disesalkan, karena tidak mencerminkan semangat optimisme dan upaya memotivasi masyarakat untuk berjuang melawan wabah.

“Ini seolah menakuti-nakuti rakyat, mendoakan pada kematian. Indikatornya apa sampai harus menyiapkan 11 peti mati? Yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah spirit kesembuhan, semangat juang melawan wabah, semangat berusaha, stimulus bantuan sandang serta pangan, bukannya malah menyiapkan peralatan kematian!,” ujar Evi kepada Jabarpress.com, Senin (20/4/2020).

Menurut dia, Pemkab Subang seharusnya mengeluarkan kebijakan optimistis, produktif dan dirasakan manfaatnya oleh publik, sehingga publik merasa nyaman serta penuh semangat melawan wabah.

Evi mencontohkan, pemkab bisa saja mengeluarkan kebijakan populis mendorong bank BPR selaku BUMD, agar merubah fungsi di saat momen korona covid-19 ini dari fungsi budgeting menjadi fungsi pemberdayaan masyarakat.

“Misalnya, BPR didorong supaya menyiapkan skema permodalan atau pinjaman tanpa bunga bagi masyarakat yang terdampak korona, selama 3 bulan kedepan misalnya. Bukan malah menyumbang peti mati, ini kan enggak produktif, enggak dirasakan manfaatnya, malah bikin takut dan menurunkan semangat warga, berdampak pada imunitas lho,” papar Raja LAK Galuh Pakuan.

Sebelumnya diketahui, Bank BPR yang kini berubah nama Bank Subang memberikan 11 peti mati untuk korban Covid 19 kepada Tim Gugus Tugas yang diterima secara langsung oleh Bupati Subang H Ruhimat, Jum’at (16/04/2020).

“Kami melihat saat ini belum ada satupun yang memberikan bantuan berupa peti mati untuk korban Covid 19 di Subang, makanya kami ini inisiatif berikan bantuan ini,” kata Anton Abdul Rosid, Direktur Bank Subang.

Lanjut Anton, bantuan 11 peti mati diharapkan tidak digunakan dan tujuannya untuk antisipasi jika terjadi ada korban Covid 19.

“Kita berharap tidak ada di kabupaten Subang, ini hanya antisipasi saja,” ucapnya.

Selain memberikan bantuan 11 peti mati, Bank Subang juga memberikan bantuan 5000 masker ke Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Subang.

BERBAGI