Beranda Daerah 13 Warga Positif Korona Versi Tes Rapid Bakal Jalani Tes SWAB Senin...

13 Warga Positif Korona Versi Tes Rapid Bakal Jalani Tes SWAB Senin Besok

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Sebanyak 13 Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Subang yang dinyatakan positif dari hasil rapid tes sudah diisolasi semuanya oleh tim medis ke Asrama Putri gedung eks Akper Subang Jln Brigjen Katamso Subang, Jumat (11/4/2020) siang.

Semuanya telah dievakuasi oleh masing-masing puskesmas dimana yang bersangkutan tinggal menggunakan satu unit mobil ambulance. Para petugas yang menjemput dan menerimanya pun dilengkapi oleh Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Ketua Gugus percepatan penanganan Covid-19 Bupati Subang melalui Kepala Dinas Kesehatan Subang dr Nunung Syuhaeri mengatakan 13 ODP tersebut rencananya akan menjalani test Swab dengan metode PCR (polymerase chain reaction) pada Senin besok, 13 April 2020. Dari 13 orang itu, delapan orang laki-laki, lima orang perempuan.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala, hari Senin mendatang semua yang ODP positif segera menjalani tes Swab di ruang isolasi RSUD Subang. Dan kita berharap hasilnya negatif semua,” ungkap Nunung dalam konferensi terbatasnya kepada awak media.

Dari hasil tes Swab tersebut, baru akan diketahui yang bersangkutan terpapar Covid-19 atau tidak. Karena, hasil rapid tes yang dilakukan sebelumnya hanya merupakan pemetaan penjaringan, bukan sebagai diagnosa pasti bahwa seseorang terkena Corona.

“Untuk hasil swab itu sesuai aturan paling lama itu 2-3 hari saja di laboratorium kesehatan Bandung. Tapi, karena banyak juga dari Kabupaten / kota yang lain melakukan tes Swab, maka hasil swab baru bisa diketahui sampai satu minggu bahkan lebih,” jelasnya.

Dijelaskannya, setelah 13 ODP menjalani tes Swab, mereka tidak akan langsung dipulangkan ke rumahnya karena dikhawatirkan mendapatkan penolakan dari warga di kampung halamannya. Alternatifnya, tim gugus tugas akan tetap mengisolasinya di gedung eks Akper dengan pengawasan tim medis.

“Sebenarnya mereka juga bisa diisolasi secara mandiri di masing-masing rumahnya. Tapi karena banyak warga yang ketakutan dan resah akhirnya kita mengambil sikap untuk mengisolasinya,” ungkapnya.

Ia menghimbau kepada unsur Muspika, Pemdes, hingga tingkat RT/RW untuk mengedukasi warganya agar tidak terjadi kepanikan perihal adanya hasil rapid tes tersebut.

“Mereka kan warga kita juga saudara kita jangan sampai dikucilkan bersama keluarganya. Justru harus kita pacu untuk tetap semangat menjalankan kehidupan,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Kadinkes, bagi ODP yang sebelumnya telah menjalani rapid tes hasilnya dinyatakan negatif tetap disarankan untuk mengisolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing.

“Mereka ODP yang telah mengikuti rapid tes hasilnya negatif, bukan berarti bebas berkeliaran. Tetap Social distance , isolasi diri selama 14 hari di rumahnya masing-masing,” terangnya.

Seperti diketahui, Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh.

Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di dalam tubuh.

Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan test swab dengan meteode PCR (polymerase chain reaction).

Hasil tes dari rapid test adalah reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi).

Jika Anda sempat membaca hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh, bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19.

BERBAGI