Beranda Warta Desa Karang Taruna Sukakerti Semprot Disinfektan Ratusan Rumah, Jumlah ODP Covid-19 di Subang...

Karang Taruna Sukakerti Semprot Disinfektan Ratusan Rumah, Jumlah ODP Covid-19 di Subang Capai 213 Orang

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Untuk mencegah penyebaran wabah virus korona, Karang Taruna RW 04 Kampung Sukamulya Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak melakukan penyemprotan massal disinfektan, Sabtu (28/3/2020).

“Penyemprotan disinfektan ini atas inisiatif rekan-rekan Karang Taruna RW 04 guna mencegah penyebaran corona,” ujar Ketua Karang Taruna Kecamatan Cisalak, Maman Ruhiman, didampingi Humas, Krendy Maulana Sigit, kepada Jabarpress.com.

Penyemprotan disinfektan dilakukan di lokasi-lokasi rawan, diantaranya sarana ibadah, pos ronda, jalan umum, serta fasilitas-fasilitas umum lainnya yang biasa menjadi tempat berkumpul orang banyak.“Untuk pembuatan bahan insfectannya kami buat sendiri menggunakan kas Karang Taruna sendiri,” paparnya.

Selain menargetkan sarana-sarana publik, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga.

“Hampir 150 rumah masyarakat yang disemprot. Kita berharap, warga kami khususnya dan umumnya warga Subang tidak ada yang terjangkit wabah tersebut. Semoga wabah ini cepat berakhir,” ucap Maman.Jumlah ODP Capai 213 Orang, 1 PDP Meninggal

Sementara itu, hingga Jumat (27/3/2020), jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Subang mengalami penambahan secara signifikan yaitu menjadi 213 orang dari sebelumnya 133 orang.

Dikatakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, H Aminudin sebagaimana diungkap Juru Bicara Gugus Tugas, dr. Maxi, jumlah tersebut berdasarkan data dari 31 Puskesmas di Kabupaten Subang.

“Sebagian besar mereka adalah yang datang dari luar negeri dan yang mudik dari daerah terjangkit seperti Jakarta. Ini dari petugasnya yang care mendata warga yang baru datang dari Jakarta. Lalu dimasukan ODP,” ujarnya, Jum’at (27/3/2020).

Secara umur, ODP terdiri dari usia balita sebanyak 3 orang, usia 6 tahun-19 tahun sebanyak 13 orang, 20-29 tahun sebanyak 57 orang, 30 tahun-39 tahun sebanyak 76 orang, 40 tahun-49 tahun sebanyak 43 orang, 50-59 tahun sebanyak 12 orang, 60-69 tahun sebanyak 7 orang, dan 70-79 tahun sebanyak 2 orang. Termasuk 18 orang diantaranya ialah Warga Negara Asing (WNA) yang kini tengah dilakukan isolasi di messnya.

Sedangkan Pasien Dalam Pemantauan atau PDP sebanyak 10 orang yang terdiri dari 9 laki-laki dan 1 orang perempuan. 4 orang diantaranya telah dinyatakan selesai dan yang masih dilakukan pengawasan sebanyak 6 orang.

Sementara, dari total 10 orang PDP, satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi RSUD Ciereng Subang meninggal dunia sekitar pukul 14.45 WIB, Jumat (27/3/2020). Pasien berinsial R berusia 74 tahun itu berasal dari Haurgeulis, Indramayu.

Plt Direktur RSUD Ciereng Ahmad Nasuhi mengatakan, R meninggal dunia karena alami gagal nafas.

“Sebenarnya kondisi pasien ini semakin hari semakin membaik, tapi pada 27 Maret itu jam 14.45 tiba-tiba kondisinya alami gagal nafas, sudah kita lakukan pertolongan,” ungkapnya.

Ahmad menerangkan, Pasien R masuk ke IGD pada 23 Maret lalu dengan keluhan batuk dan sesak nafas. R yang merupakan warga Indramayu itu pulang bekerja dari Tangerang.

“Tangerang inikan salah satu daerah beresiko, sehingga kita nyatakan sebagai PDP, otomatis harus dirawat di isolasi,” imbuhnya.

R sempat dilakukan pemeriksaan SWAB atau usap tenggorokan sebanyak dua kali di Litbang Kesda Jabar. Namun hingga R meninggal, pihak RSUD belum mendapatkan hasil dari SWAB tersebut.

“Hasil labnya belum ada, sudah dua kali swab tenggorokan, biasanya cepat, hari etiga atau keemapt biasanya sudah ada hasil. tapi sampai sekarang belum ada hasilnya. Jadi belum diketahui apakah positif atau negatif,” terangnya.

Jenazah R pada saat itu juga dibawa ke rumah duka dengan penanganan layaknya positif Corona. Selain dibungkus dengan plastik, juga dilakukan pengawalan oleh aparat kepolisian.

BERBAGI