Beranda Jabar Dituduh Corona, Siswa SD Berprestasi Internasional Ini Sempat Ditolak Ikut Ujian

Dituduh Corona, Siswa SD Berprestasi Internasional Ini Sempat Ditolak Ikut Ujian

Jabarpress.com, Bandung-Nasib memprihatinkan dialami seorang siswa SD di Kabupaten Tasikmalaya. Gara-gara dituding terkait virus Corona, siswa yang memiliki prestasi internasional di bidang olahraga sepakbola ini, sempat ditolak mengikuti ujian oleh pihak sekolah.

Hal tersebut diungkapkan praktisi hukum dari Kantor Firma Hukum Dark Justice Bandung, Sachrial.

“Orangtua siswa SD asal Tasikmalaya ini mengadukan perihal masalah yang dialami anaknya tersebut kepada kami,” ujar Sachrial kepada Jabarpress.com, Jum’at (13/3/2020).

Dia mengungkapkan, permintaan untuk tidak masuk dulu ke sekolah selama 14 hari diajukan oleh Ketua Forum Kelas 6B dengan alasan khawatir Corona, mengingat siswa tersebut baru datang dari negara Malaysia usai mengikuti lomba sepakbola tingkat internasional U-12 yang diikuti oleh 7 negara.

Gara-gara ditolak masuk sekolah, siswa tersebut terancam tidak mengikuti ujian sekolah. Sehingga mengakibatkannya kecewa.

“Rasa haru, bahagia dan bangga berubah rasa kecewa yang dalam buat Sang Kapten U-12–posisi siswa tersebut di ajang lomba sepakbola–yang mengikuti kejuaraan internasional di Malaysia ini. Rasa itupun dirasakan oleh kedua orangtuanya saat anaknya yang telah bangun shubuh untuk ikut ujian ditolak dulu oleh sekolah dengan alasan khawatir Corona. Sang Kapten karena masih anak-anak merasa down dan menangis,” paparnya.

Padahal, sambung dia, selaku Kapten sepakbola U-12 di ajang lomba Forum Pembina Sekolah Sepak Bola internasional di Malaysia yang diikuti oleh 7 negara, siswa tersebut telah turut mengharumkan Indonesia, Jawa Barat, termasuk Tasikmalaya.

Begitu mendapat pengaduan perihal persoalan tersebut, pihaknya langsung melaporkan ke Forum Perlindungan Anak Kerta Mulya pimpinan Sholahudin.

Kemudian forum tersebut segera melaporkannya ke Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar, dimana pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya langsung datang ke lokasi.

“Hasil pengecekkan oleh pihak instansi kesehatan terkait, siswa tersebut dinyatakan negatif Corona,” ungkapnya.

Selain itu, sambung dia, pihak Dinas Kesehatan Tasikmalaya juga menjamin siswa tersebut bisa ikut ujian sekolah dan akan didampingi serta diantar langsung oleh mereka ke sekolahnya.

Selanjutnya, Sachrial mengingatkan masyarakat serta semua pihak agar tidak sembarangan menyebar informasi soal Corona atau jangan sembarangan memvonis seseorang terjangkit Corona Covid-19. Mengingat untuk membuktikan seseorang terjangkit Covid-19 ini, pemerintah sudah punya protap dan prosedur penanganannya, terlebih virus ini sudah dinyatakan pandemi oleh WHO.

Artinya, tegas pria yang juga Ketua Dewan Pembina DPP Mahasiswa Pancasila (Mapancas) ini, siswa tersebut pulang ke Indonesia pastinya sudah melalui proses pemeriksaan kesehatan secara ketat dari mulai bandara keberangkatan di luarnegeri hingga bandara kedatangan di Indonesia.

“Kembalinya Sang Kapten ke kampung halamannya membuktikan bahwa pihak bandara sudah menyatakan yang bersangkutan negatif Corona. Jadi masyarakat tak bisa gegabah atau bahkan menyebar hoak tanpa pengetahuan yang didapatnya,” pungkasnya.