Beranda Hukum Warga Patimban Blokir Akses Jalan ke Proyek Pelabuhan

Warga Patimban Blokir Akses Jalan ke Proyek Pelabuhan

Jabarpress.com, Subang-Kesal karena jalan desa tak bisa dilalui, warga Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara menutup akses jalan menuju proyek Pelabuhan Patimban, Jum’at (28/02 2020).

Warga mengklaim, jalan menuju proyek Pelabuhan Patimban bukan milik pelabuhan, tetapi merupakan jalan desa yang sebelum ada proyek pelabuhan jalan ini dipakai oleh masyarakat umum, terutama warga Dusun Genteng, Galian, Siwalan dan Tanjungjaya.

“Namun, ketika proyek Pelabuhan Patimban berjalan, jalan tersebut sudah tidak bisa dilalui lagi oleh masyarakat, apalagi ketika musim hujan tiba sangat sulit sekali dilalui, sedangkan pengganti jalan desa untuk sementara belum juga selesai,” ujar Ketua BPD Desa Patimban, Rosid.

Menurut dia, seharusnya ketika jalan desa tersebut digusur, harus ada penggantinya terlebih dahulu agar mobilitas warga tidak terhambat.

“Yang terjadi malah yang diutamakan pekerjaan access road dulu, sedangkan akses jalan desa dibiarkan terbengkalai tanpa ada penggantinya,” ucap dia.

Bayangkan, lanjut Rosid, ketika masyarakat Dusun Genteng, Siwalan, Galian dan Tanjungjaya mau ke desa ini, mereka harus memutar melewati empat desa, yakni Rancadaka, Pusakaratu, Gempol dan Kalentambo dengan jarak berlipat-lipat jauhnya, sehingga baru bisa sampai ke Kantor Desa Patimban.

“Karena itu, kami atas nama masyarakat memohon kepada pihak pemerintah untuk segera menyelesaikan jalan desa yang telah digusur oleh perusahaan proyek pelabuhan,” tegas Rosid.

KSOP Patimban, Sigit, menyebut, pihak perusahaan sudah mulai mengerjakan jalan pengganti jalan desa.

“Hanya sekarang lagi musim hujan jadi pekerjaan jalan agak tersendat, kami mohon ma’af dan minta waktu insyaallah secepatnya kita selesaikan,” imbuh Sigit.

Massa yang memblokir jalan masuk ke proyek Pelabuhan Patimban selanjutnya diajak berdialog musyawarah. Hadir dalam musyawarah tersebut Kapolsek Pusakanagara AKP Hidayat, KSOP Patimban, BPD, Karang Taruna dan perwakilan dari desa serta unsur masyarakat.

(Asep H Ocay)