Beranda Jabar Sejumlah Kecamatan Di Subang Terdampak Banjir, Warga Pamanukan Mengungsi

Sejumlah Kecamatan Di Subang Terdampak Banjir, Warga Pamanukan Mengungsi

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Subang menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menimbulkan genangan air yang merendam permukiman warga, jalan serta bangunan lainnya, Senin (24/2/2020).

Informasi yang dihimpun, sejumlah kecamatan terdampak banjir akibat hujan deras tersebut, yang terparah Kecamatan Pamanukan.

Berdasarkan data Posko Bencana di Kecamatan Pamanukan, higga Senin sore (24/2/2020) pukul 15.00 WIB, banjir sudah merendam sebanyak 1.023 rumah.

“Saat ini banjir Pamanukan sudah merendam lebih dari 1.000 rumah, dengan ketinggian banjir bervariasi mulai dari selutut orang dewasa hingga 1,5 meter,” ujar Camat Pamanukan Hj Ela Nurlaela.

Menurut Ela, sebanyak 2.511 kepala keluarga yang terdampak banjir, terancam mengungsi ke lokasi yang aman.

“Sebagian kecil sudah pada mengungsi di bawah Fly Over Pamanukan, sisanya masih bertahan di rumah walaupun rumahnya terendam,” kata Ela.

Sementara itu, karena khawatir banjir kian besar, ratusan warga yang rumahnya mulai terendam banjir memilih mengungsi ke bawah Fly Over Pamanukan.

“Takut, hujan tak henti juga, terus mengguyur dengan deras sudah 13 jam, rumah sudah terendam,” ujar Ani salah seorang warga, Senin (24/2/2020).

Ani mengatakan, dirinya memilih mengungsi karena takut air lama-lama meninggi dan membesar karena intensitas hujan masih deras mengguyur di Pamanukan

“Kita pilih mengungsi untuk mengantisipasi, ” katanya.

Kepala BPBD Subang, H. Hidayat, membenarkan banyak warga Pamanukan mengungsi dan dievakuasi di bawah Fly Over jalur Pantura.

“Kita fokus evakuasi korban banjir untuk lansia dan anak-anak,” kata Hidayat.

Keberadaan mereka untuk sementara disana sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Selain dibantu dari Tagana, juga standby tim medis atau bantuan ambulans dari Dinas Kesehatan dan PMI Kabupaten Subang.

Selain di Pamanukan, banjir juga meluas ke sejumlah kecamatan lainnya. Di Kecamatan Pagaden, banjir menyebabkan 4 rumah milik Agus, Selamet, Ibu Ipah dan Ibu Uju terendam hingga penghuninya mengungsi ke rumah tetangga.

Di Kecamatan Pusakanagara, banjir dengan ketinggian air 15-40 sentimeter akibat luapan Sungai Cipunagara mengakibatkan ratusan rumah terdampak.

“Kalau keseluruhan atau di 7 desa wilayah kita yang terdampak banjir ada 249 rumah dengan ketinggian air 30-40 sentimeter,” kata Danramil Pusakanagara, Kapten Inf. Sanadi.

Di Kecamatan Pusakajaya, 8 desa terdampak banjir menyebabkan 242 rumah tergenang dengan ketinggian air hampir sama.

Di Kecamatan Compreng, ada 8 desa terdampak dan sebanyak 168 rumah tergenang dengan ketinggian air 20-30 sentimeter. Semua penghuni rumah masih berada di rumahnya masing masing.

Di Kecamatan Purwadadi, akibat luapan kali Jambe terutama di Dusun Kumendung RT 01/01 Desa Rancamahi Kecamatan Purwadadi mengakibatkan 20 rumah warga tergenang air setinggi 60-80 sentimeter.

BERBAGI