Beranda Hukum Tb Hasanudin Sebut Larangan Eks ISIS Pulang ke Indonesia Tak Langgar HAM

Tb Hasanudin Sebut Larangan Eks ISIS Pulang ke Indonesia Tak Langgar HAM

Jabarpress.com, Jakarta-Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin menyebut, melarang eks ISIS pulang ke Indonesia tidak melanggar HAM.

Hal ini disampaikan Tb Hasanudin, Jumat (7/2/2020) menanggapi Pernyataan Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) yang meminta pemerintah untuk mengakomodasi eks ISIS pulang ke Indonesia

“Apabila pemerintah mengakomodir eks ISIS pulang ke Indonesia, akan membahayakan warga Indonesia, sehingga ini justru malah tidak melindungi HAM rakyat Indonesia,” tegasnya.

Mayjen TNI Purnawirawan ini menjelaskan berdasarkan data para pendukung eks ISIS, telah menghancurkan identitas mereka dengan cara menghancurkan paspor Indonesia, sehingga secara otomatis, para eks ISIS sudah tidak mengakui NKRI sebagai negaranya.

“Mereka sudah tidak mengakui sebagai WNI, lalu pemerintah mengakomodasi mereka untuk pulang, untuk apa?, bahkan secara ideologi mereka sudah tak mengakui Pancasila, sehingga sulit untuk diterima masuk di Indonesia,” tandasnya.

Hasanuddin menilai jika mereka tetap ingin pulang ke Indonesia, maka ada proses yang harus ditempuh untuk mendapatkan pengakuan yang dilakukan oleh pejabat berwenang, setelah proses itu dilakukan, barulah ada pertimbangan lain.

Jika merujuk pada UU Kewarganegaraan 2006 Pasal 23, tegas Hasanuddin, kewarganegaraan eks ISIS otomatis telah gugur.

Pada Pasal 23 UU huruf (d) disebutkan kehilangan kewarganegaraan disebabkan karena masuk dalam dinas tentara asing tanpa ijin terlebih dahulu dari Presiden.

Sementara huruf (f) menyebutkan secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut.

“Sehingga jelas apabila merujuk pada aturan itu, maka kewarganegaraan WNI yang bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS otomatis gugur,” tandas Hasanudin.

Hasanuddin menambahkan pemerintah juga harus memikirkan keselamatan warga negara Indonesia. Apabila eks ISIS melakukan aksi hingga menimbulkan korban dari warga Indonesia itu justru melanggar HAM.

“Tolong dipikirkan oleh Komnas HAM, jangan sampai ada korban warga Indonesia, sehingga hal itulah pelanggaran HAM,” pungkasnya.

(Dudy Supriadi)