Beranda Ekonomi BLC Gembleng Ibu-ibu Kerajinan Kriya Berbahan Ramah Lingkungan

BLC Gembleng Ibu-ibu Kerajinan Kriya Berbahan Ramah Lingkungan

Jabarpress.com, Bandung-BLC atau Bisnis Ladies Club kembali menggelar Workshop untuk sejumlah kalangan.

Workshop diikuti 15 peserta penyuka kriya yang terdiri dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, dosen, juga ibu rumah tangga.

Menurut Ketua BLC, Ida Tejawiani, saat workshop di Cafe Eat Story, Selasa (4/2/2020) di Jalan Sulanjana 5 Bandung, BLC memiliki komitmen untuk berbagi keterampilan melalui pelatihan yang ramah lingkungan, salah satu programnya adalah workshop Ecoprint yang materialnya berasal dari lingkungan.

“Dikatakan ramah Iingkungan karena semua materialnya menggunakan bahan baku alam, mulai dari bahan kain yang terbuat dari serat alam seperti animal fabric (protein) yaitu sutra dan wool, plan fabric (celluloce) seperti katun dan linen,” kata Ida.

Dia menambahkan, pewarna yang digunakan untuk mewarnai kain juga terbuat dari pewarna alami yang berasal dari ekstraksi tumbuhan seperti daun, biji batang, bunga, kulit, dan altar.

Ecoprint merupakan teknik cetak dengan menggunakan tenaga tangan (hand made) pada bahan berserat alami sepertl wool, sutra, linen dan katun yang mampu menyerap pewama alami dengan baik.

Dalam pelatihan ini dijelaskan proses pembuatan Ecoprlnt oleh fasilitator dimana prosesnya dimulal dengan pengolahan kaln atau mordantlng menggunakan Tannin dan simplokos.

Cara ini dilakukan untuk membuka pori-pori kain dan untuk menarik warna agar jejak daun dapat tercetak dalam bahan kain dengan sempurna.

Selanjutnya kain dilembabkan kemudian dicelupkan ke dalam pewarna alami. Untuk lebih jelasnya lagi proses pembuatan ecoprint yang ramah lingkungan lni dikerjakan melalui beberapa tahapan antara Iain: Proses scouring yaitu proses pencucian dengan merebus TRO dan soda abu dan kaln direbus selarna 1 jam.

Setelah dingin dibilas lalu keringkan. Berikutnya adalah Premordanting, densan menyeduh 10 persen atau 50 gram tannin dalam 4 liter air yang dipanaskan, lalu masukkan kain dan rebus 1 jam dalam suhu 60 derajat celcius, diamkan 8-12 jam, bilas dan keringkan.

Selanjutnya adalah Mordanting yaitu dengan menggunakan symplocos yang direbus dan kain dimasukkan dalam rebusan symptoms selama 1 jam pada suhu 60 derajat celcius, kemudian bilas dengan air hangat lalu keringkan. Bahan siap untuk diprinting.

Proses printing ini adaIah proses yang memerlukan rasa seni. Karena seni menata daun pada kain ini akan sangat menentukan terhadap hasil akhir keindahan kain.

Menata daun pada kain ini akan sangat menentukan terhadap hasil akhir keindahan kain.

Workshop ecoprint ini dipandu oleh fasilitator yang sudah mengantongi sertifikasikasi kompetensi sebagai fasilitator dan kompetensi keahlian dan Lembaga Penyelenggara Kursus dan Pelatihan dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Peserta yang sudah selesai mengikuti Workshop akan diminta untuk praktek di rumah dan diharuskan memposting hasil karyanya di WA group.

(Dudy Supriadi)